
#Lanjut beb Crazy Up π₯Έ
#Ingat Jempolnya mampir ke tombol Like, Tulis Komentar, Kirim Hadiah dan Vote ya π Biar Popularitas Karya ini bisa naik π
#lope you sekebon timunn π₯π₯
Happy Reading π€
....
"Tuan Aldi.. aku baru dapat info kalau Nona Eliza akan ikut ke Studio pemotretan hari ini..!"
"hahhaha... ternyata keberuntungan berpihak padaku..!!" seru Aldi.
"Siapkan kendaraan..! Aku ingin berada di sisi Eliza ketika dia terluka..!" lanjutnya dengan tersenyum devil.
"Baik Tuan..!"
"Sayang.. tiga puluh menit lagi aku akan take photo.." seru Kevin.
"Iya sayang.."
"Hai Vin...maaf ya aku telat..!" sapa Rubi dengan sok manja ke Kevin.
Kevin menaikkan satu alisnya dan tidak menggubris sapaan Rubi.
Eliza menatap tajam Rubi dengan tingkah genitnya di depan suaminya.
Rubi berjalan masuk ke dalam studio tidak memperdulikan Eliza.
Kevin mengusap lembut punggung istrinya..
"Tidak usah di ladeni ya sayang.. ingat ada Baby Bos disini..!" bisik Kevin lembut dan menge cup kening Eliza.
"Iya suamiku sayang..!"
cup
Eliza mendaratkan ci uman di pipi Kevin.
Darah berdesir di sekujur tu buhnya.
__ADS_1
"Seandainya di rumah aku akan melahapmu..!" bisik Kevin ke Eliza dan di sambut cu bitan kecil di perut Kevin.
"Dasarr..!"
"Dasar apaa..?" goda Kevin ke Eliza.
"Dasar suamiku ganteng..!" ucap Eliza dengan wajah menggemaskan.
"Ugh...sayang..! Kita langsung pulang saja..!" seru Kevin hendak menarik tangan Eliza.
"Jangan aneh-aneh deh..! Yuk masuk..!" seru Eliza menarik tangan Kevin.
"Sayaangg..." Kevin merajuk dengan manja. Untung saja saat ini semua orang sudah berada di dalam studio.
Eliza hanya tersenyum dan terus menyeret suaminya.
Sesampai di dalam studio. Semua mata tertuju ke mereka berdua. Bukan karena apa. Itu karena Kevin yang tidak sadar masih bergelayutan di lengan Eliza tanpa sadar kalau dirinya sudah ada di dalam studio.
"Iya..? mau pulang..?" seru Kevin semangat.
Eliza hanya memberi kode dengan matanya agar melihat sekitar. Kevin sempat terpaku tiga detik dan sadar posisinya saat inj sangat memalukan.
"Ehmm..ehmm..!"
Eliza hanya tersenyum melihat kekonyolan suaminya. Setiap hari ada-ada saja tingkah suaminya yang membuat dirinya tergelak tawa.
Semua orang yang tadi melihat Kevin segera saja mengalihkan pandangan mereka.
Bisa-bisanya CEO yang terkenal sangat dingin dan kaku bisa bersikap impulsif seperti tadi.
"Haiii Jessy..!!" Sapa Eliza senang ketika melihat Jessy duduk disamping Rikki.
__ADS_1
Jessy tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Ternyata kalian bersahabat kelakuan sebelas duabelas ya dalam kebucinan..!" sindir Jessy ke Rikki.
"Mana ada sayang.. aku tidak mungking seperti Kevin..!" balas Rikki tidak terima dibilang bertingkah seperti Kevin. Dia yang melihat Kevin seperti tadi saja sudah malu. Bagaimana kalau dia yang seperti itu. Pasti sangag memalukan.
"Iya..tapi lebih parah..!" ucapan telak dari Jessy membuat Rikki bungkam.
Jessy melihat raut wajah Rikki yang begitu lucu ingin sekali menyubitnya.. "Tapi aku suka kok sayang.." bisik lembut Jessy ke Rikki.
"Sayangg..?" gumam Rikki mengulang perkataan Jessy. Karena baru kali ini Jessy memanggilnya dengan kata semanis itu.
"Iya suamiku sayang..!" ulang Jessy dengan lembut.
Kini wajah Rikki sudah semerah tomat. Perasaan nya saat ini seperti begitu banyak taburan bunga.
Jessy berdiri menyambut Eliza dan memeluk nya hangat. Walaupun mereka baru bertemu satu kali. Eliza dan Jessy langsung merasa klop.
"Apa kabar bumil cantik..?" sapa Jessy.
"Ssttt.. masih belum on publik..sehat aunty Jessy..!" seru Eliza.
"Kenapa..?" tanya Jessy penasaran.
"Kata orang tua katanya gak baik terlalu di umbar-umbar..!"
"Kan berita bahagia ?"
"Iya memang berita baik dan bahagia. Tapi tidak semua orang berpendapat sama. Karena ini masih awal kehamilan. Masih terlalu banyak resiko. Dan katanya tidak semua orang akan ikut berbahagia dalam kebahagian kita. Jadi untuk menghindari doa yang jelek. Lebih baik fokus mendoakan untuk kebaikan saja..!" ucap Eliza mengulang kata Mama Silvy.
"hmmm.. begitu ya..Angel gak datang..?"
"Ellll... Jess...
__ADS_1
πΉπΉπΉπΉπΉ