Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 40


__ADS_3

Hari ini Edo sudah mulai ke kantor yang ada di Singapura, kantor Edo tidak terlalu jauh dari Apartemen mereka.


"Sayang aku berangkat dulu, kamu hati-hati jangan ke mana-mana tanpa pengawal" ucap Edo kepada istrinya.


"Siap sayang" jawab Lisa.


Edo pamitan kepada kembar memeluk mencium kembar bergantian selama ini dia kurang banyak waktu untuk kembar karena harus ke kantor dan harus berobat juga.


Edo berjanji aku selalu meluangkan waktu untuk menemani bermain anak-anaknya.


Edo mencium kening istrinya dan berpamitan "Sayang aku berangkat dulu titip anak-anak".


"Iya sayang " jawab Lisa sambil mencium tangannya suaminya.


Hari ini jadwal kembar imunisasi. Terpaksa Lisa harus ke rumah sakit dia juga tidak lupa meminta izin suaminya, Edo mengizinkan Lisa keluar tapi harus di kawal oleh pengawal.


Kembar anak yang baik dan penurut , canda tawa mengiringi perjalanan mereka menuju rumah sakit.


Setelah daftar Lisa dan yang lain menuju ke bagian spesialis anak untuk menunggu antrian.


Menuggu 1jam nama kembar di panggil setelah periksa tumbuh kembang kembar dan di suntik vaksin mereka segera beranjak pulang.


Lisa, Suster dan kembar menunggu sopir menggambil mobil di parkiran.


Zafarani yang tidak sabaran berlari ke jalan depan lobi di saat itu juga melintas mobil yang sangat kencang . Lisa langsung menarik tubuh putrinya dan Lisa dan putrinya jatuh kesamping dan menghantam trotoar, Lisa mendekap Erat tubuh Zafarani , Zafarani berada di atas tubuh Lisa, setelah itu mereka tak sadarkan diri.


Segera para petugas kesehatan membawa mereka berdua ke UGD untuk di lakukan perawatan.


Suster Zafar menelfon Edo "Assalamu'alaikum pak , ibuk dan non Zafarani tadi terserempet mobil sekarang tidak sadarkan diri" ucap pengasuh Zafar.


Edo segera menelefon sekretarisnya "Tolong jadwalkan ulang pertemuan yang hari ini di jadwalkan, aku kepentingan".


"Baik Pak" jawab sekertaris Edo.


Edo segera berangkat ke rumah sakit dia khawatir terjadi apa-apa terhadap istri dan putrinya.


20 menit perjalanan dari kantor ke rumah sakit. Edo langsung berlari ke UGD dan di sana dia melihat kedua susternya kembar dan Zafar.

__ADS_1


Edo mendekati mereka "Mbak tolong ajak Zafar pulang , kalian diantar supir sudah di depan".


"Baik pak kami permisi" ucap pengasuh Zafarani.


"Sayang Zafar sama mbak pulang ya papi di sini jaga adek sama mami" Edo mencium pucuk kepala Zafar.


Dokter membuka pintu UGD "Keluarga Ibu Lisa dan anak Zafarani".


Edo mendekati dokter tersebut" Iya saya suaminya dr".


"Silahkan ikut saya keruangan saja akan jelaskan kondisi pasien" ucap dr yang menangani Lisa dan Zafarani.


Mereka berjalan ke ruangan sebelah UGD "Silahkan duduk Pak, Maaf bayi dalam kandungan ibu Lisa tidak bisa di selamatkan dan tadi Ibu Lisa mengalami pendarahan hebat , karena keadaan darurat kami tadi meminta tanggung jawab pengawal bapak untuk tanda tangan surat persetujuan di lakukan kuret dalam arti harus mengangkat jaringan yang tertinggal di rahim" Dr menjelaskan.


"Apa dr istri saya hamil , kami tidak tahu kalau istri saya hamil, "Edo penuh tanda tanya.


"Iya Pak usia kandungannya masih sangat kecil sekitar 2minggu ” ucap dr.


Setelah mendengar penjelasan dr dunia Edo terasa hancur berkeping-keping Edo merasa bersalah karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik.


"Bagaimana putri saya dr?" tanya Edo.


Edo permintaan dengan dr , dia segera menemui istri dan anaknya . Mereka sudah di pindahkan ke ruang rawat .


Mereka berdua berada di ruangan yang sama. Edo melihat istri dan buah hatinya tertidur begitu lelap. Rasa bersalah menghantui Edo membuat Edo sedikit pusing.


Edo menarik nafas dalam , menenangkan hati dan pikirannya agar tetap rileks .


Edo akan menyelidiki siapa yang berusaha mencelakai istri dan anaknya.


Apakah ini hanya kecelakaan biasa atau di sengaja , kalau di sengaja tentunya dia tidak akan tinggal diam karena sudah mengorbankan nyawa yang tidak berdosa.


Edo menginterogasi pengawal istrinya "Coba tolong jelaskan apa yang terjadi?" .


"Maafkan kami Tuan, tadi nona Zafarani tiba-tiba lari ke depan lobby dan nyonya mengejar nona tapi tiba-tiba ada mobil sedan hitam melaju sangat kencang dan menyerempet nona dan nyonya , pengemudi mobil tersebut langsung kabur tapi saya sudah meminta Cctv dan saya juga memfoto dari samping mengemudi mobil tersebut, ini fotonya" Pengawal Heri menyodorkan ponselnya


"T**erlihat tidak asing sepertinya aku pernah lihat tapi di mana lupa " batin Edo.

__ADS_1


Kirim semua bukti ini ke Jo suruh Jo untuk menyelidikinya.


"Baik tuan" Ucap Heri.


Edo masuk ke dalam ruang perawatan. Edo duduk di samping istrinya . Menggenggam erat tangan istri.


"Maafkan aku sayang tidak bisa menjaga mu dengan baik" ucap Edo dengan nada yang bergetar.


Lisa siuman dan mengelus pucuk rambut suaminya "Mas " panggil lirih Lisa.


"Kamu sudah sadar sayang aku panggilkan dr" Edo memencet bel di samping ranjang istrinya.


Tadi Zafarani sudah sadar , Zafarani di antar pengawal ke apartemen karena dr sudah memperbolehkan pulang.


Dr dan perawat datang memeriksa Lisa "Alhamdulillah ibu Lisa kondisinya sudah membaik tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi , saya tinggal dulu Pak".


"Terimakasih dr" Ucap Edo.


Edo mecium kening istrinya dengan lelehan air mata yang membasahi kening istrinya.


Lisa heran kenapa suaminya menangis padahal kondisinya sudah baik-baik saja .


Edo menghela nafas "Sayang maafin mas yang nggak bisa jaga kamu dan menyelamatkan anak kita".


"Ini musibah mas bukan salah mas , Tunggu mana Zafarani kenapa kamu bilang begitu?" Lisa berkaca-kaca.


"Zafarani baik-baik saja dia di antar Heri pulang" Jawab Edo.


"Lalu anak siapa yang tidak di bisa selamatkan mas , bukannya hanya aku dan Zafarani yang kecelakaan" Lisa binggung maksud dari Edo.


Edo mengambil nafas dalam-dalam "Anak yang di dalam kandungan mu Istriku usia dia 2minggu".


Lisa terdiam mencerna perkataan suaminya”Apa ...aku hamil dan aku tidak tahu mas ,terus sekarang aku sudah kehilangan dia , "


Lisa diam membisu , dia merasa ini salahnya karena tidak berhati-hati . Andaikan dia becus menjaga Zafarani pasti kejadian itu tidak akan terjadi. Pasti suaminya sangat kecewa saat ini.


Lisa larut dalam fikirkan nya . Membuat Edo binggung . "Sayang aku tidak marah padamu , aku tahu yang kamu pikirkan, kamu mami dan istri terbaik bagi ku dan anak-anak, jangan mikir macem-macem deh."

__ADS_1


"iss kamu seperti dukun bisa baca pikiran ku" ucap Lisa memeluk suaminya dan Edo membalas pelukan Lisa lalu mereka berciuman menumpahkan rasa sayang yang ada di dalam dada .


Bersambung....


__ADS_2