
Yang penasaran.. Jangan Lupa buat Kirim VOTE ke Karya ini ya π
Mama berharap banget karya ini bisa masuk Vote Populer π₯Ί Terimakasih banyak buat semua nya yang selalu tinggalkan komentar-komentar yang buat Mama senyum-senyum sendiri ππ
I Love You All β€β€
...... Happy Reading ......
"Rubi...boleh aku masuk..?" ujar Ken di balik tirai.
"Ken..?" gumam Rubi pelan karena menahan rasa sakit yang kian memburuk.
"Yes... it's me Rubi..." balas Ken dengan lembut.
Nita pun membuka tirai mempersilahkan Ken untuk masuk. Namun sebelumnya Nita sudah menutup dengan rapi tubuh Rubi dengan selimut.
"Masuk..." ucap Nita memberikan Ken dan Rubi untuk berbincang.
"Aku ke kamar kamu dulu ya Rubi..!" ujar Nita dan di berikan anggukan kecil oleh Rubi.
"Are you ok..?" pertanyaan bodoh yang keluar begitu saja dari mulut Ken karena gugup.
"Yes.. i'm ok Ken.. thank you.." jawab Rubi dengan mengembangkan senyuman nya.
"Can i....?" ucap Ken hati-hati meminta izin ingin menggenggam tangan Rubi.
"Sorry Ken.." jawab Rubi menolak dengan halus uluran tangan Ken.
Ken membalas Rubi dengan senyuman dan wajah yang teduh. "Aku akan berusaha meyakinkan kamu Rubi..!" batin Ken tidak putus asa.
"It's ok Rubi..." jawab Ken lembut.
__ADS_1
"Aku akan berada di sisi kamu selama persalinan.." seru Ken.
"Tidak perlu Ken... Ada Nita yang..."
"Aku tetap disini..!!" seru Ken memotong ucapan Rubi.
"Sorry... untuk ini aku tidak menerima penolakan darimu..!! Karena aku ingin berada di sisi kamu di moment terpenting dalam hidup kamu..!" lanjut Ken tidak mau di bantah.
"aakkkkhhhh...!" teriak Rubi tiba-tiba merasakan sakit dari kontraksi.
Ken dengan cepat menggenggam tangan Rubi. "Sorry.," ucap Ken, namun tetap menggenggam tangan Rubi walu tanpa izin Rubi.
Rubi tidak menjawab ucapan Ken. Dirinya malah mempererat genggaman tangannya di tangan Ken.
Ken merasa bahagia karena Rubi tidak lagi menolaknya.
"uhhh... sakit....!" gumam Rubi. Dirinya merasa seperti mau pi pis namun dirinya malu mengatakan nya ke Ken.
Dengan lembut tangan kanan Ken membersihkan peluh keringat di dahi dan leher Rubi.
"Tolong panggilkan Dokter..!" seru Rubi yang tidak melepaskan tautan tangan Ken.
"Iya..."
Dengan cepat Ken menekan bel yang berada di atas ranjang pasien.
Tap.. tap... tap...
Dengan sepersekian detik Dokter Margareth dan dua perawat pendamping masuk ke dalam ruangan Rubi.
"what's wrong Ken..?" seru Margareth ke putranya.
__ADS_1
"Rubi mengalami kontraksi mom..!" jawab Ken singkat.
Mata Ken tertuju ke tautan tangan Putranya dan Pasiennya itu.
"Kamu keluar dulu Ken..!!" seru Margareth mengusir putranya.
"No mom..!! I'll stay here...!" seru Ken bersikeras.
"Tapi...!!" seru Margareth sambil melihat Rubi.
"Aku akan berbalik..dan hanya menatap wajah Rubi. Mama lanjutkan saja periksa Rubi dengan cepat..!!" ujar Ken.
"ckk..!!" Margareth menyerah dan mengisyaratkan ke asistent perawatnya untuk membantu menaikkan kaki Rubi lalu menekuknya agar dia bisa lebih jelas melihat pembukaan di serviks Rubi.
"Sudah waktunya...!!
β€β€β€β€β€
#Sehat - sehat debayi dan Rubi...!!!
Jangan lupa Like, Komentar dan kirimin Mama Hadiah ya π
Ingat untuk Like tiap Bab ya Kesayangan π₯°
VOTE nya selalu Mama Nantikan dari kalian semua π
Tanpa kalian mama bukanlah siapa-siapa π₯Ί
Saranghae...β€β€
ββββββ
__ADS_1