
#Hai..hai.. Yukk Lanjut sayy π
...HAPPY READING...
Mari kita tinggalkan sejenak tiga pasangan bucin abad ini. π
Ada yang penasaran bagaimana nasib Rubi dan Aldi..?
Walaupun tidak ada yang penasaran. Mama tetap tulis ya ππ€£ Waktu dan tempat di persilahkan, mama menunggu kalian di kolom komentar π
Setelah di usir dari studio. Andri menugaskan seorang supir untuk mengantar Rubi kembali ke Apartmentnya.
Sepanjang perjalanan, ponsel Rubi tidak berhenti berdering. Semua panggilan dari berbagai brand dan stasiun TV dia abaikan. Saat ini dia hanya ingin tiba dengan cepat.
Ceklek...
Dirinya bersimpuh di lantai begitu masuk ke dalam apartemen nya. Jeritan suara pilu nya mengisi ruangan.
Dia merasa benar-benar hancur, dan menyesal. Kini dia sendiri, tanpa siapapun berada di sisinya.
Sahabatnya yang selalu ada untuknya, Kini tidak pernah lagi muncul di depannya semenjak kejadian terakhir.
__ADS_1
"Hikkss..Nita...!" tangisnya tiada henti merindukan sosok sahabatnya yang selalu ada di mana dan kapan pun. Selalu menjadi garda terdepan untuk dirinya.
"Aku sungguh bodoh..! Sekarang apa yang harus aku lakukan...!!" Rubi merutuki dirinya sendiri. Tiba-tiba perutnya seperti teraduk-aduk. Rasa mual menghampirinya.
Rubi bangkit dari duduknya menuju kamar mandi dengan sedikit berlari.
"Hoekkk..hoekkk..!" Rubi mengeluaran semua isi perutnya.
Kepalanya terasa berputar-putar, puncak kepalanya begitu sakit. Rubi dengan cepat membilas wajahnya dan berkumur.
Kemudian ketika Rubi hendak keluar. Mual nya menyerang kembali.
Aldi yang melihat dengan mata kepalanya sendiri dari kejauhan kejadian tadi siang menggunakan teropong dari gedung sebelah.. Merasa begitu putus asa. Rencana yang sudah dia atur sedemikian rupa tidak ada satupun yang berhasil.
Dirinya begitu frustasi. Entah sudah berapa botol minunan keras yang sudah dia habiskan saat ini.
Liliana yang melihat dari dalam kamar merasa sedikit iba. Aldi begitu berantakan, bajunya sudah berantakan, mencuat kiri dan kanan. Ranbutnya berantakan akibat sedari tadi Aldi terus mengcengkram anak rambutnya
"Sebesar itu kah cintamu dengan Eliza..?" gumam Liliana dengan datar aambil menata Aldi. Dia ingin menghampiri Aldi saat ini. Tapi dia merasa sedikit takut mengganggu waktunya.
Liliana melangkah mundur dan kembali masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"hmmm.. apa perasaan ku ini salah..? Tidak mungkin terjadi.. Aku pasti hanya terbawa suasana....!" gumam Liliana dan larut dalam pikirannya.
Entah sejak kapan perasaan perduli nya kepada Aldi semakin bertambah. Dia tahu ini salah. Jadi selama dia bisa menutupi dan bersikap biasa saja Aldi tidak akan tahu.
Dulu Liliana berpikir hubungan mereka hanya saling memuaskan na"fsu bi*rahi mereka. Selama dia bisa memuaskan Aldi di atas ranjang. Semuanya akan beres. Kehidupannya akan terjamin tanpa harus mengikuti aturan dari Mama tirinya yang seorang penjudi.
Awal mula dia menjadi begitu liar karena Mama tirinya menjualnya kepada temannya akibat hutang judinya. Setelah merasa kehormatannya sudah di renggut dan menjalani kehidupan sesuai mama tirinya inginkan. Dirinya adalah mesin pembayaran semua utang-utang mama tirinya.
Walaupun pada saat itu dia sudah bersama Kevin. Dirinya tetap harus melayani pria atas suruhan Mama tirinya. Sehingga sek s menjadi sumber kehidupan untuk dirinya dan menerima takdirnya.
Seperti pada saat malam Kevin mendapati dirinya sedang ber hubungan ba dan dengan seorang pria di Apartmentnya. Satu jam sebelumnya, Mama tirinya datang bersama seorang pria. Dan pada saat itu juga dia harus melayani pria tersebut karena sang Mama menginginkan uang tunai.
Namun Naas nya, Pria yang dia cintai melihat apa yang selama ini dia tutupi.
"Mungkin takdirku sudah seperti ini...!" gumam Liliana sambil menangkupkan kepalanya di lututnya.
π₯²π₯²π₯²π₯²
#Yang sabar ya Liliana π£
Teman-teman bantu Like, komentar, favorit, dan kirimin hadiah point ya β€
__ADS_1