
Hari yang di nanti Edo telah tiba dia sangat bahagia karena akan menikah lagi dengan Lisa. Edo berjanji akan membahagiakan Lisa dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang di beri Lisa.
Penampilan Edo saat ini menggunakan setalah jas hitam kemeja putih dan dasi kupu-kupu sempurna sangat tampan dan berkarisma.
Penampilan Lisa sangatlah sederhana karena ini pernikahan yang akan di selenggarakan Secara sederhana dan hanya keluarga yang di undang , publik belum mengetahui kalau mereka sudah bercerai dan memiliki anak.
"Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih.” Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya.
Ayah Edo menjabat tangan Edo" saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Edo Putra Pratama Rajasaka bin Ridwan Rajasaka dengan anak saya yang bernama Bunga Kalista binti Herman dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang tunai 1M di bayar tunai".
Edo menjawab dengan satu tarikan nafas"Saya terima nikah dan kawinnya Bunga Kalista binti Herman dengan maskawin tersebut Tunai.
"Bagaimana sah saudara-saudara ?" tanya bapak penghulu.
SAH ... SAH ...SAH ... semua saudara menjawab dengan antusias
Alhamdulillah .....
Bârakallâhu laka wa bâraka ‘alaika wa jama‘a bainakumâ fî khairin.
Artinya: Semoga Allah memberkahimu dalam suka dan duka dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan.
Aamiin Ya Rabbal Alamin
Setelah selesai melaksanakan ijab kabul semua makan bersama dan melaksanakan sholat dhuhur berjamaah .
Mansion Randi
Randi akan menyelidiki tentang kematian kakak,dia akan bertanya dengan Denada karena dulu bukti-bukti mengarah kepadanya, Karena sudah lama Randi memendam penasaran ini. Dia harus menuntaskan semuanya dan dia harus mengesampingkan cintanya pada istrinya.
__ADS_1
Tok .. tokk ...
Denada masuk keruang kerja Randi sambil membawa secangkir kopi dan kue.
"Kopinya sayang" ucap Lisa dengan manis.
"Terimakasih, Denada aku ingin bertanya kepada mu?" tanya Randi.
"Iya .. sepertinya sangat penting" ucap Denada penasaran apa yang akan di tanya Randi.
Randi menghela nafas panjang "Kamu ingat Renata teman kakak mu, dia meninggal tiga tahun yang lalu karena bundir" .
"Kak Renata bundir kok bisa, aku nggak tau sudah lama juga kakak tidak main ke rumah , semenjak kejadian empat tahun yang lalu dia berselisih faham dengan kakak ku dia bilang kakak ku selingkuh dengan tunangannya dan tidak sengaja aku menampar kak Renata yang menuduh kakak ku dan setelah aku mencari bukti ,untuk membuktikan bahwa kakak ku tidak salah dan saat itu aku mengirim gambar tunangannya selingkuh dengan orang lain serta rekaman percakapan bahwa tunangannya hanya memanfaatkan kak Renata " Jawab Denada.
"Setelah kamu kirim semua bukti itu kak Renata nekat bundir dan aku menuduh mu bahwa kamu penyebab kematian kakak ku tanpa mencari tahu kamu salah atau tidak makanya aku menolak menikahi mu dan dulu terjebak juga dengan mu karena anak yang dulu kamu bilang anak ku" ucap Randi.
"Maafkan aku Randi memang aku yang salah" Ucap Denada dengan menundukkan kepalanya.
Sekarang Randi sudah lega mengetahui tentang kematian kakak perempuannya ternyata kakak perempuannya mengalami patah hati hingga iya nekat bundir karena terlalu cinta dengan tunangannya.
"Karena Cinta deritanya Tiada akhir"
Kembali ke Edo dan Lisa..
pasangan itu menjadi canggung kembali, menjadi seperti pengantin baru yang kadaluwarsa.
Saat ini Lisa sedang pumping ASI untuk si kembar. Alhamdulillah ASI Lisa sangatlah lancar sangat cukup untuk si kembar malah berlebihan dia simpan juga untuk persediaan si kembar.
Edo memeluk Lisa dari belakang yang sedang pumping . Edo memijat punggung Lisa dengan lembut dan pelan membuat Lisa nyaman dan rileks.
"Banyak juga ASI kamu dek, " ucap Randi sambil memijat punggung Lisa.
"Alhamdulillah mas rejeki si kembar jadi gak perlu sufor untuk sementara waktu, Semoga bisa sampai 2 tahun," ucap Lisa dengan senyuman.
__ADS_1
"Aamiin " jawab Edo sambil mencium kening istrinya.
Edo berjanji akan saling terbuka dengan istrinya tidak akan mengulangi kesalahannya dulu.
Edo segera beranjak ke kamar mandi, anak-anak dengan opa Oma mereka, mereka bermain dengan keponakan Edo dari Belanda anak dari kakak Edo.
Setelah selesai mandi Edo hanya mengunakan handuk saja berjalan ke tempat tidur ternyata bajunya sudah di siapkan oleh istrinya, inilah yang Edo rindu perhatian dari istrinya. Setelah baju koko yang di siapkan Lisa karena mereka akan melaksanakan sholat ashar berjamaah.
Mereka sholat jamaah bersama dan Lisa menyempatkan membaca Alqur'an 1juz membuat Edo tersentuh , betapa bodohnya dulu melepaskan berlian begitu saja demi keegoisan semata.
Lisa salim dengan takzim meminta berkah. Edo berbisik "Jangan lupa sayang nanti malam siap-siap, timun lunak merindukan goa surgawi"
"Iss ... mas ini masih sore" wajah Lisa merona.
"Iya masih sore, berarti malam boleh ya" ucap Edo sambil mencium bibir istrinya sekilas.
Seluruh keluarga makan bersama di restauran milik keluarga Edo suasana ramai dan riuh karena kehadiran para cucu-cucu yang sudah mulai besar, teriakan para anak menambah suasana menjadi bahagia.
Kebahagiaan Lisa dan Edo bertambah berkali-kali lipat dengan melihat semua ini.
"Ya Allah Terimakasih semoga kedepannya kami menjadi orang tua yang baik dan suami istri yang langgeng hingga Jannah" Batin Lisa.
Ketika cobaan dalam hidup seperti datang bertubi-tubi tanpa kenal ampun, jangan dulu menyerah belajarlah dari sebuah permasalah belajar untuk menjadi lebih dewasa walaupun sulit.
Suka atau tidak, cobaan atau masalah akan selalu datang sepanjang hidup. Setiap orang pun pasti memiliki masalah sendiri-sendiri. Bedanya, tidak semua orang dapat menghadapi dan memecahkan masalah dengan kepala dingin.
Saat dihadapkan pada masalah, sering kali kita tidak bisa berpikir jernih karena dikuasai oleh emosi yang meledak-ledak, baik itu emosi kemarahan maupun rasa sedih yang terlalu dalam.
Hidup tidak selamanya manis. Kadang Anda berada di atas (sukses), kadang juga ada di bawah. Ingatlah bahwa mencoba – sukses – gagal – coba lagi, adalah siklus yang tidak terelakkan dan merupakan sebuah proses pendewasaan.
Jangan pendam rasa stres Anda saat menghadapi masalah. Cobalah untuk mencurahkan isi hati kepada orang lain, seperti pasangan, orang tua, kerabat, atau teman, agar Anda tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah yang sedang Anda alami.
"permasalahan dalam hidup harus dihadapi bukan di hindari ,karena di dalam masalah terdapat proses pendewasaan dalam menjali kehidupan ini"
__ADS_1
**Bersambung**
Selamat membaca BESTie ku , maaf banyak typo