Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 38


__ADS_3

Hari ini Edo sudah boleh pulang dari rumah sakit, Edo dan keluarga kecilnya sementara waktu akan tinggal di Singapura untuk pengobatan pasca kecelakaan dulu yang belum tuntas.


Edo membeli apartemen dekat dengan rumah sakit agar mempermudah untuk pulang pergi dia juga akan mengurus perusahaan yang ada di Singapura.


Sebenarnya Edo ada rumah di Singapura tapi letaknya terlalu jauh dari pusat kota. Jadi Edo memutuskan untuk membeli apartemen dekat dengan Rumah sakit dan perusahaan.


Di apartemen sudah ada mama papa anak-anak dan suster mereka serta satu maid yang di bawa dari Mansion utama.


"Assalamu'alaikum semua" ucap Edo.


"Waalaikumsalam jawab mama papa serempak.


"Alhamdulillah sudah sampai rumah, Edo sama Lisa bersih-bersih dulu nanti kumpul di meja makan pa" ucap Edo.


Edo dan Lisa pergi ke kamar mereka . mereka segera bersih-bersih dan akan makan siang bersama , Lisa hari ini libur ibadah jadi hanya menyiapkan alat sholat suaminya saja.


Setelah itu Lisa turun ke bawah untuk membantu masak makan siang. Lisa ingin memasak ikan asam manis pedas kesukaan suaminya.


"Hemm wanginya , masak apa sayang? " tanya Edo.


"Masak ikan asam manis pedas, udang black paper dan untuk kembar masak udang saus tomat" jawab Lisa yang sedang menyiapkan semua hidangan di atas meja.


Semua menikmati masakan Lisa termasuk para pengasuh kembar dan bibi Inah, bibi Inah maid dari mansion utama.


Lisa mengajak semua makan di meja makan tanpa membedakan siapa dia dan profesinya apa , Lisa mengganggap yang ada di sekitarnya dan di dalam rumah adalah keluarga.


'Hemm lezat sekali nak masakan mu" ucap papa Edo.


Lisa tersipu malu atas pujian papa mertuanya " Terimakasih pa makan yang banyak pa".


Selesai makan mereka semua duduk di depan televisi ngobrol bercanda bersama sangatlah bahagia. Lisa menyajikan puding untuk hidangan penutup.


Lisa menyuapi kembar puding sangat lahap dang mengemaskan . Zafar dan Zafarani sudah pintar berjalan sangat aktif dan pintar berbicara walaupun masih cadel.


Setelah selesai mereka ingin melaksanakan sholat berjamaah bersama hari ini kecuali Lisa tidak ikut, hari ini Edo yang menjadi imamnya. Lisa sangat bahagia mendapatkan imam yang sholeh seperti suaminya.


Lisa menidurkan kembar dahulu di kamar mereka ,setelah itu Lisa pergi ke kamar menyusul Edo.


Edo duduk bersandar di kepala ranjang sambil membaca buku. Edo memanggil istrinya untuk mendekat. Lisa mendekat dan tiba-tiba Lisa memeluk dan mencium bibir Edo sekilas.

__ADS_1


"I love you suamiku" ungkap Lisa dengan senyum manisnya.


Edo berbisik kepada Lisa " Andai hari ini tidak ada tamu bulanan pasti sudah aku makan kamu sayang sampai habis, kamu sangat menggoda".


Mereka berpelukan menumpahkan segala macam perasaan yang ada di dalam hati perasaan bahagia, cinta , sayang dan rasa syukur kepada Allah SWT.


Edo mencium kening istrinya dan berucap " Terimakasih sayang untuk segala-galanya yang telah kamu berikan di hidupku".


. "Bahagia itu sederhana, apa yang membuatmu tersenyum, jangan pernah lepaskan."


.


.


Apartemen Dian..


ting .. tong ...


Bunyi bel apartemen Dian..


"Siapa sih malam-malam ting tong ting tong" omel Dian.


Daniel nyelonong masuk ke apartemen tanpa di persilahkan masuk .


Dian mendengus kesal kepada Daniel " Untuk apa kamu kemari bukannya kita sudah berpisah".


Daniel duduk dan mengacuhkan ucapan Dian "Dian apa gini cara kamu menyambut tamu, buatkan minum dulu baru aku jawab untuk apa aku kesini".


Dian dengan langkah yang berat menuju dapur membuatkan minum untuk Daniel mantan suaminya.


Dian berjalan ke arah Daniel dan memberikan secangkir teh " Cepat habiskan lalu kamu pergi malas aku melihat mu".


"Jangan marah-marah aku kesini untuk mengajak mu kembali ke Inggris dari pada kamu disini mengharapkan seseorang yang sudah bahagia dengan orang lain" ucap Daniel .


"Iss apa peduli mu , mau aku mengejarnya atau mau bagaimana pun apa peduli mu" ucap ketus Dian.


"Baiklah kalau kamu tidak mau, tapi kalau sewaktu-waktu kamu lelah aku siap menerima mu lagi" Ucap Daniel sambil berjalan ke arah pintu.


Dian menutup pintu " Dasar Daniel bajing*n dulu kamu selingkuh dan menyakiti ku sekarang pura-pura baik dasar laki-laki plin-plan" batin Dian

__ADS_1


.


.


Kembali ke Lisa dan Edo...


Tengah malam Lisa terbangun ingin ke kamar mandi tidak sengaja ponsel Edo berbunyi , Lisa membangunkan Edo tapi tidak ada pergerakan dari Edo.


Dengan terpaksa Lisa mengangkat telfon tersebut.


"Edo kenapa kamu blokir nomer ku, ih ... apa perempuan sial'an ity yang menyuruh mu, jawab Do " suara di balik telfon tersebut .


Lisa berfikir seperti tidak asing dengan suara tersebut , Lisa ingat kalau itu suara Dian mantan Istri Edo.


Lisa tersenyum Licik dia akan mengerjai Dian . Lisa menyalakan televisi yang saat ini Chanelnya memutar acara yang bila di dengarkan seperti suara mendesaaah padahal bukan itu acara makan pedas level setan.


Dian seperti cacing kepanasan mendengar suara di balik telfon , lalu dian mematikan telfonnya begitu saja.


Lisa ingin tertawa terbahak-bahak tapi takut mengganggu suaminya tidur akhirnya Lisa tertawa di kamar mandi. Tertawa sampai ngompol.


Edo terbangun mencari istrinya yang tidak ada di sampingnya dan Edo mendengar suara tawa dan gemericik air di kamar mandi.


"Apa-apaan Istriku malam-malam tertawa seperti itu, nakut-nakutin aja" batin Edo.


Setelah selesai Lisa keluar Kamar mandi dan melihat suaminya bangun sambil menautkan kedua alisnya penuh tanda tanya di kepala Edo.


Awalnya Edo tidak ingin bertanya tapi dia sangat penasaran kenapa istrinya malam-malam begini bisa tertawa terbahak-bahak" Sayang kenapa tertawa sampai seperti itu?".


Lisa kembali tertawa tanpa menjawab pertanyaan Edo.


Lisa menghela nafas panjang dan menyalakan televisi "Mas coba pejamkan mata dan dengan suara ini".


Edo memejamkan mata dan mendengarkan suara di televisi seperti suara mendes*ah .


Lisa mulai bercerita " Tadi ponsel mas ada telfon masuk dan ada nomer baru telfon maaf aku angkat habis mas di bangunin gak bangun , nah ternyata yang telfon Mbak Dian ya dia ngomong ngalor-ngidul gak jelas aku puterin aja acara yang ada di televisi yang acara makan-makan pedes mendesaa"h".


Edo tertawa terbahak-bahak sampai terjungkal . Gak nyangka istrinya sangatlah jahil.


Apartemen Dian .,

__ADS_1


Sialan kurang ajar mereka malah memamerkan kemesraan. Awas ya kamu Edo dan Lisa . Aku akan hancurkan kamu Lisa dan merebut Edo kembali.


__ADS_2