
Rumah Sakit.
"Maafin Mama Pa, Mama tidak bermaksud untuk menyembunyikan ini dari Papa," Mama Reni bersimpuh di lantai dia meraih tangan Papa Prabu dan memegangnya erat. "Maafkan Mama, Pa."
"Kenapa Ren, kenapa dari awal kamu tidak cerita kalau Nanas itu anak kamu, kan aku sudah menerimanya, dan kenapa kamu tidak cerita kalau anak kamu dulu itu adalah kembar."
Mama Reni menunduk. "Mama takut kalau Papa akan marah jika tahu Nanas selama ini di asuh oleh ayah kandungnya sendiri, dimana ayah kandungnya Nanas adalah Pria yang membuat Mama harus di usir dari keluarga, dan Mama takut Nanas akan membenci Mama, Pa."
"Apa?" Nanas terdiam. "Ayah Fahri itu Ayah Kandungku?"
Papa Prabu menatapnya dengan penuh kebingungan. "Apa yang kamu maksud, Ren?"
Mama Reni menggenggam tangan Papa Prabu dengan lembut. "Nanas, selama ini dia di rawat oleh Fahri! Aku takut kamu membenci Nanas karena hal ini."
"La-Lantas bagaimana dengan Dave?" tanya Papa Prabu sekali lagi.
"Biar saya yang menjelaskan Pa, sebenarnya Mama Reni pun tidak tahu kalau saya anaknya, karena waktu itu saya dibawa kabur tanpa sepengetahuan Mama Reni dan keterangan saat itu menyatakan bahwa Mama Reni hanya melahirkan Nanas, sedangkan saya, keberadaan saya seolah di sembunyikan," jelas Dave mengulang cerita yang dia dapat dari orang kepercayaan kakeknya.
Papa Prabu terkejut mendengar pengakuan itu. Dia mencoba memproses informasi yang baru saja dia dengar. Setelah beberapa saat, dia berbicara dengan suara lembut, "Rahasia apalagi yang terjadi diantara kita semua?"
__ADS_1
Mama Reni menangis tersedu-sedu, merasa bersalah atas rahasia yang telah dia sembunyikan begitu lama. "Mama takut. Mama takut kehilangan Papa, Anthony dan semuanya tapi Mama tidak bisa melepaskan anak kandung Mama begitu saja, itulah sebabnya Mama selalu mengirimkan hadiah setiap tahun untuk Nanas tanpa sepengetahuan Papa."
Hening sejenak.
Nanas sendiri, dia menangis mendengar semua ini, Anthony yang sudah tahu ini akan terjadi reflek memeluk Nanas.
"Jadi selama ini Mama Kandung yang aku cari itu ada di depan aku sendiri?"
Mama Reni membalikkan badannya ke arah Nanas kemudian hendak memeluk Nanas tapi Nanas menolak.
"Kenapa Ma?"
"Maafkan Mama, Nanas."
"Ternyata Orang Tua Kandung yang aku cari itu adalah Ayah Fahri dan Mama Reni, bertahun-tahun aku hidup dalam penghinaan sebagai anak yang tidak di inginkan, lantas kenapa baru sekarang?" lanjut Nanas.
"Mama tidak bermaksud membohongiku kamu Nanas, Mama merasa menyesal, apalagi ternyata kamu dan Dave adalah kembar!"
"Bukan itu masalahnya, Ma!" Untuk pertamakalinya Nanas membentak seseorang sepanjang hidupnya. "Andaikan aku mendengarkan ini dari Mama sendiri, mungkin aku akan menghargai kejujuran itu, tapi liat Pak Dave-"
__ADS_1
"Anak Mama sendiri yang berusaha mencari haknya sebagai seorang anak! Jadi aku harus apa? Menuntut hak aku juga?" Nanas menunduk dengan nada suara yang semakin pelan. "Kenapa sih, harus ada anak yang lahir akibat kesalahan orang tuanya di masa lalu."
Suara terakhir Nanas benar-benar pelan, bahkan hampir tidak terdengar, Anthony mengusap bahu Nanas yang bergetar hebat, dia terisak tanpa suara.
"Nanas, bisa dewasa dikit?" Dave berjalan ke arah Nanas. "Ini gak sepenuhnya kesalahan Mama Reni."
Nanas mengangkat kepala. "Aku perlu waktu."
Nanas berjalan meninggalkan mereka semua ke arah luar rumah sakit, Anthony yang melihat itu langsung menyusul sang istri.
Mama Reni hendak mengejar tapi Dave menahannya. "Dia perlu waktu Ma, Nanas tidaklah sekuat aku dalam berdamai dengan keadaan, dia memang pemeran utamanya tapi Pemeran Utama tidak selalu diciptakan ikhlas dan kuat."
Mama Reni terdiam.
Papa Prabu mencoba menguatkan Mama Reni. "Kamu harus tahu, Ren, bahwa aku sangat menyayangimu, apapun itu, Nanas dan Dave adalah anakmu dan sekarang anakku juga."
Mama Reni tersenyum lemah, merasa lega setelah mengungkapkan rahasia yang selama ini dia sembunyikan. "Terimakasih Pa, tapi bagaimana dengan Nanas?"
Papa Prabu memeluk Mama Reni dengan erat, menghapus air mata yang mengalir di pipinya, dan satu lagi yang menjadi masalah Mama Reni.
__ADS_1
Adelia, dia akan tahu kalau dia dan Nanas adalah saudara satu ayah, ketika semua rahasia yang di ciptakan tertutup, harus terbuka secara bersamaan.
...----------------...