Gadisku Im Falling In Love

Gadisku Im Falling In Love
Mimpi atau Kenyataan


__ADS_3

#Masih Edisi πŸ”₯πŸ”₯


#Crazy Up πŸ˜†πŸ˜†


#Mohon yabg di bawah umur lebih bijak ya πŸ₯°


#Yang sudah berkeluarga segera ikat pasangannya 🀣


#Mama Author gak tanggung akibatnya πŸ˜‹


#Ingat Untuk Like, Komentar dan Kirim hadiah Point ya πŸ™πŸ» Karena dengan itu kalian support Karya Mama πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


...πŸ”₯Happy Reading Semriwing πŸ”₯...


............


Liliana pun dengan patuh berbaring diatas meja. Kemudian Aldi menarik Liliana hingga bagian miliknya pas berada di pinggir meja.


"Aldi... Boleh aku tanya sesuatu..?" ucap Liliana dengan hati-hati dan memegang lengan Aldi


"Iya.. ada apa..?" Aldi menatap lekat Liliana.


"Apa kamu masih ingat Eliza atau membayangkan Eliza saat ini..?"


Deg... Aldi terdiam.


Dia tersadar kalau sedari tadi tak ada sedetik pun Eliza di pikirannya. Mengingat namanya saja tidak. Apalagi membayangkan wajah Eliza.


Kali ini dia benar-benar menikmati setiap sentu hannya bersama Liliana.


Liliana tersenyum dan berkata..


"Its ok.. Al.." dengan tatapan nanar.


Aldi membangunkan Liliana dan menatap wajah wanita di depannya. Dia akhirnya sadar.



"I Love You Lili..." ucapnya dengan begitu hangat dan suara berat. Kemudian men ciumi wajah Liliana.


"Aku ingin kamu.. bukan wanita lain. Tak ada nama wanita lain.. sekarang hanya kamu di pikiranku.. aku ingin bercin ta dengan Liliana ku...!" ucap Aldi dengan wajah yang begitu senang tanpa beban apapun.


"Sekarang di sini, di sini dan di sini hanya ada kamu...!" seru Aldi sambil mengarahkan tangan Liliana, di kepalanya, di matanya, dan di dadanya.


"Sungguh..?" ujar Liliana.


Bukannya menjawab, Aldi langsung saja me lu mat bi bir Liliana dan dengan perlahan mendoorong tu buh Liliana ke belajang hingga berbaring.


"Entah sejak kapan pikiranku hanya terfokus padamu Lili..!" ucap Aldi di sela-sela lu ma tannya di gunung Liliana.

__ADS_1


"Ahh.."


"Aku menjadi ke kanak-kanakan hanya untuk mencari perhatian mu..!"


Kini Aldi berpindah ke tengkuk leher Liliana dan men ji lati nya dengan lembut.


"All...ahh..!"


"Aku gelisah setiap kamu keluar rumah..!"


Aldi kembali meng hi sap gunung Liliana dan me re mas gunung saling bergantian. Lalu mengigit lembut titik pu cuknya .


"Ahh... "


Des sahan demi des sahan keluar dari bi bir Liliana.


Sentu han dan ungkapan perasaan Aldi mem buatnya tidak bisa berbicara. Liliana ter buai begitu dalam. Pandangan matanya begitu berembun dan sayu.


"Aku selalu ingin tidur di samping mu dan memeluknya dengan erat sambil menghirup aroma tu buhmu..."


ucap Aldi sambil menghirup aroma tu buh Liliana di bagian ce ruk lehernya.


Kepala Liliana menjadi kosong. Tangannya meraih tangan Aldi dan memasukkan ibu ja ri Aldi kemudian di lu mat nya dengan begitu lembut. Tu buh terasa begitu geli setiap Aldi menyen tuhnya, Menge cup nya, men ji lat nya.


"ouhm.. nggg.."


"Aku marah dan cemburu ketika kau membahas pria lain di depanku.."


Aldi menaikkan satu kaki Liliana ke bahunya dan kembali me ma cu dengan cepat.


"Al..al...Harder sayang... !!" ucap Liliana dengan menekan kata sayang.


"Katakan kau juga mencintaiku Lili..!" seru Aldi sambil terus ber ge rak , me ma cu kenik matan. Tatapan tak lepas dari Liliana. Raut wajah Liliana ketika ber c nta dengan nya sangat membuatnya ber ga irah.


"Aldi..ah...Aku aku... sangat mencintai mu...Ahhh...!" teriak Liliana dengan suara yang sangat serak bersamaan dengan menum pahkan mi liknya.


Aldi tersenyum bahagian dan me ma cu dirinya dengan cepat dan "Ah...Ugh..! Liliana...!" seru Aldi men dapatkan pun caknya dan menum pahkan semuanya di dalam Liliana.


Aldi terbaring lemas di atas tu buh Liliana. Nafas mereka saling mem buru akibat pun cak ke nik matan yang mereka dapatkan.


Aldi bangun dan menatap Liliana begitu hangat.."Terimakasih sayang.. !" kemudian mengecup kening Liliana begitu lama. Membuat Liliana tak bisa menahan harunya.


"Semoga ini bukan mimpi..." batin Liliana kemudian memeluk erat tu buh Aldi yang b sah karena keringat.


"Ini se ks terbaik dalam hidup ku Lili...!" ungkap Aldi begitu tulus menatap manik mata Liliana.


"Me too.. ! Se ks terindah dalam hidupku Al... Terimakasih..." balas Liliana dan tersenyum.


"Ahh.. senyuman mu begitu indah..!" gumam Aldi dan melu mat bi bir Liliana.

__ADS_1


"Pantas di sebut cassanova.. pintar gombal..!" sindir Liliana ingin menggoda Aldi.


"Apa kamu bilang..??" seru Aldi dan melotot dengan mimik wajah yang lucu.


"Raja Gombal..!" ujar Liliana dan tertawa lepas.


"Apaa...!!! Rasakan ini...!!" seru Aldi kemudian mengelitik pinggang Liliana. Membuat Liliana tertawa dan berteriak kegelian.


Ini pertama kali mereka merasa begitu lepas bercanda dan berbicara. Begitu semua beban di hati di ungkap kan. Yakin dan percaya. Kita bisa hidup lebih ringan dan menjalani hari demi hari dengan kebahagian.


"Ampunn... ampun...! Hahhaha... Gelii Aldi...!!" jerit Liliana. Karena Aldi menggelitik lehernya.


"Minta ampun baik-baik..!!" titah Aldi.


"hahaha... Aldiii.. Geli..!!"


"ehmm Panggil dengan panggilan spesial...!!" seru Aldi dengan sedikit malu tap memasang wajah datar.


"Spesiall...!" goda Liliana.


"Kamu memang cari masalah..Hahh..!! Dasarrr..!!! Mentang-mentang di sayang..! Bertingkahh..Hmm..!"cerocos Aldi sambil terus menggelitiknya, Tapi kata-kata Aldi membuat Liliana tersipu malu. Jantungnya berdetak tak karuan.


"Aldi ku sayang... sayang...!" ucap Liliana dengan begitu lembut dan hangat.


Deg...Hati Aldi begitu berbunga-bunga. Seolah-olah ada kembang api yang meletup-letup di dadanya. Ingin sekali dia lompat - lompat seperti anak kecil yang habis di belikan balon karakter di abang-abang.


Dengan cepat Aldi mengangkat tu buh Liliana ala bridal.


"Aaaa... Mau kemana..?"


"Memberikanmu hukuman !!" ucap Aldi kemudian me lu mat bi bir Liliana sambil berjalan menuju kamar utama yaitu kamar Aldi.


"Mulai sekarang ini kamar mu..hmm..? Kamar kita berdua..!" ucap Aldi sebelum masuk ke kamarnya.


Liliana berbalik melihat kamar yang di maksud kemudian tersenyum dan mengecup bi bir Aldi.


"Ini bukan mimpi kan sayang..?" seru Liliana.


"Hmmm... Nanti kita cek di dalam sana. Apakah ini mimpi atau bukan..?" ujar Aldi dan mengedipkan mata menggoda nya ke Liliana


"Ahhh bang Aldi.. aku padamu...!!! Gemesss banget.. pengen ku unyel-unyel" batin Liliana. (bukan batin Author πŸ˜†)


Kemudian Aldi membuka pintu dan masuk ke dalam kamar untuk membuktikan apakah Liliana hanya bermimpi atau masuk ke alam mimpi bersama Aldi. 🀣


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


#maaf Aldi sudah kunci pintu kamarnya. Mama gak diizinin masuk 🀣


#Jangan sia-siakan khayalan tingkat dewa mama ini tanpa Hadiah dari kalian πŸ˜†πŸ˜†

__ADS_1


#Tolong Like, Komentar, Favorit, dan Votenya jangan di lupa ya beb 😘


...Terimakasih...


__ADS_2