Gairah Cinta Boss Besar

Gairah Cinta Boss Besar
Eps 10 | Of Course Daddy Thon


__ADS_3

"Nah sudah cantik banget Mbak Nanas, semoga pernikahannya dengan Pak Anthony bisa langgeng yah," ujar MUA yang sudah mendadani Nanas di butik itu.


Nanas tidak menjawab, dia tidak tahu harus berekspresi apa terhadap hal yang menimpanya sekarang.


"Bagaimana sudah siap?" tanya Anthony pada Nanas yang sedang menatap dirinya di cermin.


Nanas tidak menjawab apalagi membalikkan badannya dia hanya fokus menatap pantulan dirinya sendiri, Gaun pengantin bernuansa putih terpampang nyata sedangkan dirinya sendiri tidak bisa memenuhi wajahnya dengan kebahagiaan, pernikahan paksa tidak pernah berujung kepada kebahagiaan kan.


"Kamu cantik, sangat cantik," bisik Anthony menaruh dagunya di bahu Nanas. "Sampai-sampai saya tidak sabar menciptakan luka di hati kamu dan membangun istana dari air mata kamu."


Nanas memalingkan wajahnya ke samping sehingga kini dia bisa menatap wajah Anthony. "Saya juga tidak sabar menanti Bapak membangun istana untuk saya."


Anthony mengulum senyum, dia mengangkat tangannya dan mengusap wajah Nanas. "Saya akan pastikan neraka ini akan membuatmu menyesal pernah mengenal saya."


"Dan Calon Istrimu ini juga bakal pastiin, kalau dia akan nyaman didalam neraka yang diciptakan suaminya sendiri," jawab Nanas menyentuh hidung Anthony. "Kita akan melihatnya, kekuasaan seorang suami atau kehangatan seorang istri yang akan mendominasi rumah tangga kita."


Tangan Anthony tampak memeluk pinggang Nanas kemudian saling melempar pandangan melalui pantulan cermin dihadapan mereka.


"Saya suka, Baby yang Agresif, Call me Daddy, Baby Nanas."


Nanas tersenyum. "Of course, Daddy Thon."

__ADS_1


Sementara itu Mama Reni yang sebenar sudah tahu dimana alamat Nanas sengaja menanyakan ulang alamat Nanas karena tidak ingin membuat Nanas curiga terhadapnya.


Mama Reni kini berdiri dirumah Nanas, rumah dimana Nanas dibesarkan oleh Ayah angkatnya.


- Flashback On


Suara tangisan bayi terdengar di sebuah ruangan bersalin, seorang bayi perempuan tampak berada di gendongan Reni, sementara itu Prabu calon suaminya senantiasa menemani Reni.


"Alhamdulillah, anak kamu sudah lahir, kamu ingin beri nama siapa?" tanya Prabu kepada Reni yang sedang menatap bayi perempuannya.


Reni tidak tahu harus memberi nama apa terhadap bayi perempuannya itu, sampai sebuah nama terpikir dikepalanya. "Nanas, Syahnaz Amanda Afdarianto."


"Nama yang bagus, Anthony pasti senang dia sekarang punya adik," jawab Prabu.


Kebahagiaan Reni dan Prabu berhenti begitu saja saat Ayah dari Reni masuk ke dalam ruangan bersalin itu dan menatap mereka dengan tatapan tajam.


"Ayah tidak akan mau kamu dan Prabu merawal anak itu, berikan saja anak itu kepada Ayahnya, Ayah tidak mau nama keluarga kita jelek kalau orang-orang yang kabar melahirkan kamu ini," jelas Ayah dari Reni.


"Tapi Yah, ini cucu Ayah, Reni mau besarin dia sendirian!" jelas Reni yang membuat Ayah Reni murka seketika.


"Tidak! Sekali Tidak!"

__ADS_1


"Tapi Om, kenapa kita harus memikirkan perkataan orang lain, saya dan Reni tidak masalah dengan hal ini," jawab Prabu membela Reni.


"Tidak! Jika kamu membela Reni, sampai matipun saya tidak akan merestui pernikahan kalian," jawab Ayah dari Reni. "Besok Pagi, saya minta Anak ini sudah tidak ada di sini, jika dia masih ada, biar Ayah sendiri yang melenyapkannya.",


- Flashback Off


Mama Reni melangkahkan kakinya masuk ke halaman rumah tersebut, rumah yang menyimpan kenangan pahit Dua Puluh Dua Tahun yang lalu.


"Nasya, aku balik, makasih yah sudah mau merawat anak aku selama ini, aku tidak sabar ketemu kamu," batin Mama Reni beranjak mengetuk pintu rumah itu.


Cukup lama sebenarnya, sampai pintu rumah tersebut terbuka tapi bukannya sosok sahabat dari Mama Reni yang keluar malah Ayah Angkat Nanas yaitu Fahri.


"Mas Fahri?"


"Re-Reni?"




__ADS_1


TBC


Lagi2 Flashback blum selesai!


__ADS_2