Gairah Cinta Boss Besar

Gairah Cinta Boss Besar
Eps 12 | Akad


__ADS_3

"Kurang ajar yah Lo!" Adelia tampak menarik tangan Nanas menuju ke arah kamar. "Bisa-bisanya Lo mau nikah sama Anthony, yang jelas-jelas orang yang gue suka dari dulu, Lo sodara gue atau bukan sih!"


Nanas terdiam, suasana rumahnya kini tengah ramai dikarenakan pernikahan dadakan dirinya dan Anthony, akad tersebut di adakan di rumah Nanas, dan hanya di hadiri oleh beberapa saksi dan orang terdekat.


"Maafin aku Del, aku gatau kalau aku bakal nikah sama Pak Thon, ini semua berjalan begitu mendadak," jelas Nanas yang membuat Adelia menatapnya tajam.


"Halah! Ini akal-akalan Lo aja kan, Lo mau balas dendam ke Gue karena Lo itu anak angkat! Harusnya Lo sadar diri!"


Nanas diam, dia tidak menjawab, dia hanya menundukkan kepala di hadapan saudara tirinya itu. "Tapi Del-"


"Gausah! Gue gamau denger apa-apa lagi dari Lo, pokoknya gue benci banget sama Lo! Liat aja gue gak bakal tinggal diam karena Lo dah ngambil orang yang gue cinta!"


Adelia berjalan keluar dari kamar, dia memilih untuk pergi ke luar rumah daripada tetap dirumah menyaksikan akad nikah antara Nanas dan Anthony.


Nanas yang melihat itu hanya menghela napas panjang kemudian ikut berjalan keluar dari kamar, sesampainya di ruang tamu, semua mata menatapnya karena memang kepergian Adelia tadi cukup menarik perhatian.


"Adel kenapa Nas?" tanya Fahri kepada putrinya itu.

__ADS_1


"Gapapa ayah, Adel cuma capek aja dia ada urusan kuliah jadi dia gabisa ikutin acara ini," jelas Nanas.


"Astaga!" Fahri berdiri. "Kakak kamu tuh yah, acara gini aja dia gabisa, tunggu biar Ayah tegur."


Nanas yang melihat Ayahnya hendak menyusul Adelia, segera menghentikannya kemudian menahannya. "Jangan Ayah, lebih baik kita mulai acaranya, kasian keluarga Pak Anthony dan Penghulunya sudah menunggu."


Fahri mengangguk, benar kata Nanas, mereka tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengejar satu orang, setelah semua di nilai sudah cukup, acara akad tersebut pun di mulai, Nanas kini duduk di samping Anthony, di depan mereka ada Fahri sebagai wali nikah mereka dan juga penghulu, di samping kanan mereka juga ada Mama Reni dan Papa Prabu yang menjadi saksi sedangkan di sudut lain beberapa tetangga dan juga teman dari Mama Reni hadir disana.


"Bagaimana Mas Thony, Mbak Nanas, sudah siap?" tanya Penghulu tersebut yang membuat Nanas dan Anthony saling melempar pandangan.


Anthony mengeluarkan senyum licik kemudian menganggukkan kepalanya. "Saya sudah tidak sabar."


Penghulu tersebut tampak membacakan doa-doa untuk Anthony dan Nanas kemudian mengarahkan mic kepada Fahri.


"Saudara, Anthony Gilbert Chow, saya nikahkan dan kawinkan engkau, dengan Putri saya, Syahnaz Amanda Afdarianto, dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat beserta mahar xxx dibayar, Tunai!"


Hening, Fahri mulai mengucapkan akad yang akan dibalas oleh Anthony, Anthony dia sejenak dia melirik Nanas yang gugup sehingga membuat Anthony semakin yakin melakukan ini.

__ADS_1


"Saya Terima, Nikah dan Kawinnya, Syahnaz Amanda Afdarianto, dengan Mas Kawin berupa seperangkat alat sholat, beserta mahar sebesar xxx dibayar, TUNAI!" jawab Anthony dengan suara lantang.


"Bagaimana saksi?" ujar Penghulu kali ini.


"Sah!"


"Alhamdulillah!" ujar Penghulu tersebut kemudian mulai membacakan doa untuk pasangan pengantin baru tersebut.


Nanas dan Anthony saling melempar pandangan kemudian saling menukar cincin, Anthony menatap sinis Nanas kemudian meremas pelan tangan Nanas saat dia akan memasangkan cincin.


"Bersiaplah untuk tersiksa, baby," bisik Anthony pelan.




__ADS_1


TBC


__ADS_2