
Lisa masuk kamar yang dia Rindukan Lisa langsung beres-beres dan bergegas makan dengan kedua orangtuanya. Lisa berniat untuk menceritakan lamaran Bosnya dan lamaran ustadz di kampung tempat Lisa mengajar mengaji.
"Nanti malam saja enak cerita sekarang waktunya santai dulu ," batin Lisa . Lisa setelah santai sejenak Lisa pergi ke taman depan untuk menghampiri ayah dan ibunya.
"Buk Yah Lisa mau cerita, oh ya 1tahun yang lalu Lisa menyelamatkan seseorang dari kecelakaan lebih tepatnya menyelamatkan atasan Lisa di kantor, nah kemarin lusa tiba-tiba Lisa di lamar atasan Lisa Yah buk, " menurut bapak ibuk bagaimana ?"tanya Lisa kepada kedua orang tuanya.
”Alhamdulilah mbak di sana jadi orang baik tapi tetap hati-hati ,ibuk dan Ayah tidak
mengenal atasan mu mbak jadi bagaimana Ibu Ayah bisa memutuskannya kalau memang beliau bersungguh-sungguh katakan pada beliau datang kemari dengan kedua orang tuanya" jawab Ayah Lisa dengan bijak.
Lisa mengganggukan kepalanya "Enggeh Yah Buk coba saya nanti sampaikan ke Pak Randi mengenai hal ini" .
"Pernikahan itu bukan hal mudah mbak , bilang sayang suka langsung menikah, karena tujuan menikah itu ibadah seumur hidup kalau bisa , jadi kita tidak boleh salah memilih, kekayaan bukan tolak ukur kebahagiaan, kesetiaan, tanggung jawab pada Allah dan pada mu kelak di akhirat nanti itulah yang paling penting, seseorang yang menghargai perempuan menjunjung harkat martabat seorang perempuan itulah poin penting dari kekayaan sesungguhnya, bukan kayak harta tapi miskin moral dan agama" nasehat Ayah Lisa.
"Enggeh Yah, matur nuwun.. akan selalu Lisa ingat nasehat Ayah" ucap Lisa.
dret.. dret ... drett ... handphone Lisa bergetar , tertera nama Pak Randi.
"Assalamu'alaikum Pak Randi?" Lisa menjawab telfon dari Randi.
"Waalaikumsalam Lisa , apakah kamu masih di Malang, ini saya ada di Malang bolehkah saya berkunjung dengan Roni?" tanya Randi.
"Oh .. Bapak di Malang, silahkan Pak bila mampir saya akan kirim alamat saya lewat WhatsApp." Lisa mengiyakan permintaan Randi. Lisa mengirimkan alamat WhatsApp kepada Randi.
Tring ....
Jalan Rajawali nomer 23 Malang kota lama...
begitulah isi WhatsApp dari Lisa kepada Randi.
Randi sekarang ada di salah satu hotel Malang , menatap pemandangan yang sejuk dehapannya dari balkon kamar hotel, Randi tersenyum teringat wajah Lisa yang malu-malu jika di tanya soal lamaran yang Randi lakukan di kantor waktu itu.
__ADS_1
"Ternyata sulit juga mendapatkan mu Lisa, tak seperti wanita di luar sana boro-boro di lamar, di senyumin aja salah mengartikan " batin Randi.
"Ron selesai jam berapa meeting dengan Klien Rajasaka Grub?" tanya Randi ke Roni.
Roni menjawab pertanyaan Randi "1 jam lagi Tuan, sehabis sholat Jum'at".
"oh ,," Jawab Randi. "Setelah meeting saja aku kesana ,aku selesaikan dulu pekerjaan ku" batin Randi.
Hari ini meeting bersama Perusahaan Rajasaka Grub perusahaan tambang emas dan batu bara terbesar di Indonesia perusahaan Randi ingin menanamkan saham ke perusahaan Rajasaka karena perusahaan itu sangatlah menjanjikan. Perusahaan itu di pimpin oleh penerus kedua yaitu Edo Putra Pratama Rajasaka anak dari Ridwan Rajasaka orang terkaya di pertama di Indonesia kekayaan yang di bangun atas keringat masa muda Ridwan, dulu Ridwan membangun perusahaan itu bersama sahabatnya tapi setelah iya sukses sahabatnya menghilangkan bak ditelan bumi.
Kembali ke Randi setelah sholat Jumat Randi dan Edo bertemu di restoran yang bernuansa alam agar tercipta suasana tenang dan berharap kerjasama ini mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
"Assalamualaikum Pak Randi?" ucap salam dari Endo.
"Waalaikumsalam Pak Edo, silahkan duduk saya sudah pesankan makanan mari kita makan siang dahulu sebelum membicarakan kerja sama kita" ucap Randi.
Edo menggangguk lalu duduk berhadapan dengan Randi , lalu Randi dan Edo menyantap makan siang yang terasa nikmat karena di suguhkan memandang yang sangat sejuk. Setelah makan siang Randi dan Edo membicarakan masalah kerja sama antar dua perusahaan itu dan Edo pun menyetujuinya.
"Terimakasih banyak Pak Edo" Randi pun menerima uluran tangan Edo dan mereka saling berjabat tangan , tanda bahwa saling menerima kerjasama itu.
Setelah Randi selesai mengadakan kerjasama , Randi berniat berkunjung ke rumah Lisa. Karena Randi janji akan mampir ke rumah Lisa . Randi menuju ke rumah Lisa dengan sopir serta asistennya Roni. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit Randi Sampai di rumah Lisa .
"Assalamualaikum" ucap Randi.
"Waalaikumsalam jawab adik Lisa, siapa ya ada yang bisa saya bantu Pak?" jawab adik Lisa.
"Saya Randi ingin bertemu Lisa , apakah ada?" tanya Randi
"Pacarnya mbak Lisa ya , tumben mbak Lisa pacaran biasanya anti laki-laki," ucap adik Lisa dengan polosnya.
"Bukan saya atasannya, apa bisa di panggilkan dek ?" tanya Randi sekali lagi, cukup gemas dengan adiknya karena dari tadi kepo sekali.
__ADS_1
Jelas adik Lisa kepo soalnya mbaknya itu tidak pernah berteman atau ada tamu laki-laki karena kebanyakan teman mbak Lisa perempuan.
"Silahkan masuk Pak, saya panggil mbak Lisa sama Ayah dulu" ucap adik Lisa.
"Baiklah terimakasih" .. Randi duduk di sofa ruang tamu. Setelah menunggu 5 menit Lisa yang membawa nampan minum dan di iringi ayahnya menemui Randi di Ruang tamu.
"Silahkan di minum mas " ucap Ayah Lisa.
"Terimakasih Pak" Randi meminum minuman yang di sajikan oleh Lisa.
Lalu Lisa duduk di samping Ayah Lisa kemudian di susul oleh Ibu Lisa yang membawa makanan ringan .
”Silahkan mas-mas adanya begini semoga suka," Ibu Lisa mempersilahkan Randi dan Roni. mereka semua menikmati hidangan sebelum percakapan serius itu di mulai .
bersambung
Maaf BESTie masih banyak typo
bonus visual
Edo
Randi
Lisa
__ADS_1