Gadisku Im Falling In Love

Gadisku Im Falling In Love
Serangan Panik


__ADS_3

#Lanjut sayy


Happy Reading 🥀🥀


....


Dua minggu kemudian... Dengan segala Pertimbangan. Rubi memberanikan diri untuk menghubungi Aldi. Biar bagaimana pun anak ini adalah anak Aldi.


"Aku tidak akan meminta mu bertanggung jawab sesuai janjiku...!" batin Rubi sambil menghela nafas dalam.


ring ring ring


"sayang...ponselmu bunyi...!" seru Liliana dari dalam kamar. Saat ini Aldi sedang mandi.


"Angkat aja yank..!" seru Aldi.


Seminggu lalu Aldi mengenalkan Liliana ke keluarga besarnya dan di sambut baik oleh kedua orang tua Aldi.


Mama Aldi sangat menyukai pembawaan Liliana. Dan kedua orang tua Aldi sudah menyuruh Aldi dan Liliana melangsungkan pernikahan.


Namun Aldi dan Liliana menunda pernikahan untuk menata kehidupan dan hati mereka. Masih banyak yang harus mereka berdua selesai kan.


Tapi orang tua Aldi memaksa Aldi dan Liliana untuk menikah. Karena kini mereka berdua sudah tinggal serumah. Untuk menghindari gosip dan zina.


Mama Aldi memberikan pilihan Kalau mau menunda, Liliana dan Aldi harus Pisah rumah.


Tapi Aldi dengan keras menolak. Dia tidak bisa berpikir bagaimana dia harus tidur tanpa pelukan Liliana.


Akhirnya dengan berbagai pertimbangan Aldi dan Liliana menikah secara agama.


Untuk Resepsi dan pendaftaran ke KUA semua keputusan di tangan Aldi dan Liliana.

__ADS_1


Liliana mengambil ponsel Aldi dan membaca nama yang menelpon ponsel Aldi.


"nomor gak dikenal..?" gumam Liliana.


"Halo..?" sapa Liliana.


Rubi yang mendengar suara wanita menjadi diam, ragu untuk berbicara.


Tiba-tiba dia mendengar suara Aldi dan bercakap dengan wanita yang mengangkat ponsel Aldi.


'Siapa yang nelpon istriku sayang..?' (Aldi)


'Gak tau sayang..' (Liliana)


'hmm..? coba aku lihat sayang.. ' (Aldi)


"Halo..!" suara berat Aldi membuyarkan lamunan Rubi.


Rubi memilih mematikan ponselnya.


"Aldi sudah punya istri..?" gumam Rubi dengan tangan gemetar.


"Hampir saja aku merusak rumah tangga Aldi..!" suara panik Rubi.


Rubi tiba-tiba mendapatkan serangan panik. Badannya penuh keringat. Dan suhu tubuhnya menurun.


bip bip bip


"Rubi...kamu di dalam..?"


"Astagaaa Rubi...!!!" teriak Nita melihat Rubi sudah pingsan di pinggir ranjang.

__ADS_1


Dengan cepat Nita menghubungi Dokter Maharani.


"Kenapa Rubi tiba-tiba pingsan Dok..?" ujar Nita ketika Dokter Maharani selesai memeriksa Rubi.


"Rubi terkena serangan panik.." jawab Dokter Maraharani.


"Serangan panik dapat terjadi saat wanita hamil dan terjadi secara tiba-tiba yang menimbulkan perasaan takut, cemas, gugup, hingga ketakutan. Serangan panik dapat terjadi bersamaan dengan peningkatan detak jantung, nyeri dada, pusing, gemetar, hingga kesemutan..." lanjut Dokter Maharani menjelaskan keadaan Rubi saat ini.


"Jadi maksud dokter..Kondisi mental Rubi tidak stabil..?" Tanya Nita dengan oenuh khawatir.


"Iya.. Aku jadi ingat pada saat pertama kali aku bertemu dengan Nona Rubi... Dia mengalami depresi berat... "


"Nona Rubi membutuhkan sosok tempat dirinya bersandar.. " lanjut Dokter Maharani.


"Saya kurang tahu apa yang terjadi sebelumnya.. Namun yang cukup saya pahami. Nona Rubi menyembunyikan kabar kehamilannya pada ayah anak yang di kandungnya.."


"Baik dokter.. terimakasih banyak sudah ada untuk Rubi selama ini.." ucap Nita dengan tulus.


"Iya sama-sama.."


"Semoga semua yang mengganjal di hati mu.. bisa kamu selesaikan Rubi.." Gumam dokter sambil mengusap lembut lengan Rubi.


"Kalau begitu aku permisi.." pamit Dokter.


"Iya Dok.."


"Kehidupan apa yang sudah kamu lalui Rubi selama aku tidak ada...!" gumam Nita yang terduduk lemas di sisi sahabatnya.


☘☘☘☘☘


#Tolong Like, Komentar, Favorit, dan Votenya jangan di lupa ya beb 😘

__ADS_1


...Terimakasih...


__ADS_2