
#Lanjut saayy π₯°
...
Kembali ke malam Rikki dan Jessy setelah mendapatkan restu dari Mama Irene
π₯π₯π₯π₯
...
"Malam Ini kalian tidur di sini..!" titah Mama Irene.
"Ok Ibunda Ratu.." jawab Rikki.
"Baik Ma.." balas Jessy sambil tersenyum.
Setelah menyantap makan malam. Rikki mengajak Jessy untuk jalan-jalan di taman rumah.
"Rikki.. terima kasih.." ucap Jessy memecah keheningan.
"Untuk..?" balas Rikki
"Kamu dan Mama yang sudah hadir di dalam hidupku.."
Rikki menghentikan langkahnya. Kata-kata yang sangat begitu berarti untuk dirinya. Rikki tertegun dan menatap Jessy.
Dengan lembut Rikki meraih kedua tangan Jessy dan mengecupnya punggung tangannya.
"Aku mencintaimu Jessy.. selalu.. dan selamanya..." suara teduh Rikki. Jantung Jessy berdetak begitu cepat.
Dengan berani Jessy menge cup sekilas bi bir Rikki. "Aku juga mencintaimu Rikki..selalu dan selamanya.." ucapnya begitu syahdu.
__ADS_1
Rikki meraih tengkuk leher Jessy lalu sedikit menunduk dan mendaratkan sebuah ciu man di bi bir Jessy dengan begitu lembut. Jessy sedikit berjinjit dan mengakungkan lengannya di leher Rikki.
Tangan Rikki turun ke pinggang Jessy dan memeluknya begitu erat. Lu ma tan demi lu ma tan, saling memberi oksigen, kepala mereka terus bergerak, bi bir mereka saling me nye sap bergantian.
Di sela ciuman Rikki berbisik dengan perlahan hingga hembusan nafasnya membuat darah Jessy berdesir geli.
"Sayangku.. Jessy..." ucap Rikki sambil terus ber ci uman dengan suara yang begitu serak.
"iya suamiku.." balas Jessy dan menye sap bi bir atas Rikki.
Rikki tersenyum kemudian dengan cepat mengangkat tu buh Jessy.
"Aaaa....Rikki..Nanti jatuh..!" teriak Jessy. Dan mengalungkan kaki nya di pinggang Rikki.
Rikki hanya mendongak menatap kekasih hatinya itu. Teman hidupnya. Pendamping hidupnya.
"Cium aku istriku sayang..." Jessy tersenyum bahagia kemudian menunduk dan mengecup Rikki sesaat.
Jessy kembali me nge cupnya.
"Yang lama sayang..!" rengek Jessy.
"astagaaa sayang...!" seru Jessy.
Yang tanpa Jessy sadari ternyata sedari tadi Rikki berjalan menuju kamar nya.
Para pelayan hanya tersenyum melihat Tuan Muda dan Nona Muda mereka.
Ceklek... Bunyi pintu kamar Rikki.
Rikki dengan perlahan menurunkan Jessy di ranjang.
__ADS_1
Begitu banyak yang ingin mereka ungkapkan. Tapi lidah mereka begitu kelu. Seolah tu buh mereka yang ingin mewakili tiap perkataan yang ingin mereka ucapkan.
"Jessy... " suara berat Rikki, seolah meminta izin untuk malam panjang yang akan mereka lewati.
Jessy tersenyum begitu manis dan mengangguk begitu pelan.
"Karna restu Mama...Aku milikmu seutuhnya sekarang.. aku istrimu....!" kata-kata yang selama ini Rikki nantikan.
Rikki dengan cepat menyambar bi bir Jessy dan me lu mat nya dengan begitu membara. Sunggu berbeda dengan ciu man-ciu mannya sebelumnya.
"Rikki.." Jessy memegang dada Rikki untuk mengambil sedikit oksigen. Nafas mereka beradu. Tatapan begitu sayu. Sedangkan Jessy bisa melihat dengan jelas kilatan bola mata Rikki yang begitu ber ga irah.
Rikki kembali me lu mat bi bir Jessy yang begitu candu. Kemudian dengan Cepat dia membuka pakaian yang Jessy kenakan. Kemudian membaringkan tu buh Jessy di atas kasur tanpa me lepas tau tan bi bir mereka.
"Jessy..." gumam Rikki mene guk sa li vanya tertegun melihat gunung Jessy yang begitu padat dan kencang. Berbalut bra merah maroon. Dengan lembut Rikki mendekat dan menenggelamkan wajah nya di antara ke dua gunung istrinya.
Tangannya menyelip ke bagian belakang untuk membuka pengaitnya. Dan dengan cepat Rikki membuang kain merah maroon tadi dengan asal di lantai kamar.
Kini bisa dia lihat dengan jelas bentuk keseluruhan gunung Jessy.
"Ahh...
πππππ
#Kira-kiraa ada surprise apa ya next chap..?
Kawan-kawan..ππ»
Mama Mau minta tolong untuk BOOM LIKE komentar.
Caranya buka karya pilih detail dan lihat semua komentar (lihat semua), lalu di like aja π
__ADS_1
Terimakasih banyak ππ»