Gairah Cinta Boss Besar

Gairah Cinta Boss Besar
Eps 42 | Mari Kita Bercerai


__ADS_3

Kamar Rumah sakit.


Adelia duduk di samping tempat tidur Drew yang masih belum sadarkan diri. Wajahnya penuh dengan perasaan bersalah dan penyesalan setelah peristiwa yang menyebabkan Drew berada dalam keadaan seperti ini.


Apalagi sebelum kejadian ini, mereka berdua sempat terjadi pertengkaran.


Dia meraih tangan Drew dengan lembut dan berkata dengan suara lembut, "Drew, Gue pengen minta maaf. Sebelum kejadian ini, kita sempat berantem, dan gue menyesal karena itu."


Air mata mulai mengalir di mata Adelia saat dia melanjutkan, "Dan sekarang, gue mau mengakui sesuatu yang sudah lama gue pikirin, kayaknya gue mulai cinta sama lo, Drew. Tapi gue tahu, gue ga cukup buat nunjukin itu, gue berharap, gue bisa berusaha menjadi istri yang lebih baik bagimu, jika lo ngasih gue kesempatan."


Adelia merasa berat di dalam hatinya, karena dia menyadari bahwa kadang-kadang kita harus mengungkapkan perasaan kita saat masih ada waktu. Dia berharap bahwa Drew tidak akan mendengarkan kata-katanya secara langsung sebenarnya, tapi Adelia berjanji jika Tuhan memberinya kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka, Adelia akan melakukan yang terbaik.


Melihat Drew seperti ini, entah kenapa hati Adelia menjadi sakit dan tidak terima.


Dalam keheningan kamar rumah sakit, dia berharap Drew akan segera sadar dan mereka dapat memulai kembali perjalanan mereka bersama, dengan perasaan yang lebih jujur dan mendalam.


"Ehm?"


Adelia melirik ke arah Drew yang tampak menggumam pelan dan menggerakkan tangannya.


"Drew, lo udah sadar?" Adelia berdiri. "Dok-"

__ADS_1


Drew memegang tangan Adelia dan menahannya membuat Adelia gagal memanggil, Dokter.


"Ngapain kamu disini?" tanya Drew pelan.


Drew akhirnya sadar dari pemulihannya dan membuka mata, dia melihat Adelia duduk di samping tempat tidurnya. Wajah Adelia penuh dengan senyum kebahagiaan, dan dia segera merasakan lega.


"Lo nanya? Gue nungguin lo lah! Lo bikin gue panik tahu gak, gue kira lo marah karena kita berantem!"


Drew mencoba tersenyum meskipun dalam hatinya dia tahu bahwa dia harus menghadapi situasi yang sulit. Dia perlu mengungkapkan keputusan yang sudah dia pertimbangkan selama penyekapan kemarin.


"Aku kira kamu cuma peduli sama Anthony, karena dia juga di culik kan kemarin, gak nyangka kamu peduli sama aku."


"Bacot lo, gue terpaksa ngelakuin ini karena gue itu istri lo," jawab Adelia berbohong, sebenarnya dia sangat peduli.


Wajah Adelia tiba-tiba berubah menjadi penuh kekhawatiran. "Terus, lo mau apa?"


Drew melanjutkan dengan hati-hati, "Aku menyadari bahwa rencana jahat yang telah kita lakukan adalah kesalahan besar. aku tidak ingin melanjutkannya lagi, Delia. Aku ingin kita berdua terbebas dari perjanjian ini."


Adelia merasa terkejut dan sedih mendengar kata-kata Drew, tapi dia berusaha bersikap biasa saja. "Jadi maksud lo kita bakalan-"


Drew menjelaskan dengan tulus, "Kita telah melakukan hal yang salah, Delia. Aku tidak ingin kita terus hidup dalam kebohongan dan melakukan pernikahan hanya untuk perbuatan jahat. Aku ingin kita berdua mendapatkan kesempatan untuk memulai lagi menjadi orang baik, bahkan jika itu berarti kita harus bercerai."

__ADS_1


"Cerai?"


"Kamu berhak mengejar orang yang tulus mencintai kamu, bukan terjebak dalam pernikahan berasaskan perjanjian."


Air mata mengalir di mata Adelia, dia membalikkan badan dan mengusapnya.


"Del?"


"Yah?" Suara Adelia sedikit serak.


"Kamu gapapa?"


"Gapapa, ini gue kelilipan, kaget aja lo tiba-tiba tobat, hahaha, kayaknya gue juga ngerasa jahat banget sama Nanas, gue mau berubah jadi orang baik deh."


Jujur, Adelia merasa sedih oleh keputusan yang harus diambil oleh suaminya. Apakah benar dia sudah mencintai Drew.


Setelah beberapa saat yang penuh ketegangan, Adelia akhirnya mengangguk dengan perlahan. "Jika itu keputusan lo, Drew, gue bisa apa, gue akan menghormatinya. Yang terpenting, mari kita berdua mencari jalan yang lebih baik untuk hidup kita, lo harus janji bakalan berubah lebih baik yah?"


Drew tersenyum, dia bangkit duduk kemudian memeluk Adelia. "Makasih udah jadi partner yang baik."


"Sama-sama."

__ADS_1


...----------------...


:(


__ADS_2