
#Buat yang marathon jangan lupa Boomlike tiap Babnya ya 🥰
#Ingatt..!! Like dan Komentar kalian sangat berharga buat Mama 🥺🥺
Happy Reading 🥳
"Eliza... kesini kamu..!!!" seru Mama dengan nada tinggi.
Sedangkan Rubi masih terduduk tanpa berkata apa-apa.
"*Whatt gw di usir*..??" gumamnya dalam hati tidak percaya.
"Iyah Ma.." jawab Eliza dengan perasaan tidak menentu. Baru kali ini dia melihat Mama mertuanya marah seperti itu.
"Angkat wajah Kamu..!!" ujar Mama Silvy lembut.
"Kevin.. dimana Blackcard kamu..?" tanya Mama Silvy.
"Sudah aku kasih ke Eliza Mam..!" jawab Kevin santai.
"Besok-besok sayang.. kalau mau belanja itu... harus beli barang-barang dan keperluan kamu dulu.. !! Paham..? Sudah tanggung jawab Kevin untuk menafkahi dan memanjakan kamu..!" seru Mama Silvy.
"Makasih ma...!" jawab Eliza dan memeluk Mama mertuanya.
"Mama yang terima kasih.. kamu mengingat mami dan papi, sampai kamu beliin oleh-oleh sebanyak ini..!" lanjut Mama Silvy.
"Hmmm sebenarnya bukan cuma mami dan papi sih..Eliza juga beliin buat Bibi dan pelayan-pelayan yang ada dirumah ini..!" ujar Eliza sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"hahahahha.... !" akhirnya Papa Putra tertawa mendengar Eliza yang sebenarnya sedari tadi ingin mengusir Rubi dan memberikan sumpah serapahnya.
Tapi istrinya lebih duluan memberikan sumpah serapah ke wanita yang berani-beraninya mendikte anak mantunya.a
"Kenapa kamu masih disini..? Keluar..!!" ketus Papa Putra mengusir Rubi dengan tidak hormat.
"Aku akan menuntut kalian..!!! Berani memperlakukan seorang Rubi seperti ini..!!!" Tukas Rubi dan berlalu keluar.
__ADS_1
"Lakukan apa pun yang kamu mau..!" seru Papa Putra.
Kevin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Rubi.
"Putuskan kontrak kerja sama kamu dengan wanita seperti itu..!" seru Papa Putra.
"Pasti Pa..!" jawab Kevin.
"Dan kamu bisa-bisanya membiarkan wanita seperti itu berada di dekat kamu... Hahhh...!!! Kamu tidak menjaga perasaan anak mantu Mama..!!! " seru Mama Silvy yang kini sudah menjewer telinga Putra kesayangannya itu.
"Ampunnn ma..!!" Teriak Kevin kesakitan.
"Kak Kevin tidak salah kok mami...!" sela Eliza.
"Kamu jangan belain suami kamu yang tidak peka ini...!" ujar Mama Silvy.
"Benar Ma.....!!! Aku sudah mau putusin kontrak ku sama dia.. Tapi Eliza yang larang..!" bela Kevin.
"Benar Ma..hehehhe.." jawab Eliza cengengesan.
"Aku tahu kalau dia selalu mau godain Kak Kevin.. makanya Eliza tiap hari ke kantor kak Kevin buat panas-panasin dia Ma.. !" ujar Eliza penuh semangat.
"Ckckckkckc dasar pasangan Bucin Gendeng...!!!" kesel Mama Silvy dan Papa Putra bersamaan.
"Ayokk ma.. kita unboxing aja diatas...!"Seru Papa Putra.
"Jangan aneh-aneh deh Pa.. masih sore..!!" ujar Mama.
"Kan gak apa-apa.. Emangnya kalau buka oleh-oleh harus pakai waktu ya ma..?" seru Papa.
Wajah Mama jadi memerah karna sudah salah paham.
__ADS_1
"Nahh lohhh Mama lagi mikir yang enak-enak ya..?" goda Papa Putra tersenyum jahil.
"Apa sih..!! Ya udah yuk..!" seru Mama Silvy.
Kevin dan Eliza saling melirik dan menahan tawa mereka.
"Kalau gitu aku dan Eliza juga pamit deh ma.. pa..!" sela Kevin sebelum kedua orang tuanya naik ke kamar.
"Kok cepat amat..?" protes Mama Silvy.
"Eliza dan Kak Kevin mau mampir ke rumah Mama dan Papa juga... Mami..."jawab Eliza.
"Ohhh ya sudah.. hati-hati ya sayang.."
"iyah ma.."
"Ya udah Papa dan Mama naik aja.. skalian lanjutin Unboxing nya..!" seru Kevin dan tertawa.
"Iyahh dong... !!! Emang kalian aja yang bisa unboxing segala..!" jawab Papa Putra tidak mau kalah.
"Yankkk.. apa sih godain Papi dan Mami..!"
"Elizaaa...!!
🌼🌼
\#Terimakasih buat yang sampai sekarang masih ikutin kisah Kevin dan Eliza 😘
\#Novel ini tidak ada konflik yang berat dan gimana-mana. Niatnya untuk refreshing otak aja 😂 biar tetap waras dengan harga minyak goreng diluar sana hhahaahah🤣🤣
\#Boom Like dan Komentar ya ❤🙏🏻 Karna itu salah satu support kalian untuk karya Mama
__ADS_1
**Terimakasih**