
Jangan Lupa buat Kirim VOTE ke Karya ini ya π
Mama berharap banget karya ini bisa masuk Vote Populer π₯Ί Terimakasih banyak buat semua nya yang selalu tinggalkan komentar-komentar yang buat Mama senyum-senyum sendiri ππ
I Love You All β€β€
"Sudah waktunya..!!" seru Margareth sambil melihat ke arah Rubi. Dan hanya di berikan anggukan pasrah oleh Rubi.
Sontak Ken berbalik. "Serius Mom..??"
"Ken...!!" tegur Margareth.
"Sorry...!!" balas Ken yang langsung kembali berbalik melihat Rubi.
Di ambilnya kedua tangan Rubi. Di genggamnya dengan erat. "kamu bisa berbagi rasa sakitmu ke aku... hmmm..??" ucap Ken pelan ke arah Rubi.
Namun masih bisa terdengar oleh Margareth dan dua perawat wanita yang membantu proses persalinan.
Mereka tersenyum melihat pria tampan yang selalu menjadi idola di Rumah Sakit ini. Begitu banyak dokter muda yang selalu berusaha dekat dengan Ken. Namun, mereka selalu mendapatkan penolakan yang dingin dari Ken.
Namun sekarang kedua perawat itu beruntung bisa melihat sisi Ken yang begitu lembut.
"Tolong panggilkan Nita...!" ucap Rubi pelan.
"Ok..." Balas Ken kemudian menghubungi Nita.
'Nita..Rubi akan melahirkan saat ini juga..!!' (Ken)
'Ok Ken..!' (Nita)
Nita dengan cepat berlari ke bagian ruang persalinan.
Rubi berjuang dan mengeden. Dirinya ingin melahirkan secara normal. Dia ingin merasakan melahirkan secara normal apabila di izinkan oleh Dokter. Dia ingin mengingat semua moment sakit pada saat melahirkan putrinya.
Karena Rubi di gadang-gadang akan menjalani Caesar. Intinya, baik normal maupun caesar semua berharap proses persalinan berjalan lancar. Dan baik mama maupun bayi semuanya sehat.
__ADS_1
"Rubi...!" seru Nita ngos-ngosan yang langsung bwrada di sisi kiri Rubi.
Mata Nita juga terfokus ke tautan tangan Ken dan Sahabatnya. Membuat diri nya tersenyum.
"Ayo.. Rubi.. satu kali dorongan lagi..!!" seru Margareth memberikan semangat.
Dengan menarik nafas dalam-dalam. Rubi hembuskan nafas dan memberikan dorongan kuat di bagian perut nya.
"Oeee...oeeee...oeeeee....!!" tangis keras Putri Kecil Rubi.
Margaret menaruh bayinya di dada Rubi. "Conggratz Rubi...!" seru Margareth dengan tulus. Kemudian dia berikan kembali bayi cantik itu ke perawat nya untuk membersihkan tubuh mungil itu dari darah.
"Terima kasih Dok..." ucap Rubi tanpa sadar menitikkan air matanya.
"sama-sama honey.." balas Margareth.
"Selamat Rubi...!!" seru Nita yang ikut menitikkan air mata haru.
Setelah melepas pelukan Nita. Kini Ken yang kembali menggenggam tangan Rubi.
"Rubi... Will you marry me..??" seru Ken tiba-tiba menggema di seisi ruangan.
Sontak membuat Rubi terkejut begitu pula dengan semua orang yang berada di dalam ruangan bersalin.
Ken mengeluarkan kotak berwarna silver dan memperlihatkan cincin yang begitu cantik.
"Ken..??" gumam Rubi tidak percaya. Bagaimana bisa Ken melamarnya di saat berantakan seperti ini. Bagian bawahnya saja belum di bersihkan dan Dokter Margareth sedang bersiap-siap ingin menjahit bagian inti nya.
"Aku mencintaimu Rubi.. Dan aku juga akan menyayangi putri kita. Aku akan mencurahkan kasih sayang untuk kalian berdua..!" potong Ken. Dia ingin menegaskan ke Rubi. Kalau dia menerima Rubi apa adanya dan mencintainya dengan tulus. Dan putri Rubi adalah Putrinya juga.
Nita tersenyum mendengar kata-kata Ken. "*Akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu Rubi*..!!" batin Nita.
"Terima... terima... terimaa....!" sorak sorai perawat dan orang-orang yang berada di dalam ruangan bersalin.
__ADS_1
"Buruan di jawab Rubi... Aku harus melanjutkan pekerjaan ku..!!" tukas Margareth sambil tersenyum hangat melihat Rubi dan mengangkat jarum ke atas.
"Tapi Ken.. aku....!" gumam lirih Rubi yang belum yakin dengan perasaannya. Dan melirik ke arah Nita. Dan Nita tersenyum memberikan anggukan kecil.
Ken mendekat ke arah Rubi dan berbisik. "Aku akan berusaha membuat kamu percaya padaku dan membuat mu jatuh cinta padaku..." ucapnya dengan lembut dan menatap manik mata Rubi.
Ken mendekati bibir tipis Rubi dan mengecup sekilas.
Serrrr.... Tubuh Rubi langsung berdesir mendapatkan kecupan singkat dari Ken. Dia menatap lekat manik mata Ken. Sedangkan Ken yang merasa tidak mendapatkan penolakan dari Rubi langsung saja mengambil tangan kanan Rubi dan menautkan cincin ke jari manis Rubi.
Kemudian dengan cepat Ken memegang tengkuk leher Rubi dan kembali menautkan bibirnya ke bibir Rubi.
Di lu mat nya dengan lembut dan hangat. Ciu man yang awalnya di dominasi oleh Ken. Namun langsung saja berbalas ketika Ken berbisik di ci uman nya. " I love you Rubi..!"
Rubi mengalungkan tangannya di leher Ken dan membalas ciu man Ken yang semakin menuntut.
"Thank You Ken...!" balas Rubi di sela ci uman nya. Dan Ken tetap tidak mau melepaskan bibir Rubi. Dan terus saja me lu mat dan menyesap bi bir Rubi tanpa memedulikan orang-orang yang ada di dalam ruangan.

β€β€β€β€β€
\#akhirnya Rubi menemukan pria yang tulus mencintainya π₯° Happy for you Rubi..!!
***Jangan lupa Like, Komentar dan kirimin Mama Hadiah ya π***
***Ingat untuk Like tiap Bab ya Kesayangan π₯°***
***VOTE nya selalu Mama Nantikan dari kalian semua π***
***Tanpa kalian mama bukanlah siapa-siapa π₯Ί***
***Saranghae...β€β€***
***ββββββ***
__ADS_1