Gairah Cinta Boss Besar

Gairah Cinta Boss Besar
Eps 06 | Gadis Dekil dan Miskin


__ADS_3

"Bapak sebenarnya mau apasih dari saya, Bapak mau apa, gak puas apa bikin saya jadi bahan omongan orang-orang," ujar Nanas kepada Anthony.


Anthony mendelik. "Jadi sekarang yang salah saya? Tolong yah, yang sok pahlawan itu kemarin siapa? Kamu, jadi yah kamu tanggung sendiri."


"Jadi sekarang harus gimana Pak, kalau gini terus kasian Ayah saya, nanti kalau dia tahu saya kenal skandal sama Om-om tua, gimana?"


"Kurang ajar! Kamu nyebut saya Om-Om?" Anthony meraih tangan Nanas yang membuat Nanas langsung melepasnya.


"M-Maaf, Pak."


"Bentar lagi, Mama saya bakal datang kesini, dia bilang mau ngasih solusi atas masalah kita," jawab Anthony beralih duduk di sofa. "Kamu gak mau duduk di pangkuan saya?"


Anthony menepuk-nepuk pahanya yang membuat Nanas menghela napas panjang. "Bapak bisa serius gak sih dengan masalah ini, saya gak lagi mau main-main loh, Pak."


"Emang kamu pikir saya ngapain? Kayang?" jawab Anthony menyandarkan kepalanya ke bahu sofa. "Sebenarnya saya ingin berterima kasih sih, karena kamu sudah menolong saya kemarin."


Nanas melirik Anthony, sementara Anthony hanya bisa menyandarkan dirinya seolah melepas lelah di dalam hatinya.


"Kemarin malam saya mengaku kepada kedua orang tua saya, bahwa saya tidak normal."

__ADS_1


"M-Maksudnya?" tanya Nanas berjalan ke arah Anthony.


"Yah begitu, saya tidak normal, saya adalah penyuka sesama jenis, sialnya saya terjebak di dalam lingkaran setan ini, sebagai anak tunggal, saya merasa bahwa diri saya benar-benar tidak berguna."


Nanas diam di tempatnya, dia tidak tahu harus berekspresi apa, sedangkan Anthony mengulum senyum. "Tidak usah dipikirkan, saya adalah seorang penyuka sesama jenis, saya baru saja berpisah dari kekasih saya, dan kemarin saya mengakui orientasi berbeda saya ini kepada Ayah dan Mama saya, tapi tampaknya Ayah saya tidak menerima, sudah tidak heran sih, siapa yang mau anak tunggalnya tidak normal?"


"Pak-"


"Tapi Mama saya, dia adalah Mama Tiri tapi dia selalu memberikan dukungan, bukan dukungan dalam bentuk mendukung saya dengan penyimpangan ini, tapi dalam bentuk menjadi tempat cerita saya berbeda dengan Ayah Kandung saya yang keras tidak mau tahu, rasanya kemarin saya hampa banget, kamu tahu kenapa?"


Nanas menggeleng, dia menarik tangan Nanas yang membuat Nanas terjatuh ke sofa. "Kamu lihat gadis-gadis seksi yang datang kemarin?"


Nanas memperbaiki posisi duduknya kemudian menatap Anthony. "Ingat, Pak?"


"Mereka adalah wanita malam yang saya undang dengan harapan saya bisa mencoba normal, tapi ternyata Gairah saya hilang, bahkan aset saya tidak berdiri tadi malam, makanya saya meminum enam pil perangsang sekaligus dan itu tidak membuahkan hasil, Tapi kamu-"


Nanas menelan ludah. "Saya?"


"Tadi pagi mengingat kejadian tadi malam dengan kamu, entah kenapa Gairah saya bangkit, saya seperti menemukan Gairah dari sosok wanita dan itu ada di kamu."

__ADS_1


Nanas berdiri. "Bapak bercanda!"


"Loh, kamu kan tadi lihat sendiri, berdiri kan? Itu tandanya kamu pawangnya." Anthony merenggangkan badannya. "Tapi tenang, saya gak akan meminta kamu menikah dengan saya seperti di film-film kok, lagipula siapa juga yang mau menikahi Gadis Dekil, Miskin, kayak kamu."


Nanas membalikkan badannya kesal kemudian menarik dasi Anthony yang membuat Anthony terhuyung ke depan.


"Dekil, Miskin begini juga udah dua kali yah Bapak tergoda sama saya, berarti saya ada something menarik, Bapak pikir saya mau sama Bapak, modal kaya sama tampang doang."


"Jangan salah, setidaknya kalau kamu sama saya pas kamu saya sakiti, kamu nangisnya di dalam Lamborghini."


"Dih! Makan aja tuh harta-harta Bapak, saya gak butuh!"





TBC

__ADS_1


__ADS_2