
.....
"Dan, itu bukan akting...!!! Sekarang kamu adalah milikku !!!" seru Tian tegas dengan mengembangkan senyuman.
"Tiaannnn...!!" teriak Nita.
"Iya...?" jawab Tian sambil tersenyum manis.
Nita menghela nafasnya. Dia tidak ingin Tian yang hanya pendatang ke London terlibat masalah besar dengan dirinya.
"Kau akan terlibat masalah besar, hentikan sampai di sini." lirihnya.
"Apakah sebesar keinginanku menjadikanmu sebagai milikku ?? Kalau masih tidak apa-apanya.. Itu bukanlah hal besar..." jawab Tian mengedipkan matanya.
"Oh My !! Tian !! Aku tidak tahu kalau kau ada penggombal sejati..!!" ketus Nita.
"Yups, hanya denganmu..!!" balas Tian yang tetap fokus menyetir.
"Memangnya siapa pria tadi..?" tanya Tian membuyarkan lamunan Nita.
"Edward ..?"
"Hmm.. kalau namanya Edward, berarti dialah maksudku.."
"Tidak perlu kamu tahu.." balas Nita cepat.
"Aku harus tahu, karena aku sudah terlibat.." tidak mau kalah, Tian menoleh sekilas ke arah Nita.
"Aku bilang tidak perlu, biarkan aku yang selesaikan..!" tolak Nita keras kepala.
"Kenapa kau begitu takut kepadanya ??" seru Tian yang merasa janggal.
"Eh..? Tidak, bukan itu.." kilah Nita.
Tian mengambil ponselnya," Halo, Aunty.. Apa tidak masalah aku pulang larut ? Aku a sedikit urusan bersama Nita.."
__ADS_1
"Yes, its ok Tian, lagi pula ada nanny yang bisa bantu Aunty jagain Celina,," balas Margareth.
"Thank you Aunty.." balas Tian dan menutup ponselnya.
Nita menatap Tian, "Kita mau kemana ?"
"Ke rumahmu...!" balas Tian santai.
"WHATT !!! Demi apa Tian..?" teriak Nita yang kini membalikkan tubuhnya ke arah Tian. Kedua kakinya ikut naik, terlipat di atas kursi.
"Demi kamu..." balas Tian tersenyum.
"TIIIAAANNNN !!!!" pekik Nita dan memukul lengan Tian.
"Hey, aku sedang menyetir Nona Bar-barku..!! hehhehe " kekeh Tian menahan tangan Nita yang terus saja memukul lengannya.
"Ishh !!" kesal Nita, karena tangannya sudah dipegang kuat oleh Tian.
"Begini lebih baik..!" gumam Tian.
"Memangnya kamu mau apa ke rumahku..?" pancing Nita.
Tian mengangkat bahunya,"Mungkin langsung menjadikanmu istriku saat ini juga.. Jadi kita bisa menyusul Ken dan Rubi untuk Honeymoon di Paris..." jawab Tian dengan sangattttt santai.
"Ck..!! Baiklah...!" jawab Nita menyerah menepuk jidatnya. Tidak mengerti dengan pola pikir pria di depannya ini.
"Dasar pria aneh !!!" maki Nita dalam hati.
"Berhenti memakiku...!!" tegur Tian.
"Ka-kau bisa membaca pikiran ku ?!" seru Nita dengan wajah shocknya.
Tian melepaskan tautan tangannya dan menyentil kecil kening Nita,"Semua terlihat jelas di wajahmu..!!"
"Ohhh..." bulat bibir Nita mendengar jawab Tian.
__ADS_1
"Kalau sekarang, coba tebak apa yang aku pikirkan..?" seru Nita semangat. Dan mulai memikirkan sesuatu sambil melihat ke Tian. "Kalau dipikir-pikir, kamu memang sangat tampan.."
"Hmm.. Aku tahu, aku memang sangat tampan.." ujar Tian.
"Whatt !!!" semua merah wajah Nita ketahuan memuji Tian.
"Kalau seka-.."
"Berhenti mengalihkan, Nit...!" potong Tian, dan membelokkan mobilnya. Mereka kini berada tepat di sebuah bangunan.
Rumah yang tidak cukup besar, tapi terlihat elegant.
Tian memarkirkan mobilnya di garasi.
"Ayo..."ajak Tian setelah membuka pintu mobil untuk Nita yang masih herann melihat rumah yang mereka datangi.
Luas bangunan memang tidak terlalu besar seperti rumah utamanya.
Tapi halaman rumahnya sangat besar.
"Ini rumah siapa?" tanya Nita akhirnya sebelum turun.
"Sekarang masih rumahku..." jawab Tian santai.
"Sekarang..? Lalu kamu sewa atau bagaimana..?" tanya Nita penasaran. Karena dia sangat suka suasana di sini. Begitu damai dengan pekarangan dan begit damai.
"Kamu suka ?" tanya Tian tersenyum.
Nita hanya mengangguk.
"Hmm.. Syukurlah.." ucap Tian senang.
"Kenapa..?"
__ADS_1
"Karena kamu yang akan menjadi pemilik rumah ini nantinya, Nyonya Tian..." balas Tian, menundukkan wajahnya, sejajar dengan Nita yang masih terduduk dan ******* bibir Nita dengan lembut.