
''''''''''''''
"Karena kamu yang akan menjadi pemilik rumah ini nantinya, Nyonya Tian..." balas Tian, menundukkan wajahnya, sejajar dengan Nita yang masih terduduk dan ******* bibir Nita dengan lembut.
Nita membelalakkan matanya. Memukul dada Tian. "huftt huft.." deru nafas Nita setelah Tian melepaskan ciumannya yang mendominasi.
"Kauu...!!" kesal Nita karena lagi-lagi Tian menciuminya tanpa permisi.
Tian hanya tersenyum dan mengedipkan matanya.
"Ayo...!!" seru Tian dan menarik tangan Nita. Tidak lupa menahan atas mobil melindungi kepala Nita.
"Dasar pemaksa..!!" kesal Nita.
Tian membawa Nita masuk ke dalam rumahnya.
Terlihat nuansa elegant yang terlihat jelas di setiap interior.
"Tidak banyak perabot disini, karena aku lebih sering di rumah Aunty Magareth..." terang Tian.
"Ohh..Tapi...Nyaman banget...!" jawab Nita jujur dan duduk di salah satu sofa yang sangat empuk.
Sedangkan Tian, ke dapur mengambil minuman kaleng.
"Thank you Tian.." ujar Nita tepat saat Tian membuka kaleng minuman dan menyodorkan untuk dirinya.
__ADS_1
"Hm..." balas Tian dan duduk tepat di samping Nita dengan santai.
"Ok...Sekarang silahkan cerita...!!" seru Tian.
Nita memutar bola matanya dengan malas.
"HUftt...!!!" Nita menarik nafas dalam.
"Tapi ini bakal panjang...!!!" seru Nita masih berusaha agar tidak menceritakan masalah pribadinya. Yang bahkan Rubi sendiri tidak tahu dengan masalahnya saat ini.
Dia tidak ingin sahabatnya itu ikut memikirkan masalah perjodohannya.
"Dengan senang hati mendengarnya, kalau kamu mau kita pindah ke kamar sekarang juga agar kamu bisa sambil berbaring..." jawab Tian yang membuat Nita mati kutu.
"Iya..iya...Aku cerita...!!" ketus Nita.
Tian tersenyum dan menyandarkan tubuhnya.
"Awalnya aku pikir tidak ada salahnya mencoba, selama pria tersebut baik. Akhirnya aku berkenalan dengan Edward. Kesan awalnya baik. Namun setelah tiga kali pertemuan, dia mengajak ku untuk melakukan itu. Karena itu adalah syarat pribadi darinya. Agar tahu aku masih tersegel atau tidak...Dia memaksa untuk menciumku dan berbuat hal lebih. Tapi saat itu juga, aku langsung menamparnya dengan keras..."
"Dan tentu saja aku tetap menolak ketika dia mengancamku dengan berbagai hal...! Kenapa harus dia lakukan sebelum ada ikatan... Aku tidak sangka kalau Edward adalah pria brengsek.. Dan ternyata sudah sangat banyak wanita muda yang dia manfaatkan..."
"Tapi karena penolakan waktu itu, dia menjadi semakin terobsesi untuk memaksa ku masuk ke dalam kamarnya untuk memuaskan dirinya...Hufttt !!! Dan..." geram Nita tertahan.
"Terobsesi, karena aku terus mempertahankan kesucianku..." lanjut Nita sedikit malu mengucapkan hal sensitif di depan Tian, pria yang baru di kenalnya tadi pagi.
Tian mengangguk kepalanya mengerti penjelasan Nita.
__ADS_1
"Jadi, apa tidak masalah kalau kamu menolaknya terus seperti ini ..?" tanya Tian ke Nita.
"Tentu saja ada, dia beberapa kali menganggu perusahaan Mommy dan Daddy..."
"Tapi, untung Daddy dan Mommy mendukung apapun keputusanku. Mereka hanya mengatakan, kalau mereka bisa menghadapi semua tekanan yng id berikan oleh Edward... Selama bukan dari Orang tua Edward langsung..." terang Nita.
Lagi-lagi Tian hanya mengangguk mengerti.
"Jadi, tidak masalah.. Kalau aku langsung datang melamar mu ke orang tuamu..?" tanya Tian santai.
"TIAN!!! Berhenti bercanda seperti ini !!!" kesal Nita.
"Aku sudah bilang, aku tidak bercanda Nit !!" jawab Tian cepat, menatap tajam manik mata Nita.
"Tidak masuk akal !! Kita saja baru bertemu hari ini !!! Apa kamu lupa kalau kita tadi pagi habis bertengkar dan saling gulat !!! Dan..--" ketus Nita.
"Dan semenjak itu, aku sudah bertekad untuk menjadikanmu milikku !!!" sela Tian dengan tersenyum manis. Diambilnya kaleng minuman dari tangan Nita dan meletakkan nya di atas meja.
Deg
Degupan jantung Nita kembali berburu.
"Semenjak kau menendangku di lift, aku memutuskan untuk mencari dimana pun dirimu berada walau di ujung dunia...!!"
"Kau membuatku jatuh cinta hanya dalam lima detik Nit...!!" jujur Tian menatap sendu manik mata indah milik Nita.
"Ta--pii.." gugup Nita. Karena jarak mereka berdua terlalu dekat.
__ADS_1
"Apa kau tidak merasakan hal yang sama...?" tanya Tian menanti jawaban.
Nita hanya terdiam. Tian meraup dagu Nita. "Tolak ini kalau memang kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku..."