Gairah Cinta Boss Besar

Gairah Cinta Boss Besar
Eps 18 | Sakit Memihak Kejujuran


__ADS_3


Flashback On


12 Tahun Lalu.



"Selamat ulang Tahun anaknya Ayah, semoga kamu bisa selalu bahagia yah," Fahri mencium kening Nanas yang sedang tersenyum di hadapan kue ulang Tahunnya. "Maaf yah, Ayah gak bisa beli kue yang mahal dan ngasih kamu kado, nanti kalau Ayah ada uang, Ayah bakal beliin kado untuk kamu."


Mereka berdua kini berada di dalam kamar Nanas yang kala itu baru berusia sepuluh tahun, Nanas tersenyum kepada Fahri.


"Gapapa kok Ayah, yang penting Papa selalu sehat," jawab Nanas memejamkan matanya sebelum meniup lilin. "Ya Allah, Nanas kan udah jadi anak baik, kalau Nanas dikasih satu permintaan sama Allah, Nanas mau ketemu sama Ibu Kandung Nanas, walaupun itu didalam mimpi."


Nanas meniup lilin tersebut, sementara itu di balik jendela, seorang wanita tengah berdiri dengan tatapan sendu, dia adalah Mama Reni.


"Maafkan Mama, sayang, Mama tidak bisa membawa kamu sekarang, tapi Mama yakin kamu akan bahagia dengan ayah kamu.*


Mama Reni sebenarnya tidak tahu kalau sosok Ayah yang merawat Nanas adalah Fahri, karena memang tidak setiap tahun dia datang mengirimkan kado secara pribadi.

__ADS_1


Terakhir dia mengirimkan kado secara pribadi adalah saat Nanas sedang ulang tahun ke-enam itupun sewaktu sahabatnya masih hidup yang setahu Mama Reni, sahabatnya lah yang merawat dan membesarkan Nanas.


Mama Reni mengeluarkan sebuah kotak dari tasnya kemudian menaruhnya di jendela. "Mama harus ke luar negri sayang, mungkin Mama akan kembali ke sini sepuluh tahun lagi, mungkin Mama akan melihat kamu saat besar nanti, tapi Mama akan tetap mengirimkan kado setiap ulang tahun kamu, karena hari kelahiran kamu adalah hari paling membahagiakan untuk Mama."


Setelah menaruh kado tersebut, Mama Reni berjalan meninggalkan rumah Nanas dan Fahri, ia menyeka air matanya perlahan, Mama Reni sebenarnya tidak ingin melakukan ini.


Tapi paksaan keluarga yang memaksanya untuk menjadi sempurna, membuat Mama Reni dianggap menciptakan ketidaksempurnaan karena kehadiran Nanas.


"Kamu memang anak diluar nikah, tapi percayalah, kamu adalah Bidadari dihati Mama, sayang," ujar Mama Reni memeluk foto Nanas sambil berjalan menuju mobilnya.


- Flashback Off.


"Papa, Papa udah pulang, kok cepet banget?" tanya Mama Reni menghampiri Papa Prabu.


Papa Prabu berjalan ke arah meja yang ada di dalam kamar itu. "Papa ketinggalan berkas ini, makanya balik, tadi Mama nelpon siapa kok, kayak serius gitu?"


Mama Reni tampak gugup, dia hanya menghela napas sejenak. "Tadi ini, nelpon Anthony mau nanya Nanas kapan kuliah."


"Oh, sudah didaftarkan, baguslah, kalau begitu Papa berangkat lagi ke kantor yah," Papa Prabu berjalan keluar dari kamar meninggalkan Mama Reni yang diam disana.

__ADS_1


Mama Reni diam, dia menatap kepergian Papa Prabu kemudian duduk di ranjang. "Bagaimana kalau Papa tahu kalau Nanas adalah anakku yang kutitipkan dua puluh dua tahun yang lalu?"


...----------------...


"Sudah jangan sedih lagi, saya gak tega jadinya kalau kamu sedih terus," ujar Anthony menepuk bahu Nanas pelan dan mengusapnya.


Nanas hanya diam, dia tidak berminat menjawab pertanyaan Anthony, sampai ada beberapa orang melewati mereka dan membicarakan hal yang tidak enak didengar oleh Nanas.


"Eh, itu kan cewek sama Om-Om yang viral kemarin, gatal banget yah ceweknya, katanya sih karena si Om itu kaya dan terkenal."


"Pasti diporotin habis-habisan itu."


Nanas hanya menghela napas, dia merasa bahwa moodnya sedang tidak bagus sekarang, melihat Anthony segera berdiri dan menghampiri mereka.


"Saya dengar kalian membicarakan sesuatu, tampaknya menarik, apakah kalian dikuliahkan oleh orang tua kalian untuk mengurusi orang lain?"


Dua Mahasiswi itu diam mendengar ucapan dari Anthony. "Daripada kalian mengurusi istri saya, lebih baik kalian pikirkan bagaimana caranya nanti setelah wisuda bisa jadi berguna biar gak jadi beban keluarga, atau mau sama om-om aja juga?"


Dua Mahasiswi itu terdiam, Anthony menghela napas kemudian menatap keduanya. "Istri saya akan kuliah disini, jangan sampai saya mendengar hal-hal yang tidak enak dari mulut kalian yah, jika itu sampai terjadi, saya akan membuat kalian keluar dari Universitas dengan cara apapun, silakan pergi."

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2