Gadisku Im Falling In Love

Gadisku Im Falling In Love
Dirinya terhipnotis


__ADS_3

#### Lanjuttt...


Tian meraih pinggang Nita dan memeluknya serta membisikkan sesuatu. "Mulai detik ini kau adalah wanitaku...!"


"A-p..umppph...!!" tepat pada saat Nita membuka mulutnya, Tian meraih kepala Nita dan me lu mat bibir Nita dengan lembut, membuat Nita mere mas pakaian Tian tepat di bagian pinggang nya sebagai tumpuan dirinya. Matanya membulat, tidak menyangka dengan gerakan tiba-tiba Tian.


Edward yang melihat pemandangan di depan matanya menelisik sesuatu. Dan ini pertama kalinya dia melihat Nita berciuman.


Tian me lu mat bibir bawah dan Nita bergantian, menari dan bermain begitu lembut dengan bebas ketika Nita mulai membalas dan masuk kedalam ciu mannya.


Kedua tangan Nita naik memeluk punggung Tian dan membalas ciu man lembut dari Ken. Dirinya terhipnotis. Ternyata pria bermulut pedas bisa menciumi dirinya dengan sangat lembut dan mendominasi.


Nita merasa dunianya berputar, ketika Tian dan dirinya terus berganti arah untuk menyisipkan udara di sela ciuman mereka. Seolah tahu bahasa tubuh masing-masing dan seirama dalam memberikan balasan.


Edward jengah melihat ciuman Nita yang begitu panas bersama pria di depannya. Selama ini dia yang bermimpi memiliki ciuman panas bersama Nita calon istrinya.


"Nitaaaa !!!" seru Edward geram.


Tian memberikan ciuman terdalam nya di mulut Nita hingga Nita dan dirinya terengah - engah pada saat Tian melepaskan pa gu tan mereka. Tian menyandarkan keningnya di kening Nita.


"Itu adalah cap kepemilikan...!!" ucapnya sambil tersenyum.


Deg


Pertama kali Nita melihat senyum yang terukir di wajah Tian. "Manisss...!" batinnya. Wajahnya terasa begitu panas.

__ADS_1


Ciuman pertama ya dia berikan kepada pria yang baru dia kenal tadi pagi.


Tian meraih tangan Nita dan menautkan jemarinya. Kembali Nita hanya menoleh ke arah Tian.


"See..?!" ketus Tian menghadap ke Edward.


"Aku tidak peduli..!!! Dari dulu sampai sekarang Nita adalah calon istriku...!!!" seru Edward.


Nita meremas tangan Tian semakin erat. Seolah tahu dan paham ketakutan Nita. Tian melepaskan tautan tangan mereka. Tian merangkul pinggang Nita dan memeluknya dengan posesif.


"Hmm.. Aku tidak peduli...!! Selamat bermimpi..!!" ketus Tian cuek dan memutar tubuhnya dan Nita meninggalkan Edward yang seperti patung.


Akhirnya mereka tiba di parkiran. Nita pun sudah tenang dan kembali ke pikirannya dari roller coaster yang baru saja dia naiki.


"Sudah bisa kamu lepaskan, Tian..!" seru Nita dengan nada rendah.


"Masuk.." ucap Tian dan melindungi kepala Nita agar tidak terbentur.


Tian memutar arah dan masuk ke kursi pengemudi.


Hening dalam perjalanan. Suasana terasa sangat canggung. berbeda ketika mereka pada saat perjalanan menuju airport. Mulut keduanya tidak bisa berhenti saling menjelekkan satu sama lain.


"Uhm.. Terima kasih untuk yang tadi...!" ujar Nita memecahkan kesunyian yang hanya terdengar suara dari pendingin mobil.


"Untuk..?" balas Tian santai.

__ADS_1


"Yang tadi...!!" balas Nita yang tidak ingin membahas tentang ciuman mereka berdua.


"Yang mana ??" balas Tian tanpa menoleh.


Nita mulai habis kesabaran, tapi berusaha menahan amarahnya, menarik nafas dalam-dalam, "Kejadian yang tadi, Tiannn...!"


"Kejadian ?" Tian bertanya balik tidak mengerti maksud Nita.


Tian sedikit menoleh melihat raut wajah Nita yang mulai kesal. Ingin sekali tertawa.


Habis sudah kesabaran Nita. Dengan satu kali tarikan nafas, "Kejadian waktu kamu bantuin aku supaya bebas dari Edward dengan berbohong dan memberikan ciuman sebagai bukti agar kita tidak berakting...!!"


Blusshhh


Setelah selesai berkata seperti itu wajah Nita memerah.


"Ohh.... karena itu...!!" jawab Tian santai.


"What ??! Hanya itu yang kamu bilang ?! Dasar manusia tidak peka..!!!" gerutu Nita.


Yang sontak membuat ketawa Tian pecah. "Hahhahahahaha...Ini baru kamu Nit.... Cewek bar-bar yang aku kenal !!!"


"Kauuu !!!!" kesal Nita menatap kesal ke arah Tian karena sudah menggodanya.


"Dan, itu bukan akting...!!! Sekarang kamu adalah milikku !!!" seru Tian tegas dengan mengembangkan senyuman.

__ADS_1


"Tiaannnn...!!"


 


__ADS_2