
Nita hanya terdiam. Tian meraup dagu Nita. "Tolak ini kalau memang kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku..."bisik Tian dan mendaratkan ciuman yang lembut.
Nita kembali terkejut di buatnya. Bibir Nita hanya diam terkatup ketika bibir Tian mulai membasahi bibirnya.
Tidak pula Nita mendorong tubuh Tian dan menolaknya. Nita menutup matanya. Mempertanyakan ke relung hati terdalamnya.
Dirinya mengingat pertemuan singkatnya dengan Tian yang begitu membuatnya kesal. Gulat mereka yang terasa begitu lucu.
"Pfftt..." tawa kecil Nita tiba-tiba. Yang membuat Tian memanfaatkan nya. Dimasukkan nya lidahnya dan di sesapnya bibir Nita bergantian.
"Uhmm Tian..." gumam Nita yang kini membuka mulutnya. Sehingga Tian lebih leluasa melu mat bibir ranum milik Nita.
Tian tersenyum senang, Nita mulai membalas ciumannya walaupun terasa begitu kaku.
"Jangan bilang...?" pikir Tian dan melepaskan ciumannya.
Nita melihat wajah bule tampan di depannya.
"Nita... Jangan bilang...I get your first kiss ..?" selidik Tian. Kalau memang seperti itu.
Blushhh
Pipi Nita merona sebagai jawaban.
Tian pun tersenyum dan memegang tengkuk leher Nita. Di lu matnya kembali bibir Nita dengan lembut dan basah.
"Thank you Nit..." ucap Tian di sela ciuman mereka.
- PARIS -
__ADS_1
"Uhmmm....Ken...Ahhh...!" des sahan Rubi kian menjadi ketika Ken memainkan li dahnya di dalam li yang M.v Rubi.
Setelah istirahat ronde pertama mereka, dan saat ini mereka sedang berada di dalam bathtub.
Ken mendudukkan Rubi di atas kepala bathtub dan menaikkan kedua kaki Rubi. Inti tubuh Rubi begitu bersih dan wangi.
Ken sudah sepuluh menit bermain di dalam li yang tersebut. Di gelitiknya memakai li dahnya. Di jilatinya dan di mainkannya ka cang kecilnya.
Rubi terus saja mendes sah dan meraung kenik matan. Rambut Ken sudah acak-acakan akibat perbuatan Rubi.
"Oh my !! Ken...!" lenguh Rubi mengangkat sedikit punggungnya.
Ken memasukkan jemarinya ke dalam liyang Rubi. Dan lidah nya memainkan kacang kecil miliknya.
Ken ingin membuat istrinya itu mencapai puncak kenikmatan terlebih dahulu sebelum masuk ke ronde ke dua mereka.
"Faster Ken !!! Faster please !!" ra cau Rubi yang kini menahan tubuhnya dengan kedua tangannya yang bertumpu di Bathtub. Dadanya di condongkan ke depan. Kepalanya dibuang ke belakang.
Ken terus memainkan jemarinya semakin cepat, dan menambahkan menjadi dua jari dan memainkan lidahnya bersamaan.
Hingga... lenguhan panjang dari bibir Rubi. Bertepatan dengan rasa asin yang menyeruak di mulut Ken.
Ken menyesap dan menye dot liyang Rubi membuat Rubi kembali mendapatkan setruman dahsyat di bawah sana.
"Oh my Ken..!!! Ahhh...!!!" Dengan cepat Ken memapah tubuh rubi yang sudah sangat lemas. Di ciumnya bibir Rubi. Rasa asin dari bawah sana dapat di rasakan Rubi. Membuat dirinya membalas ciuman Ken dengan tak kalah panasnya.
Ken dengan perlahan membuka sumbatan bathtub. Dan memasukkan miliknya. Deru ombak terus bergerak bersamaan dengan gerakan pompaan tubuh Ken.
Rubi kembali di buat mende sah. Sensasi ber cin ta di dalam air terasa sangat berbeda.
Deru ombak perlahan mulai menghilang dengan bersamaan berkurangnya air.
__ADS_1
Ken mempercepat gerakannya.
"Rubi..I Love you sayang..." suara berat Ken menggema di dalam kamar mandi.
"I love you too Ken.." balas Rubi dengan suara satu-satunya akibat deru nafas yang berburu akibat penyatuan panas mereka.
Ken me lu mat salah satu pun cak kembar milik Rubi. "Uh..Ken..!!"
Rubi kembali merasakan di bawah sana ber denyut begitu kuat.
"Bersama sayang..!" bisik Ken yang juga siap mencapai pun cak bersama istrinya.
Rubi pun mengangguk, dan menjepit miliknya. "Arghh !! Rubi.. Kau sangat sempit sayang !!! A-ku tidak tahan...!!"
"Aku jugaa Ken..."lenguh Rubi.
Hingga teriakan ******* mereka memenuhi kamar, tubuh mereka berdua bergetar dengan hebat. Ken memeluk istrinya dengan erat.
"Thank you, Love..." bisiknya lembut.
Ken pun membantu Rubi untuk mandi.
Mereka keluar bersama di balut handuk kimono.
"Sini sayang..." ujar Ken membawa istrinya ke balkon Hotel.
"Astaga Ken...!!! Kapan kamu menyiapkan ini semua ?? Dan kau mau kita makan malam hanya dengan kimono seperti ini ??" tawa kecil Rubi. Bahagia haru dirasakannya. Dicintai dengan begitu tulus oleh Ken.
"Sengaja sayang, biar aku bisa langsung menghangatkan tubuhmu di dalam..!!" goda Ken.
__ADS_1
"Ken..!!! Thank you my love..." ucap Rubi yang tanpa sadar menitikkan air mata kebahagiaannya. Dipeluknya Ken dengat erat.