
#Mari Kita begadang tungguin Sahur π
#Ingat untuk selalu Like, Komentar, Vote, Favorit dan Kirim Hadiah ya beb β€ Itu semua adalah bentuk dukungan kalian untuk Mama Author yang baru saja merintis π₯°
...,,,,Happy Reading,,,,...
..........
"Kehidupan apa yang sudah kamu lalui Rubi selama aku tidak ada...!" gumam Nita yang terduduk lemas di sisi sahabatnya.
Dua minggu lalu Nita mendapatkan kabar dari Dokter Maharani tentang keadaan Rubi.
Dan tanpa pikir panjang Nita langsung mengambil penerbangan pada hari itu juga menuju Indonesia. Amarah dan rasa kecewa nya langsung menguap tertutupi dengan perasaan khawatir yang begitu besar.
Dokter Maharani mendapatkan kontak Nita dari form yang di isi oleh Rubi.
Rubi pun sering bercerita tentang Nita Kepada Dokter Maharani. Maka dengan keputusan nya sendiri. Dokter Maharani menghubungi Nita dan menjelaskan kondisi Rubi saat ini.
"mmm.." gumam Rubi dan menggerakkan jarinya.
"Rubi..Kamu sudah bangun..?"
"Haus nit.."
Nita segera mengambil air minum di atas nakas.
"iya... ini di minum dulu.." seru Nita sambil membantu Rubi untuk duduk.
__ADS_1
"Thank you..." Rubi mengambil posisi duduk dan merebahkan punggungnya di headboard ranjang.
"Kenapa tadi kamu tiba-tiba pingsan..?" tanya Nita khawatir.
"hemm.. !" Rubi menghembuskan nafasnya.
"Tadi aku telpon Aldi..!! Terus yang angkat ponsel Aldi seorang wanita. Dan ternyata itu istrinya Aldi..." Rubi menjelaskan kejadian tadi pagi.
"Seriuss..?? Sejak kapan Aldi married ..??" seru Nita.
"Aku juga kurang tahu..!"
"Terus kenapa kamu jadi panik sendiri..?"
"Aku hampir merusak rumah tangga Aldi..! Untung saja aku belum sempat bicara...!" lanjut Rubi dengan raut wajah bersalah.
"Jadi sekarang bagaimana..?" seru Nita dengan suara yang begitu lembut menenangkan Rubi.
Rubi hanya menggeleng pelan kepalanya.
"Aku bingung Nit... Dari awal semua ini adalah ideku.. Dan aku sudah katakan ke Aldi bahwa dia tidak perlu khawatir apabila aku memang hamil..Tapi....!" ujar Rubi dan air matanya tidak dapat dia bendung.
"Tapi...?" beo Nita.
"Tapi sendiri seperti ini rasanya sangat berat..." ucap Rubi dalam isakan tangisnya.
"Kamu tidak sendiri...! Aku akan selalu ada buat sahabatku ini..! Tenang saja...! Aku yang akan menjadi papa bocah ini..!!!" seru Nita menghibur hati Rubi.
__ADS_1
Rubi tersenyum dan menangis di saat bersamaan.
"Maafkan aku Nit... Seandainya saat itu aku mendengar kata-katamu.." lirih Rubi.
"Hmm.. Semua manusia pasti pernah mengalami kegagalan.. Jadikan saja semua yang sudah kamu lalui adalah pelajaran hidup yang paling berharga untukmu..!"
Rubi terdiam dan menangis dengan pilu..
"Kamu mau ke Inggris..? " Seru Nita.
"Inggris..?"
"Iya... Mari mulai dari awal... dan kamu bisa melupakan semua kenangan pahit yang ada di indonesia. Kamu hanya perlu membawa kenangan indah yang ada di dirimu..!" ucap Nita sambil mengusap perut Rubi.
Rubi tersenyum dan mengangguk setuju.
"Yakin kamu tidak mau memberi tahu ke Aldi..? Biar bagaimana pun anak ini adalah darah daging nya.." ucap Nita.
"Tidak perlu Nita...Aku akan menjaga anak ku dengan baik..Lagi pula anakku memiliki Aunty yang superwoman.." ucap Rubi dengan senyuman di wajahnya.
"Ckkk... Baiklah.. besok aku menghubungi Dokter Maharani.. Begitu keadaan mu pulih, kita jadwalkan penerbangan kita..!"
"Thank You Nitaa...!!" seru Rubi dan memeluk sahabatnya itu.
βββββ
#Tolong Like, Komentar, Favorit, dan Votenya jangan di lupa ya beb π
__ADS_1
...Terimakasih...