Gairah Cinta Boss Besar

Gairah Cinta Boss Besar
Eps 30 | Tatapan Dingin Sejuta Rahasia


__ADS_3


Flashback On.



"Dasar anak sialan! Kamu adalah anak satu-satunya dan kamu tidak bisa menjaga kehormatan kamu, berani-beraninya kamu hamil oleh Pria miskin seperti Fahri."


Ayah dari Reni menampar habis-habisan wajah sang putri, emosinya meluap-luap setelah puas dia meninggalkan Reni sendirian di dalam kamar berbalut luka yang dalam.


Reni menangis dalam nista tidak bisa melakukan apa-apa tubuhnya lunglai membawa bayi di dalam kandungannya.


"Nona?"


Suara Broto terdengar membuat Reni mengangkat kepala, Broto masuk ke dalam kamar Reni dengan membawa obat-obatan. "Bangunlah Nona, biar saya obati luka-lukamu."


Reni berdiri dibantu Broto, dia berjalan ke arah ranjang dan di dudukkan di tepi ranjang. "Sabar yah Nona, Tuan memang tepramental."


Reni tidak menjawab, air matanya sudah habis rasanya, bahkan dia sudah menangis tanpa suara.


"Kenapa nasibku begini Pak?"


Reni, adalah seorang wanita berprestasi, karir bagus dan juga cemerlang tapi sayangnya dia terjebak percintaan terlarang dengan Fahri seorang Pria Beristri, dan hal itu membuat Reni mengandung anak dari Fahri.


Semuanya terjadi begitu cepat sampai-sampai Reni harus dinistakan, dia yang memang selalu dipaksa sempurna mendapatkan predikat ketidaksempurnaan dari sang Ayah karena mengandung anak-anak yang tidak berdosa.


"Nona yang kuat, akan ada dimana Nona bisa bahagia, besok Tuan akan mengirim Nona ke Luar Negri untuk diasingkan, saya harap Nona bisa lebih kuat."


- Flashback Off.

__ADS_1


"Menetes air mata saya Mas Dave mengingat kejadian itu, ketidaksempurnaan setitik membuat Tuan melepaskan gelar ayah dalam tubuhnya, Nona Reni hanya bisa diam tak bersuara, menangis dalam diamnya."


Dave menundukkan kepala, walaupun dia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, hatinya hancur berderai mendengar cerita itu.


"Malam itu Nona Reni melahirkan di Indonesia, Nona Reni melahirkan dua bayi kembar tak seiras, yaitu Mas Dave dan satu lagi anak perempuan yang dia beri nama Syahnaz, tapi dia tidak tahu kalau dia mempunyai anak lain selain Syahnaz."


"Kenapa, Pak?"


"Sebab Tuan mengambil Mas Dave dan dia berikan kepada saya untuk dititip, dikarenakan Mas Dave laki-laki, Tuan merasa bahwa dia harus merawat Mas Dave sedangkan yang satunya dia tidak peduli dan menganggap Syahnaz adalah sebuah kecacatan, setelah melahirkan itu, saya tidak tahu lagi bagaimana kabar anak perempuan Nona Reni, karena Nona Reni sudah meninggalkannya atas paksaan dari Tuan, jika tidak Tuan akan mengancam membunuh anak itu."


Dave terdiam pelan, betapa kejam sosok pria yang selama ini dia panggil Kakek, orang yang dia anggap teladan ternyata menyimpan rahasia busuk di dalamnya.


"Apakah Pak Broto siap bersaksi nanti jika saya adalah anak Mama Reni yang di bawa kabur oleh Kakek saya sendiri?"


Pak Broto mengangguk dia meraih gelas kopinya kemudian menyesap isinya.


Dave tidak menjawab, dia menatap lurus kedepsn kemudian menghela napas panjang.


-


Sudah pukul sepuluh malam, Anthony baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya dan memilih pulang ke rumah sebelum di koridor kantor dia melihat Drew baru saja keluar dari ruangannya.


Anthony tidak pernah mengajak Drew mengobrol keduanya seolah membatasi hal sampai akhirnya mereka berdua terpaksa berdiri beriringan karena menunggu lift yang sama.


"Kamu ada masalah apa sih sama istri kamu," tanya Anthony yang membuat Drew membuang muka.


"Bukan urusan kamu," jawab Drew memencet tombol lift.


Drew hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift itu sebelum Anthony menyadari bahwa lift itu tidak normal dan tiba-tiba terjatuh ke bawah.

__ADS_1


"Drew awas!"


Drew yang terlanjur melangkahkan kakinya terperosok masuk ke dalam lobang tempat lift turun, Anthony dengan sigap menahan Drew dengan menarik tangannya.


"Pegang tanganku Drew, pegang!"


Anthony bersikeras menarik Drew keatas tapi Drew tampak lemas apalagi dia melihat ke bawah dimana lobang itu sangat dalam.


"Jangan lihat ke bawah bodoh! Lihat mata aku kamu bakalan selamat!" kesal Anthony berusaha menarik tangan Drew.


Cukup lama mereka melakukan itu sampai akhirnya Anthony berhasil menarik tangan Drew dan mereka berhasil selamat ke atas.


"Kamu gapapa kan?"


Drew tidak menjawab, dia masih lemas, dia terduduk pelan. "Makasih, Bang."


"Bang? Kamu manggil aku Abang?"


Drew membuang muka, dan tidak menjawab, dia kemudian berdiri sedangkan Anthony juga ikut berdiri.


BUGH!


Sebuah pukulan terdengar nyaring, tubuh Anthony dan Drew perlahan jatuh ke lantai dalam kondisi tidak sadarkan diri.


Suara balok kayu memadu lantai terdengar renyah dalam heningnya malam, seorang Pria berjalan ke arah Drew dan Anthony.


"Maaf, tapi ini demi kebaikan kita, saya perlu bantuan kalian," gumam Pria itu menyeret tubuh keduanya meninggalkan tempat itu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2