
Tok!
Tok!
Tok!
Adelia dan Nanas kini tampak mengetuk pintu kediaman dari Dave karena ingin memastikan apakah Dave benar terkait atas hilangnya Anthony dan Drew.
"Permisi?" Nanas berujar pelan tatkala tiada siapapun yang menjawab ketukan pintu mereka. "Ada orang gak sih?"
Nanas dan Adelia hanya saling menatap, Adelia kemudian melipat kedua tangannya dan duduk di kursi yang ada di teras rumah Dave. "Kayaknya gak ada orang deh."
Nanas hanya bisa menghela napas panjang. "Kalau benar Pak Dave yang nyulik Daddy Thon dan Drew, tapi tujuannya apa?"
Adelia sebenarnya punya spekulasi, tapi dia tidak mungkin mengatakan itu kepada Nanas karena spekulasinya sangat jauh di atas kepalanya, Adelia berpikir bahwa bulan tanpa alasan Dave melakukan ini.
Beberapa hari kebelakang Dave selalu menanyakan perihal Nanas kepada Adelia dikarenakan Dave tahu, Nanas besar di keluarga Adelia, tapi bukan hanya itu saja entah kenapa Adelia merasa bahwa Nanas dan Dave itu seperti memiliki ikatan batin.
"Kalau mereka ini kembar tidak identik, harusnya ikatan batinnya masih ada, kecuali hati Dave sudah ditutupi kebencian akan Mama Reni," batin Adelia menundukkan kepala. "Tapi kan gue udah janji sama Drew kalau gue gak bakal ngasih tahu Nanas yang sebenarnya."
- Flashback On.
Setelah mengobati luka Adelia, Drew memilih duduk di samping Adelia sembari menunggu mobil mereka selesai di perbaiki.
__ADS_1
"Kata kamu, kamu punya rencana buat ngancurin keluarga Pak Prabu, apa rencananya?"
Adelia mendelik sinis, dia mengeluarkan sebuah foto dari tasnya dan memberikannya kepada Drew. "Apa ini?"
"Kartu As kita, Nanas itu anak kandungnya Mama Reni, kalau sampai Anthony dan Papa Prabu tahu kalau Mama Reni menyembunyikan ini, pasti Papa Prabu dan Anthony bakalan marah dan kecewa, mereka bakal pecah deh," jawab Adelia menjelaskan.
"Jangan-"
Adelia menatap wajah Dave bingung. "Maksudnya?"
"Jangan lakukan itu, kalau sampai ini terjadi, kasian Nanas dan Anthony, aku dendamnya kepada Papa Prabu bukan pada Anthony dan Nanas, kan kamu udah janji apapun yang terjadi kita gak boleh nyakitin Nanas."
"Lo niat balas dendam gak sih, kalau Lo mau balas dendam jangan ada rasa kasian diantara kita, heran gue."
Adelia tidak bergerak dia hanya pasrah menyandarkan kepalanya di bahu Drew. "Tapi Lo jadi lembek! Nyebelin tahu gak."
"Yah, mau gimana lagi, kita cari rencana yang lain yah, kan kamu udah janji."
Adelia melirik Drew, Drew membalas lirikan itu dan tersenyum. "Janji?"
"Iya ah, bawel," jawab Adelia melipat kedua tangannya.
- Flashback Off.
__ADS_1
"Del?"
Nanas memanggil nama Adelia yang membuat Adelia tidak menjawab karena larut dalam pikirannya.
"Del?"
"Adelia!" Nanas berteriak cukup kencang yang membuat Nanas langsung tersadar dari lamunannya.
"Apaansih, teriak-teriak, gue lagi kangen Drew tahu!" jawab Adelia langsung menutup mulutnya. "Eh!"
"Hayo kangen siapa?"
"Bacot lu ah, pulang dulu aja, kita pikirin ini di rumah, lagian udah malam, Lo juga lagi hamil," Adelia memakai helmnya kemudian berjalan menuju mutur mereka disusul oleh Nanas.
Setelah Nanas naik ke atas motor, Adelia langsung menjalankan motornya menuju rumah mereka, penelusuran malam ini tidak mendapatkan hasil yang bagus, mereka harus mencari tahu lebih dalam apa keterkaitan Dave akan semua ini.
Tak lama kemudian, motor yang mereka berdua kendarai sudah tiba di rumah kediaman Papa Prabu, keduanya turun dari motor dan berjalan ke teras tapi yang membuat mereka terkejut adalah kehadiran dua orang yang akan mereka sulit jelaskan.
"Mama Reni?" ujar Nanas pelan.
"Papa Prabu?" lanjut Adelia.
Keduanya saling melempar pandangan berusaha mencari alasan kepada keduanya akan apa yang terjadi malam ini.
__ADS_1
...----------------...