
Maaf banget Mama baru sempat buat BonChap nya lagi ππ»ππ»
Kali ini tentang Rubi... Bagaimana kehidupan Rubi setelah meninggalkan masa lalu nya di Indonesia..??
Yang penasaran.. Jangan Lupa buat Kirim VOTE ke Karya ini ya π
Mama berharap banget karya ini bisa masuk Vote Populer π₯Ί Terimakasih banyak buat semua nya yang selalu tinggalkan komentar-komentar yang buat Mama senyum-senyum sendiri ππ
I Love You All β€β€
...... Happy Reading .....
Tidak terasa sudah tiga bulan Rubi tinggal di London bersama Nita sang sahabat.
Nita membeli sebuah hunian yang nyaman untuk Rubi, dirinya dan Putri kecil yang akan segera hadir.
Nita memilih sebuah wilayah Perumahan yang cukup mewah, dengan halaman depan yang cukup luas.
Setelah mendarat di London, Rubi benar-benar melupakan semua masa lalunya Di indonesia. Apalagi pada saat dirinya mengecek ponselnya, tidak mendapati satu pun chat dari Aldi.
"Nit... perut aku mules...!!" ujar Rubi setelah menutup pintu pagar. Tiap pagi, Nita selalu menemani Rubi untuk berkeliling taman di sekitar perumahan mereka.
"Laper lagi..??" tanya Nita yang tahu betul dengan nafsu makan sahabatnya akhir-akhir ini. Setiap dua jam, Rubi selalu mengunyah.
"Gak...! Punggung aku sakit banget..!!" gumam Rubi yang berusaha jalan masuk ke dalam rumah sambil memegang pinggang nya.
"Sini aku bantuin..!" seru Nita yang langsung memapah Rubi.
"Duduk dulu...!" titah Nita, menyuruh Rubi duduk di kursinya. Lalu Nita dengan telaten mengangkat kaki Rubi di kursi kecil.
Nita dengan sengaja membeli sofa khusus untuk Rubi. Sofa yang membuat Rubi nyaman apda saat hamil dan nanti menyusui.
"Thank You Nit...!" gumam Rubi dengan menahan rasa sakit di pinggangnya.
"sama-sama.." balas Nita yang langsung berlalu ke dapur mengambil segels air outih untuk Rubi.
"Minum dulu..!" ujar Nita sambil menyodorkan gelas ke arah Rubi.
"Rubiii.....!!! Kamu ngompol...??" seru Nita kaget melihat sofa menjadi basah.
"Ehhh...?? gak lah...!!" jawab Rubi dan ikut melihat ke bawah.
"Oh My... Nita...!!!" pekik Rubi.
"Ada apa..??? Ada Apa...??" seru Nita ikutan panik.
__ADS_1
"Kayaknya ini air ketuban ku..!" gumam Rubi.
"Whattt...!! Artinya...???" seru Nita yang langsung saja berlari ke kamar mengambil koper yang sudah di siapkan. Dan mengambil kunci mobil.
Setelah menaruh semua keperluan yang di butuhkan. Nita kembali ke dalam untuk memapah Rubi ke mobil.
"Ayo..." ajak Nita dengan hati-hati dirinya mendudukkan Rubi di jok mobil.
Kurang lebih lima belas menit, mereka tiba di Rumah Sakit Bersalin yang sangat terkenal.
Banyak selebriti dan pejabat negara yang melahirkan anak-anak mereka di Rumah sakit ini. Awalnya Rubi sangat keberatan ketika Nita memilih Rumah Sakit ini. Karena biayanya yang sangat mahal, karena Rumah Sakit ini memiliki fasilitas layaknya Hotel bintang lima. Namun, Nita bersikeras agar Rubi mengikuti kata-katanya.
Dan di sini lah mereka. Ketika Nita tiba di pelataran Rumah sakit. Dengan sigap para perawat menghampiri mereka. Dan memberikan tindakan untuk Rubi.
Nita mengikuti Rubi dan para perawat sambil menarik koper.
"Nit..sakit bangett..!!" lirih Rubi meremas pegangan kursi roda yang dia naiki saat ini.
"Iyaa...iya...Kamu kuat Rub..!!" seru Nita memberikan semangat ke sahabatnya itu.
Kini Rubi tiba di ruang bersalin untuk mendapatkan pemeriksaan dari dokter.
"Excuse me Mom..." sapa Dokter wanita dengan ramah kepada Rubi. Meminta izin untuk melihat **** ***** Rubi.
"Yes Doctor Margareth...." jawab Rubi dengan sedikit mengulas senyum.
(Anggap aja pakai bahasa inggris ya π₯° Biar gak ribet baca nya kalau Mama translate lagi ππ» takutnya malah terganggu karena double-double π₯°)
"Tekuk kaki nya Mom.." ujar Dokter Margareth dengan ramah.
Rubi mengikuti perintah Dokter. Lalu dengan cekatan. Dokter Margareth memasukkan jaringan untuk mengetahui seberapa lebar serviks akan membuka.
Ternyata baru empat jari atau kurang lebih empat centimeter. Menandakan Rubi baru masuk di pembukaan empat.
Apabila ukuran lebar serviks mencapai sepuluh centimeter. Itu tandanya Rubi sudah siap melahirkan.
"Mom Rubi masih pembukaan empat, Saya akan rutin memeriksa setiap sepuluh menit. Apabila Mom Rubi merasakan sakit teramat sangat. Segera panggil perawat..." ujar Dokter Margareth ke Rubi.
"Baik Dok..Terima Kasih...!" jawab Rubi.
"My pleasure honey..!" jawab Margareth ramah. Lalu keluar dari tirai yang menutupi Rubi.
Rubi hanya tersenyum manis membalas ucapan Dokter Margareth.
"Mom...!!" teriak seorang pria kepada Margareth.
__ADS_1
"Oh My God..!! Ken...!!" seru Margareth kaget melihat putra nya berada di kamar bersalin.
"Bagaimana keadaan Rubi..?" seru Ken dengan panik.
"Come on Ken..!!! Kau terlihat seperti seorang Daddy yang menantikan kelahiran seorang putri..!!" seru Margareth menggoda putra nya.
"Mom...!!" rengek Ken kepada sang Mamabyang selalu saja menggodanya.
"Rubi baik-baik saja... Mungkin kurang lebih dua jam lagi dia akan melahirkan..!" jawab Margareth santai sambil mencuci tangannya di westafel.
"Ohh God..!!" seru Ken tidak bisa membayangkan rasa sakit yang di alami Rubi.
Ken adalah putra pertama Dokter Margareth. Dirinya pertama kali bertemu Rubi ketika menjemput sang Mama di Rumah Sakit.
Awalnya dia hanya kagum dengan kecantikan Rubi. Dan menekan perasaan nya kepada Rubi. Dirinya sadar sudah jatuh hati kepada seorang wanita yang sudah bersuami dan akan memiliki anak.
Satu bulan berlalu, setiap bertemu dengan Rubi. Dirinya menjadi penasaran. Kenapa Rubi tidak pernah di antar oleh suaminya. Rubi selalu bersama saudara perempuan nya.
Karena penasaran, Ken nekat bertanya kepada Sang Mama tentang Rubi.
Karena memang Margareth memiliki karakter yang dekat dengan pasiennya. Margareth selalu melakukan sesi curhat dengan para pasien untuk lebih mengenal kondisi pasien dan mental pasien nya.
Awalnya Margareth tidak mau menceritakan tentang Rubi, karena itu merupakan privasi pasien nya. Namun karena sang putra setiap hari meneror nya dengan pertanyaan yang sama. Margareth pun menyerah, dan menceritakan masa lalu Rubi.
Walaupun tidak semua Rubi ceritakan Kepada Margareth. Karena baginya, hanya cukup dirinya yang tahu aib masa lalunya. Jadi, Rubi hanya menceritakan tentang dirinya yang sudah melakukan sebuah kesalahan teramat fatal dan memilih meninggalkan Ayah dari anaknya karena ini adalah pilihan hidupnya.
Setelah mendengar cerita dari Margareth. Ken meminta izin kepada Margareth untuk mendekati Rubi dan meminta agar sang Mama menghargai dan memberikan support untuknya.
Margareth hanya tersenyum melihat putranya. "Pilihan hidup mu ada di tangan mu Ken.. Dan.. Rubi adalah wanita yang baik...!" ucap Margareth yang begitu sederhana namun mewakili semuanya.
"Thank You Mom...!!!" seru Ken senang dan mengecup pipi sang Mama.
Dan sudah terhitung dua bulan lebih Ken terus mendekati Rubi dan selalu memberikan perhatian ke Rubi. Namun, Rubi yang masih menata perasaan nya tidak terlalu menanggapi segala bentuk perhatian Ken.
"Mom.. boleh aku melihat Rubi..??" pinta Ken. kepada Margareth.
"Hmm.. masuklah..!" ujar Margareth.
"Rubi...
"Ken....
β€β€β€β€β€
Kita bakal Lanjut Next BonChap ππ
Jangan lupa Like, Komentar dan kirimin Mama Hadiah ya π
Saranghae...β€β€
__ADS_1
ββββββ