Gairah Cinta Boss Besar

Gairah Cinta Boss Besar
Eps 46 | Pelukan Terakhir


__ADS_3

Sudah beberapa hari berlalu semenjak pertemuan Nanas dan Adelia, tidak ada yang berubah dari mereka.


Kini Nanas dan Anthony tampak hadir dalam sidang perceraian Drew dan Adelia, begitupun dengan Mama Reni dan Papa Prabu.


Ruangan pengadilan diisi dengan ketegangan saat sidang perceraian antara Drew dan Adelia dimulai. Mereka duduk di sisi yang berlawanan, dengan pengacara masing-masing di sisinya. Proses ini telah berlangsung cukup lama, dan sekarang saatnya untuk mengakhiri pernikahan mereka.


Adelia menunduk dalam, hatinya seolah belum ikhlas akan hal ini.


Sidang berjalan lancar, dan mereka telah membahas pembagian harta bersama, dan semua hal lain yang terkait dengan perceraian, tapi bukan itu yang dipikirkan Adelia.


Keduanya telah memutuskan untuk menjalani proses ini dengan cara yang penuh pengertian dan damai, dan tampaknya semuanya berjalan dengan baik.


Namun, ketika giliran untuk pengumuman keputusan akhir tiba, Drew berdiri tiba-tiba. Wajahnya tampak penuh keraguan, dan semua orang di ruangan itu menatapnya dengan heran.


"Drew, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya pengacaranya dengan khawatir.

__ADS_1


Seketika wajah keraguan itu berubah lebih keyakinan.


Drew tidak menjawab, tetapi dengan langkah hati-hati, dia mulai berjalan ke arah Adelia. Ada ekspresi yang penuh emosi di wajahnya saat dia mendekati Adelia.


Adelia yang bingung dan khawatir, berbisik kepada pengacaranya, "Apa yang dia lakukan? Mengapa dia membatalkan sidang?"


Namun, Drew tidak memperdulikan pertanyaan Adelia. Ketika dia berada di dekat Adelia, dia meraih tangannya dan membawanya berdiri. Kemudian, dengan tiba-tiba, dia memeluk Adelia.


Seluruh ruangan terdiam. Semua orang yang hadir, termasuk hakim dan pengacara, terkejut dengan tindakan mendadak Drew. Adelia merasa bingung dan kaget, tetapi juga ada kelegaan dalam pelukan itu.


Drew akhirnya berbicara dengan suara yang penuh emosi, "Adelia, aku tidak bisa melanjutkan ini. Aku tidak bisa bercerai denganmu. Aku tahu awalnya kita hanya menjalani pernikahan ini sebagai kerjasama, tetapi selama proses ini, aku merasa kita bisa memberinya peluang, peluang untuk tumbuh bersama, untuk mencintai satu sama lain."


Adelia merasa terharu mendengar kata-kata Drew. Dia juga merasa bahwa selama proses perceraian ini, ada perasaan yang berkembang di antara mereka berdua. Namun, dia masih merasa khawatir dan bertanya, "Apakah kamu yakin, Drew? Apakah ini benar-benar apa yang kamu inginkan?"


Drew menjawab dengan mantap, "Aku yakin, Adelia. Aku ingin kita memberikan pernikahan ini kesempatan lain. Kita bisa mencoba, kita bisa tumbuh bersama, kita bisa mencintai satu sama lain dengan tulus."

__ADS_1


Hakim mengangguk dengan pengertian, dan proses sidang perceraian ini secara resmi dibatalkan. Semua orang yang hadir merasa lega dengan keputusan Drew. Meskipun ini adalah jalan yang tidak biasa, ini adalah langkah yang mereka pilih untuk mengambil.


Adelia dan Drew meninggalkan pengadilan bersama-sama, menggenggam tangan satu sama lain.


"Siapa yang membuatmu berubah pikiran?" tanya Adelia saat mereka berjalan keluar.


Drew tersenyum. "Dua orang hebat yang selalu memiliki positif vibes! Mereka adalah pemeran utama yang sangat baik."


Drew melirik Anthony dan Nanas yang berpura-pura asik sendiri, Adelia mengikut ekor mata Drew dan sudah tahu jawabannya.


"Entah bagaimana cara mereka, intinya aku bahagia."


Mereka memasuki babak baru dalam pernikahan mereka dengan harapan dan keinginan untuk membangun sesuatu yang lebih tulus dan berarti. Meskipun proses perceraian mereka hampir selesai, mereka memutuskan untuk memberi peluang pada cinta dan pernikahan mereka.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2