
"Gila Lo, keperawanan gue tuh cuma buat Anthony bukan buat Lo, kalau gue sampai hamil gimana!" Adelia kini menatap kesal Drew karena setelah pernikahan mereka Drew tidak melakukan perjanjian yang mereka buat bersama.
Drew hanya bisa mendesah malas, dia tidak menyangka bahwa pernikahannya bersama Adelia hanyalah sebuah kesusahan yang dia sengajakan.
Empat hari yang lalu mereka melangsungkan pernikahan yang meriah dan dengan resmi, Adelia masuk ke rumah keluarga besar Papa Prabu, tapi bukannya menganggu hubungan Nanas dan Anthony, dia malah di pusingkan dengan Drew sendiri.
"Yah mau gimana lagi, aku mana tahan kamu kan istriku," jawab Drew berdiri dari duduknya kemudian berjalan ke arah ranjang.
Sebenarnya Drew tidak sengaja melakukan itu, malam pertama itu terjadi begitu saja begitu cepat dan membuat dia serta Adelia sendiri tidak menyangka.
Adelia berdecak kesal. "Jahat lo, gue kira Lo tuh ga suka cewek makanya gue ngasih penawaran ini, kesucian gue cuma buat Anthony."
Drew kembali mendesah malas, dirinya sudah muak dengan Anthony terus menerus yang ada di sekelilingnya, entah di kantor bahkan di dalam pernikahannya.
"Anthony! Anthony! Anthony! Kenapa sih semua orang mengidolakan dia, hah?" Drew menatap tajam ke arah Adelia. "Aku tahu kita menikah untuk tujuan yang berbeda tapi dengan niat yang sama, tapi bisa gak kamu jangan banding-bandingin aku sama Anthony, aku itu suami kamu."
Adelia mendelik. "Lo kenapa sih kok jadi sensian, kan emang dari awal tujuan gue tuh buat deket-deket sama Anthony, Lo aja yang ganjen pake ngelakuin malam pertama kita, eh sadar yah Lo itu juga pernah pacaran sama Anthony."
"Diam kamu ah," Drew berdiri dia berjalan keluar untuk meninggalkan Adelia.
"Drew kamu mau kemana! Ini gimana kalau Gue hamil! Drew!" Adelia berteriak memanggil nama Drew tapi tidak ada jawaban apapun dari Drew.
__ADS_1
Adelia hanya bisa menghentakkan kakinya ke lantai, dia tidak menyangka bahwa rencana mereka keluar dari garis utama mereka.
"Ngapain Lo disini, puas Lo ngeliat gue?"
Nanas yang kebetulan lewat di depan kamar Adelia dan Drew hanya mengangkat kepala. "Dih, pede gila."
Adelia berjalan ke arah Nanas kemudian mencengkram tangan Nanas. "Gue ga terima yah Lo jadi istrinya Anthony, walaupun gue udah malam pertama sama Drew gue bakal tetap ngerebut, Anthony camkan itu."
"Terserahlah Del," jawab Nanas menarik tangannya kemudian berjalan meninggalkan Adelia.
"Mau kemana Lo? Gue belum selesai ngomong," teriak Adelia kepada Nanas.
"Mau nemuin Pak Dave, dia lagi ngobrol sama suami aku di bawah," jawab Nanas yang membuat Adelia kembali masuk ke kamarnya.
Nanas bergumam pelan kemudian berjalan ke arah Dave. "Kak Dave?"
"Kak Dave ngapain liatin foto Mama Reni," lanjut Nanas.
Dave menaikkan alis, dia menelan ludah kemudian membalikkan badannya menatap Nanas. "Eh Nas, gak saya cuma lihat-lihat."
"Ouh, Daddy Thon mana?"
__ADS_1
"Anthony sedang ke kamar mandi," jawab Dave, tak lama kemudian Anthony datang menghampiri mereka berdua. "Nah itu Anthony datang."
"Maaf yah Dave, saya lama di kamar mandinya," ujar Anthony.
"Gak apa, kalau begitu saya pamit dulu yah, semuanya sudah saya terangkan, sampai ketemu besok di kampus yah Nas," jawab Dave berjalan keluar meninggalkan mereka berdua.
Nanas dan Anthony hanya mengangguk kemudian mengantarkan Dave untuk keluar dari rumah mereka, setelah kepergian Dave, Anthony dan Nanas hanya diam.
"Dad, Pak Dave ngobrolin apa?"
Anthony melirik istrinya. "Nilai Prodi kamu, turun banget katanya."
"Masa sih, kan aku udah belajar yang bener," jawab Nanas.
"Iya makanya dia nanya kesini kamu ada kendala apa dalam belajar, tapi Daddy ngerasa ada yang aneh sama si Dave itu," Anthony berjalan menuju kursi yang ada di teras rumah dan duduk disana.
Nanas berjalan menyusul Anthony dan duduk di kursi yang ada di sampingnya. "Aneh kenapa?"
"Dia nanya-nanya tentang Mama Reni, aneh sih menurut Daddy, harusnya dia cuma membahas tentang kamu, kan kamu mahasiswinya."
Nanas terdiam, dia melirik Anthony sejenak kemudian teringat akan Dave yang menatap foto Mama Reni. "Kek ada sesuatu yang di sembunyikan gak sih?"
__ADS_1
Anthony berdecak pelan, mereka berdua sama-sama memikirkan hal yang sama sebelum sebuah kejadian terjadi didepannya mereka.
...----------------...