
#Selamat Senin kawan-kawan ~ Bantu Votenya ya ππ» Mama lagi ikut Event Crazy Up. Biar Bisa naikin Popularitas Karya ini π₯°
#Jadi jangan sungkan untuk Like dan berkomentar setelah membaca ππ» Karena itu membantu banget untuk naikin karya ini ππ»
π₯ Happy Reading π
....
Kevin pun mengambil posisi nya. Karena sedari tadi dia sudah berganti pakaian. Kevin yang sudah sering menjadi model untuk perusahaan nya sendiri. Dia tidak merasa canggung untuk melakukan pemotretan seperti ini.
Namun yang membuatnya risih adalah harus foto bersama Rubi.
Take pertama ada pengambilan foto Rubi sendiri. Dia hanya memakai gaun tidur tipis berwarna merah terang dengan berdiri di atas sofa model vintage dan mengambil pose yang menggoda.
Namun ketiga Tuan Muda tidak ada yang melihatnya, mereka hanya asik bercerita dan saling mengganggu.
Rubi yang jengah karna terus menerus di cuekin oleh Kevin memberikan kode kepada salah satu staf untuk segera foto bersama Kevin. Staff yang sudah di siapan oleh Aldi untuk bekerja sama dengan dirinya.
"Tuan Kevin.. saatnya kita take foto..." ucap salah satu asisten photographer.
"Ok..!"
Kevin pun mengambil posisi. Namun Rubi terus berpose dengan berani dan selalu ingin melakukan skinship. Kevin yang sadar niat Rubi selalu dengan cepat menghindar. Dia tidak ingin memberikan celah sedikitpun.
Kevin setuju menjadi model Hotel merek yang ini. Namun syaratnya adalah tidak ada kontak fisik pada saat pengambilan gambar.
Setelah berkutat lebih dari satu jam. Akhirnya pemotretan selesai juga.
__ADS_1
Rubi yang bingung sedari tadi dengan sikap dingin Kevin terhadapnya menjadi berasumsi sendiri.
"Kenapa obat yang di kasih oleh Aldi gak ngefek..? Padahal tadi Kevin meminumnya sampai habis..!" gumamnya sendiri.
Para staf satu per satu keluar.
"Apa gw harus lebih berani biar obatnya ngefek..?" pikirnya lagi.
Melihat sudah tidak ada staff di dalam studio. Rubi mendekat ke tiga sahabat yang sedang asik bercerita.
"Haii Leon, Hai Rikk....!" sapa Rubi yang masih memakai gaun tidurnya.
"ya..?" jawab Leon dan Rikki bersamaan.
"Boleh gabung..?" ucapnya basa - basi. Dan mengambil posisi berdiri di samping Kevin.
"Vin.. kamu hebat loh !! gak kaku pada saat pengambilan gambar..!" celutuknya sambil meraih lengan Kevin dan dia rapatkan ke dadanya.
Kevin dengan cepat menarik tangannya.
"Jaga sikap kamu Rubi..!" ketus Kevin.
Namun pada saat bersamaan. Ponsel Eliza berbunyi.
Bip bip bipp
"Mungkin di cariin Kevin.. !" ujar Angel ketika Eliza merogoh ponselnya dari tas.
Eliza membuka chat yang masuk namun dari nomor asing.
__ADS_1
"Apa ini..?" seru Eliza terkejut. Matanya melotot dengan bulat.
"Ada apa..?" Jessy dan Angel bertanya.
Eliza menaruh ponselnya di meja sehingga Angel dan Jessy bisa melihat foto yang dikirimkan pengirim no name itu.
Terlihat jelas kalau Rubi sedang bergelayut manja di lengan Kevin.
"Elii..?" sela Angel menyadarkan Eliza yang shock.
"Ya..?" balas Eliza singkat. Namun dia langsung ingat dengan kata-kata suaminya.
"Seandainya hari ini kamu melihat sesuatu yang tidak mengenakkan di mata dan hati kamu. Percaya satu hal..! Aku tidak akan berkhianat..hmm.??"
"Mau ke dalam..!?" seru Jessy menyadarkan Eliza.
"Ya..!"
Eliza kemudian berdiri disusul Angel dan Jessy.
Mereka bertiga bergegas masuk ke dalam studio.
"Ell.. pelan-pelan.. !" tegur Angel mengingat saat ini sahabatnya sekaligus iparnya itu sedang hamil muda.
ππππ
-- Wahhh seru nih π₯Ίπ₯Ί
#Lanjuttt next chapter sayyy.ππ
__ADS_1