
β Menuju detik - detik Last Chapter π₯Ί
β bantu like, komentar, hadiah, favorit dan vote ya β€
β Hari senin waktunya Vote β€ makasih π
...... Happy Reading ......
"Hai Kevin sayang... apa kau masih mengingatku.. aku sekarang di Indonesia, mau bertemu seperti biasa..? Aku merindukan sentuhanmu..."
Deg... Eliza menatap tajam ke arah Kevin.
Tapi pias wajah Kevin tetap berusaha tenang.
"Mampus...mana pas Eliza ikut baca..!" batinnya.
Tatapan Eliza ke dirinya seperti ingin memakannya hidup-hidup.
"Jelaskan atau kamu tidak akan bisa men...!"
"Tenang sayang...!" potong Kevin sebelum Eliza mengancamnya dengan ancaman yang paling dia takuti itu. Membayangkan tidak bisa menyentuh istrinya.
Tiba-tiba dirinya bergidik ngeri dan geleng-geleng kepala.
"Sini sayang...kamu duduk dulu.." seru Kevin dan hendak meraih tangan Eliza namun langsung di tepis oleh Eliza.
__ADS_1
Eliza langsung berjalan sendiri menuju sofa sudut di lantai dua.
"Kenapa malah berdiri di situ..?!" ketus Eliza yang malah mematung di tempatnya.
"Ah.. iya sayang...!" pertama kali mendapatkan penolakan seperti ini dari Eliza membuat dadanya seperti tersayat.
"Bukankah seharusnya hari ini mo ment indah yang harus aku lewati malam ini..!! Harusnya setelah lihat-lihat seisi rumah. Aku dan istriku bisa menikmati malam panas di kamar baru kita...!" batin Kevin meringis.
Kevin tiba di depan Eliza yang sedang duduk manis.
"Ahhh.. cantiknya istriku..!" gumam Kevin ingin sekali memangsa nya sekarang. Muka galaknya seperti ini bikin tambah gemas.
Eliza menatap Kevin sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
Kemudian perlahan Kevin berlutut di depan Eliza. "Sayang..." panggil Kevin dengan lembut.
"Hemmm..!" jawab Eliza dengan ketus.
"Aku akan ceritakan semuanya.. tapi ingat.. itu semua hanya masa laluku yang suram.. Kini kamu masa depanku satu-satunya..!" seru Kevin menatap lekat istrinya itu sambil melihat ekspresi nya.
Eliza diam.. tidak menanggapi. Dia hanya ingin kejujuran Kevin. Dia sudah tahu masa lalunya dengan Liliana. "Apa masih ada yang Kevin tutupi..?" batinnya.
"Aku tidak pernah menceritakan ini karna aku berpikir ini tidak pnting dan hanya sekelabat lewat saja dari perjalanan hidupku sebelum bertemu kamu.."
"Tapi ternyata aku salah.. seharusnya dari awal aku ceritakan semuanya ke kamu... Mungkin karena aku terlalu takut bagaimana pandangan mu ke Kevin yang dulu..Kevin sebelum mengenal Eliza..." Lanjut Kevin dengan tatapan sayu.
__ADS_1
"Pesan yang tadi kamu baca adaah pesan dari salah satu wanita yang biasanya aku bayar untuk memuaskan hasrat ku.." ucap Kevin begitu pelan.
Eliza menutup mulutnya terkejut.
"Dulu aku begitu bodoh, karena merasa di khianati oleh wanita yang aku percaya selama ini. Dengan begitu cepat aku menilai semua wanita sama seperti dia... Semua wanita hanya menginginkan uang dan akan rela menyerahkan dirinya..!" sambung Kevin.
"Jaa...di..?!" akhirnya Eliza bersuara dengan nada tersendat. Dia tahu semuanya hanya masa lalu suaminya. Tapi setidaknya dia ingin tahu semuanya walaupun mungkin akan sedikit perih di hati nya pada saat tahu kejujuran. Paling tidak sakitnya hanya pada saat itu.
"Jadi..
βββ
#Nah Loh...!! π€―π€―
Selalu support Kevin dan Eliza beserta sahabat mereka ya, Biar mereka bisa terus eksis di beranda Noveltoon πβ€
Dengan cara Like, Komentar, Hadiah Point, Vote, dan Favorit β€
**Terimakasih sekebon Timun dan Jelly
Karya Mama masuk rekomendasi lagi π** β€π
...Love u all...
__ADS_1