
Happy Reading ~~
Mohon selalu Support Karya Mama dengan Like, Tulis Komentar, dan Klik Favorit ππ»β€
.....
Berbeda pula dengan Rikki dan Jessy. Pasangan pengantin baru paling gesrek.
Sudah masuk empat hari mereka menjadi suami istri secara resmi. Namun sampai sekarang mereka belum MP dan bertemu orang tua Rikki.
Alasan Jessy adalah karena dia tidak ingin mengambil langkah lebih jauh dulu sebelum mendapatkan restu dari Mama Rikki.
Mama Rikki adalah Single Parent. Papa Rikki meninggal pada saat Rikki masih berusia lima belas tahun.
"Mama mau ketemu kamu Jes..!" ucap Rikki tiba-tiba memecahkan keheningan.
"Tapii Rik.. aku takut ..!" gugup Jessy.
"Takut kenapa..? Mamaku gak makan orang kok..!" ucap Rikki menggoda Jessy.
"Ckk.. Takut aja .. Kalau Mama kamu kamu gak setuju dengan pernikahan kita.. !"
"Kenapa mama gak setuju..?" Rikki menaikkan satu alisnya bingung dengan penuturan Jessy.
__ADS_1
"Uhmm secara aku ini bukan dari kalangan seperti kamu.. Gak Sederajat...Anak sebatang kara, gak punya keluarga.. dan gak se-tajir kamu..!" seru Jessy dan menatap nanar ke arah jendela apartment melihat hiruk pikuknya kemacetan di Kota J di sore hari.
Rikki meletakkan kopi yang tadi sempat di minumnya. Dan mendekati Jessy yang saat ini memunggunginya.
"Jess.." panggil Rikki dengan begitu lembut dan memeluk Jessy dari belakang.
"Aa...Ngagetin aja Rik..!" sontak Jessy yang mendapat kan pelukan tiba-tiba dari Rikki.
Dan Rikki hanya tersenyum dan menaruh dagunya di bahu Jessy.
Semenjak menikah dengan Rikki. Sikap Rikki berubah 180 derajat. Yang dulunya selalu slengean dan gesrek kalau bicara dengan dirinya. Sekarang begitu lembut dan menatapnya dengan tatapan yang penuh cinta.
Jessy baru menyadarinya sekarang. Ternyata laki-laki yang tulus mencintai akan menerima dia apa adanya.
"Kamu itu wanita pilihan ku..Aku yakin Mama akan menyukaimu juga..hmm..?" ucap Rikki meyakinkan Jessy dan memutar badan Jessy agar melihatnya. Rikki menatap bola mata Jessy yang begitu indah.
"Tapii.. Rikk..!" Ragu Jessy
"Mana Jessy yang dulu aku kenal..? Jessy yang selalu penuh percaya diri ..? hmmm..?"
Jessy tersenyum mendengar ucapan Rikki.
"Hmm baiklah..!"
__ADS_1
"Terimakasih sayang..!" ujar Rikki dan memeluk erat Jessy dan mengusap lembut punggungnya.
Jessy hanya bisa menitikkan air mata dalam diam. Bukan air mata kesedihan seperti empat hari lalu. Namun air mata rasa syukur karena Tuhan memberikannya pria yang begitu tulus mencintai dirinya.
Dia sangat ingat bagaimana Mantannya yang bernama Markus itu menyembunyikan dirinya karena ternyata sang Mama tidak menyukai Jessy. Sampai pernikahan yang Markus janjikan selalu tertunda dengan berjuta alasan. Hingga saat kemarin Jessy tahu kalau ternyata kekasihnya itu sudah menikah tiga bulan yang lalu dan istrinya saat ini sedang hamil.
Yang membuat Jessy heran adalah kenapa Rikki tiba-tiba bisa datang di rumah kecilnya di Jepang. Padahal dia tidak pernah memberitahu Rikki dimana tempat tinggalnya saat di Jepang. Mereka juga hanya sesekali berkabar via chat.
Rikki merenggangkan pelukannya dan kembali menatap wajah Jessy yang ternyata saat ini menangis tanpa dia sadari.
"Ada apa Jess..? Kalau kamu masih keberatan ketemu Mama.. It's ok..!! Aku gak akan memaksa..! Maaf..!" ucap Rikki hati-hati dan begitu terpancar raut wajah khawatir.
Jessy diam tidak menjawab perkataan Rikki. Dia hanya menatap wajah pria yang begitu dia cintai saat itu. Namun dengan cepat dia menata hatinya agar rasa cintanya Kepada Rikki tidak semakin besar. Dia taku mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin. Tapi sekarang pria ini resmi menjadi suaminya dan begitu mencintai dirinya.
"Maaf Rik....
π₯Ίπ₯Ίπ₯Ίπ₯Ίπ₯Ί
#semangattt Jessy..!!! Mama akan selalu dukung kamu ππ
Jangan lupa Like, Komentar dan Favorit β€
...TERIMAKASIH...
__ADS_1