
Lokasi Penyekapan.
Dalam kegelapan gudang tempat mereka ditawan, Anthony dan Drew berusaha mencari cara untuk melepaskan diri. Mereka tahu bahwa waktu terus berlalu, dan mereka harus segera keluar dari situ. Namun, situasi menjadi semakin sulit ketika Drew, dengan wajah pucat, mulai terlihat tidak sehat.
Anthony merasa panik saat melihat kondisi saudaranya yang memburuk. "Drew, Kamu kenapa? Kamu baik-baik saja?"
Drew mencoba untuk menjawab, tetapi suaranya samar. Dia merasa pusing dan lemah, dan dia tahu itu adalah efek dari alkohol yang diberikan kepada mereka untuk membius.
Yah, Dave memberikan mereka berdua Alkohol secara paksa agar terbius supaya mudah di pindahkan, tapi itu dalam dosis rendah, sedangkan Drew ternyata dia rentan dengan cairan seperti ini didalam tubuhnya, apalagi efek dehidrasi mereka selama semalaman menambah buruk keadaan.
"Bang-" kata Drew dengan susah payah, "Aku merasa... lemah... dan pusing. Aku tidak tahan alkohol sama sekali."
Status mereka saudara, untuk kesekian kalinya Anthony merasa diperlakukan sebagai seorang Abang untuk Drew terlepas dari masa lalu mereka berdua dan Anthony tahu Drew tidak tahan alkohol
"K-Kamu, tenang!"
Anthony mencoba meredakan kecemasannya, tetapi dia juga merasa terjebak dalam situasi yang sulit. Mereka perlu menyelamatkan diri, tetapi Drew tidak dalam kondisi untuk melanjutkan.
"Kita harus menemukan cara keluar dari sini, Drew," kata Anthony dengan berusaha tetap tenang. "Aku akan mencoba mencari bantuan, atau mencari cara untuk membongkar pintu ini. Kamu harus bertahan!"
__ADS_1
Drew mencoba tersenyum lemah. "Aku akan mencoba, Bang. Tolong, cepat cari bantuan."
Anthony mencoba mencari solusi, tahu bahwa waktu mereka semakin berkurang. Mereka berdua terjebak dalam situasi yang sangat berbahaya, dan mereka harus menemukan cara untuk keluar sebelum efek alkohol membuat kondisi Drew semakin buruk.
"Drew?"
Drew kini lemas tak bersuara dan tidak bisa bergerak lagi, Anthony berjalan ke arahnya.
Dalam keadaan panik, Anthony terus berteriak memanggil nama "Dave!" sambil mencoba memeriksa kondisi Drew yang semakin buruk. Mereka berdua tahu bahwa ini adalah situasi yang sangat berbahaya, dan mereka merasa tidak punya pilihan selain meminta bantuan Dave.
Tidak lama kemudian, Dave muncul dari bayangan, wajahnya penuh dengan kekhawatiran. "Apa yang terjadi di sini?"
Anthony menjelaskan dengan panik tentang kondisi Drew yang semakin drop akibat alkohol. "Kami tidak bermaksud mencari masalah, Dave. Kami hanya ingin mencari tahu mengapa kamu melakukan ini, Tapi sekarang, Drew butuh pertolongan medis segera!"
Walaupun Dave harus membatalkan rencana mengatakan fakta besarnya disini, tapi dia tidak bisa mengorbankan satu nyawa untuk sebuah keadilan.
Dengan cepat, Dave membantu Drew yang pingsan ke mobilnya, dan Anthony menyusul dengan hati yang masih berdebar kencang. Mereka segera menuju rumah sakit terdekat dalam perjalanan yang penuh kepanikan, berharap bahwa Drew akan mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan untuk pulih.
Saat mobil melaju ke arah rumah sakit, Anthony merenungkan semua yang telah terjadi, berharap bahwa mereka akan mendapatkan jawaban atas perbuatan Dave, tetapi yang terpenting, dia bersyukur bahwa Dave akhirnya memutuskan untuk membantu mereka dalam situasi darurat ini.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama.
Dave dan Anthony tiba di rumah sakit dalam keadaan panik, dengan Drew yang masih tidak sadarkan diri. Mereka segera membawanya ke unit gawat darurat, dan tim medis yang siap siaga langsung mulai melakukan penanganan darurat.
Dalam ruang tunggu rumah sakit, Dave duduk bersama Anthony, wajahnya penuh dengan kekhawatiran.
"Kau tidak ingin memukulku, kau sedang berada di tempat umum," Dave menunduk.
Anthony meliriknya. "Aku kesal, aku emosi, aku tidak tahu apa ini, tapi tidak sekarang Dave, kamu orang baik, aku tahu itu."
Dave berdiri, dia menimbang sejenak. "Baiklah, saya akan mengatakan yang sejujurnya."
Anthony tidak ingin memahami rencana Dave selanjutnya, tapi dia yakin ini akan lebih baik.
Setelah beberapa waktu yang tampaknya berjalan sangat lambat, seorang dokter keluar dari ruang perawatan darurat dengan senyuman. "Pak Drew sudah dalam kondisi yang stabil. Kami sedang merawatnya dengan baik."
Anthony dan Dave merasa lega mendengar berita itu. Mereka tahu bahwa Drew masih memiliki perjalanan pemulihan yang panjang, tetapi yang terpenting, ia kini dalam keadaan yang lebih baik.
Dave mengambil ponselnya dan menelepon Nanas dan Adelia untuk memberi tahu mereka bahwa mereka berada di rumah sakit bersama Drew.
__ADS_1
"Kami sedang ada di rumah sakit, semuanya," kata Dave dengan suara lembut, "Temukan aku disini, jika kau ingin membawa polisi, silakan."
...----------------...