
Flashback On.
Beberapa hari sebelum sidang perceraian antara Drew dan Adelia, Drew tampak goyah dan bimbang, contohnya sekarang.
Drew duduk sendirian di kafe yang sepi, merenungkan keputusan yang telah dia buat untuk bercerai dari Adelia. Kedua tangannya memegang secangkir kopi yang tak terpegang erat, ekspresinya penuh keraguan.
Tiba-tiba, Anthony, kakak Drew, masuk ke dalam kafe dan duduk di depan Drew. Dia bisa melihat bahwa Drew sedang dalam suasana hati yang serius, dan dia ingin tahu apakah Drew benar-benar yakin dengan keputusannya.
Anthony mencoba memulai percakapan dengan lembut, "Drew, apakah kamu yakin dengan keputusanmu untuk bercerai dari Adelia?"
Drew melirik Anthony yang baru datang tapi sudah mengajukan pertanyaan frontal dan to the point seperti itu.
__ADS_1
Drew mengangguk dengan tegas, "Ya, aku pikir itu yang terbaik untuk kami berdua. Pernikahan kami hanya awalnya sebuah kerjasama, dan sekarang aku merasa tidak mungkin untuk mengubahnya."
Anthony tetap tenang, tetapi dia semakin mendekatkan diri pada Drew. "Aku mengerti, Drew, tapi apakah kamu benar-benar ingin melepaskan Adelia? Bagaimana perasaanmu terhadapnya?"
Drew terdiam sejenak, merenungkan pertanyaan Anthony. "Aku tidak tahu, Anthony. Aku tidak tahu lagi apa yang kurasakan terhadapnya. Ini semua begitu rumit."
GOTCHA! Anthony menemukan satu titik lemah dari dalam keraguan Drew yang sama dengan keraguan Adua yaitu perasaan mereka, dan Anthony akan memanfaatkan hal ini.
"Yakin, hanya itu?"
Anthony merasa bahwa Drew belum sepenuhnya jujur dengannya. Dia memutuskan untuk mengambil langkah ekstrem. Dengan cepat, dia mengeluarkan ponselnya dan memutar rekaman suara.
Yah percakapan dimana Nanas berhasil membuat Adelia mengutarakan perasaannya kepada Drew secara tidak langsung.
Drew mendengar kata-kata itu, dan matanya melebar dalam kejutan. Anthony dengan tegas berkata, "Drew, ini bukan sekadar kerjasama, dia mencintaimu. Apa kamu benar-benar ingin melepaskan perasaan cintanya?"
__ADS_1
Drew merasa tertekan, dia mencoba menangkap kembali kata-katanya. Dia menyadari bahwa mungkin dia tidak sejelas yang dia kira tentang perasaannya terhadap Adelia. "Aku... aku tidak tahu, Bang, Aku merasa bingung."
Anthony melihat ekspresi kebingungan di wajah Drew dan berkata dengan tegas, "Drew, kamu harus memikirkannya dengan matang. Jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Ini tentang perasaan kalian berdua, dan mungkin ini adalah kesempatan untuk mencoba memperbaiki pernikahan kalian."
Drew mengangguk, menghargai nasihat Anthony. Kini, dia memiliki banyak pertanyaan dalam dirinya yang perlu dijawab, dan dia tahu bahwa keputusan mengenai pernikahannya tidak bisa diambil dengan cepat. Setelah pertemuan ini, Drew merasa perlu untuk berbicara dengan Adelia tentang perasaannya dan mencari tahu apakah ada peluang untuk memperbaiki hubungan mereka.
- Flashback Off
"Selalu ada peluang untuk dua manusia yang saling mencintai, Takdir cinta yang sudah dipilih tidak bisa kita ubah," Anthony tersenyum dan berjalan ke arah Drew dan Adelia.
"Kan sudah aku bilang, sejauh apapun dua insan berada, jika mereka ditakdirkan berjodoh, mau dari sudut bumi manapun mereka akan bertemu, dan itu kalian," timpal Nanas.
Adelia tersenyum, dia berjalan ke arah Nanas dan memeluknya. "Aku bahagia banget punya saudara kandung kayak kamu."
"Sudah seharusnya ini menjadi tugas saudara Del, jika bukan kita siapa lagi."
__ADS_1
Drew dan Anthony saling melirik, mereka bahagia melihat keakuran keduanya.
...----------------...