
Drew berjalan ke arah Haura dan Anthony yang membuat keduanya terdiam, entah dilanda apa anak satu ini sehingga dia hadir tiba-tiba.
"Saya mengakui tindak provokasi yang saya lakukan, semuanya adalah fitnah, semua tidak benar, saya dan Anthony memang pernah punya hubungan, tapi itu dulu!"
Mendengarkan penjelasan Drew, Anthony dan Nanas saling melempar pandangan, mereka tidak pernah melihat Drew semacho dan setegas itu.
Drew yang biasa keliatan feminim, kini tampil dengan tegap sesuai dengan tubuh yang dia miliki.
"Dan saya sama sekali tidak membenarkannya pengakuan saya tentang pernikahan Anthony dan Nanas adalah kedok orientasi, semuanya fitnah dari saya," Drew sekali lagi membuat penjelasan yang membuat mereka semua diam. "Kalian bisa bubar, mengenai kontrak kerja kalian bisa dibicarakan nanti, bener kan Pak Anthony?"
Anthony terdiam, dia berusaha menerima nalarnya dengan benar sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya pelan.
Semua tamu baik rekan kerja maupun media perlahan meninggalkan Rooftop itu beserta Staff kerja yang menyisakan Drew, Nanas dan Anthony.
"Kamu kenapa, kamu belain kami?"tanya Nanas yang membuat Drew menghela napas panjang. "Kamu kejedot atau gimana."
"Hanya kali ini, aku gak akan menganggu kalian lagi, aku akan melupakan Anthony tapi kalian harus tahu satu fakta," jelas Drew mengeluarkan sebuah surat-surat resmi mengenai haknya sebagai anak dari Papa Prabu. "Aku adiknya Thony, dan aku baru tahu ini setelah ibu kami meninggal."
"Hah!" Nanas dan Anthony terkejut bersamaan mendengarkan fakta itu. "Kamu gak ngerencanain hal jahat kan?"
"Kamu pikir aku bercanda?" Drew menatap tajam Anthony yang membuat Anthony menatap tajam balik. "Ibu kita, Ibu kandung kita baru aja meninggal kemarin dan dikubur, dan kamu gak tahu itu."
Anthony maju, dia menarik kerah kemeja Drew dan mendorongnya ke tembok. "Kamu gila yah! Gak gini caranya kalau mau ngancurin aku."
Drew membalas Anthony dengan mendorong tubuh Anthony. "Jadi kamu pikir aku Nerima ini? Aku ngerawat Mama selama ini, kamu sama Ayah kemana? Hah!"
"Jangan gila deh Drew, sebelum kamu saya pukul!"
BUGH!
Sebuah Bogeman jatuh ke wajah Anthony, itu dari Drew yang jelas membuat Nanas langsung menghampiri suaminya, tidak pernah mereka berdua lihat Drew seserius ini.
"Aku gak mau ada rasa bersalah di hati kamu nanti, kita temui Papa Prabu sekarang, biar dia yang menjelaskan kenapa dia membuang anaknya dan lebih memilih membesarkan anak tertuanya!" ujar Drew berjalan pergi meninggalkan Anthony dan Nanas.
Nanas membantu Anthony berdiri kemudian mengusap bekas bogem Drew. "Kayaknya Drew serius deh Dad, dia gak pernah kayak gini."
__ADS_1
"Ah, aku tuh anak tunggal, mana mungkin dia sodara aku!" jelas Anthony merasa tidak puas dengan pengakuan Drew.
-
Drew berdiri di hadapan Papa Prabu dan Mama Reni, ada Anthony dan Nanas disana juga, mereka menunggu jawaban dari segala pertanyaan yang menumpuk dihati Anthony.
"Apa benar, Drew ini adik aku?" tanya Anthony kepada Papa Prabu.
Papa Prabu terdiam, dia melirik Mama Reni sehingga membuat Mama Reni yang memang sudah mengetahui semuanya hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Jawab Pa! Rahasia apa yang selama ini Papa sembunyikan!"
Papa Prabu diam, dia menatap ke arah Anthony dan Drew bergantian kemudian menghela napas panjang. "Maafkan Papa Thon, alasan Papa ingin memisahkan kamu dan Drew dulu karena ini, kalian berdua saudara sedarah."
"Hah! Kenapa Papa gak bilang dari dulu!"
"Maafkan Papa, Papa takut kamu membenci Papa saat Papa mengakui hal ini," jelas Papa Prabu.
Seketika udara di ruang tamu menjadi dingin karena percakapan mereka membuat mereka semua hening, semua terdiam, Papa Prabu berjalan ke arah Drew dan menepuk pundaknya.
- Flashback On.
"Ratna kamu jangan tahu-tahu pengen pisah gitu dong, kasian anak-anak, kasian Anthony dia masih kecil dan kamu juga lagi hamil!" ujar Papa Prabu membuat Ratna istrinya membuang muka.
"Gak bisa Mas, aku Gak bisa hidup miskin terus, mau kamu kasih makan apa anak kita nanti!" jelas Ratna mengemas semua baju-bajunya, setelah selesai mengemas semua baju-bajunya, Ratna kemudian membopong keluar kopernya dari rumah kontrakan mereka.
Suara hujan memecah keheningan diantara keduanya, sebuah mobil terparkir di depan rumah itu yang merupakan mobil jemputan Ratna.
"Ratna, pikirkan baik-baik, kita pasti bisa merubah hidup!"
"Sampai kapan Mas! Aku butuh uang untuk lahiran jadi aku terpaksa setuju menikah sama Mas Asrul, lupakan aku saja Mas, bawa Anthony bersamamu biarkan anak yang dikandunganku ini ikut bersamaku."
Papa Prabu terdiam, dia tidak berkutip lagi, dia menatap mobil yang membawa istrinya pergi perlahan menghilang ditengah hujan.
"Papa, Mama mau kemana?" tanya Anthony kecil yang membuat Papa Prabu tidak menjawab melainkan memeluk putra sulungnya itu.
__ADS_1
- Flashback Off.
"Jadi bener Papa nyembunyiin fakta sebesar ini dari aku?" ujar Anthony menatap Papa Prabu dalam. "Tentang Mama Kandung aku! Kenapa Pa!"
"Maafkan Papa Thon, Papa melakukan ini atas permintaan Ratna, dia tidak ingin kamu mengetahui fakta sebenarnya," Papa Prabu mengusap wajahnya.
Anthony tidak menjawab dia berusaha memproses fakta-fakta ini, dia ditampar begitu banyak fakta dalam satu hari ini.
"Mulai sekarang, Drew akan tinggal dirumah ini!" jelas Papa Prabu final yang membuat Anthony menatap dalam Ayahnya.
"Thony kecewa sama Papa!"
Anthony berjalan pergi meninggalkan ruang tamu itu naik ke lantai atas menuju kamarnya, Nanas yang tidak ingin ikut campur segera menyusul sang suami sedangkan Drew diam ditempat.
"Kemasi barang-barang kamu Drew, mulai sekarang kamu akan tinggal disini."
Papa Prabu dan Mama Reni mengangguk, Mama Reni berjalan ke arah Drew dan mengusap wajah Pria itu pelan.
"Abaikan sikap Anthony yah, dia belum bisa menerima fakta ini," ujar Mama Reni menyusul Papa Prabu pergi.
Sementara itu di luar sana, Adelia yang memang menguping pembicaraan keluarga itu tampak memiliki ide jahat di dalam dirinya.
"Kalau Tante Reni gamau bantuin aku, aku deketin aja Drew, dia kan bakal jadi bagian dari keluarga ini, kalau aku bisa nikah sama Drew aku bisa tinggal disini dan gampang deketin Anthony, bodoh amat dia penyuka sesama jenis justru bagus, jadi keperawananku hanya milik Anthony, seorang," jelas Adelia dalam hatinya kemudian beranjak pergi meninggalkan tempat itu.
-
Drew kini berada di kamar barunya di rumah itu, dia menaruh semua barang-barangnya yang membuat dia harus teringat lagi akan kenangan bersama Ibunya.
"Mama, Drew sudah berada dirumah ini, Drew janji, Drew akan membalas semua ketidakadilan ini," Drew menatap foto Almarhum ibunya. "Drew akan menghancurkan keluarga Prabu, sampai mereka benar-benar hancur."
......................
Drew:
__ADS_1