Gairah Cinta Boss Besar

Gairah Cinta Boss Besar
Eps 36 | Menuju Hari Besarnya


__ADS_3

Nanas dan Adelia tiba di depan rumah Dave di pagi hari setelah meminta izin kepada Mama Reni dan Papa Prabu dengan alasan kuliah. Rumah itu tampak sepi seperti kemarin.


Mereka berdua berdebat sejenak tentang langkah apa yang sebaiknya diambil, sebelum akhirnya Nanas mengetuk pintu dengan hati-hati.


Saat pintu terbuka, mereka disambut oleh seorang wanita yang tampak lelah, dengan mata yang penuh dengan ketakutan. "Siapa kalian?" tanya wanita itu dengan gemetar.


Nanas menjawab dengan lembut, "Kami mencari suami kami, Anthony dan Drew. Kami memiliki alasan untuk percaya bahwa Pak Dave mungkin tahu sesuatu tentang keberadaan mereka."


Dave ...


Istri dari Dave tersebut hanya bisa diam karena dia tahu betul suaminya terlibat dalam misi balas dendam yang istrinya sendiripun tidak tahu.


"Gue udah punya bukti valid kalau Pak Dave adalah dalang dibalik penculikan ini, dan lo gampang kok, kita cuma pengen tahu apa alasannya?" timpal Adelia kesal.


Nanas memegang tangan Adelia dan menggeleng agar Adelia tidak emosi.


Wanita itu menelan ludah, tetapi tetap berusaha untuk menjaga rahasia. "Saya tidak tahu apa yang kalian bicarakan. Dave tidak ada di sini."


Adelia melihat wanita itu dengan penuh emosi. "Dengerin yah, kita gak bakal nyalahin lo kok nanti, tapi kita itu khawatir banget tentang suami kita, Anthony dan Drew. Jadi kalau lo tahu sesuatu atau Pak Dave berada di dalam rumah ini, tolong banget ini yah, jujur aja sih."


Wanita itu tetap bersikeras untuk merahasiakan apapun. "Saya tidak bisa membantu kalian. Maaf."

__ADS_1


"Berarti secara tidak langsung lo ngedukung, tindakan kriminal suami lo?" Adelia melipat kedua tangannya. "Minimal lo kasih tahu alasannya lah kocak!"


"Maaf."


Nanas dan Adelia saling pandang, kecewa namun tidak ingin menyerah. Nanas dan Adelia kembali menanyai istri Dave, tanpa tahu apa yang akan mereka temui. Wanita itu masih berdiri di pintu depan rumah, tetapi wajahnya kini tampak lebih suram dan bersalah.


Nanas mendekati wanita itu dengan lembut. "Kami mengerti bahwa ini bukan salah kamu, kamu gak perlu nanggung beban pikiran itu sendiri kok, kami janji, gak bakal bawa masalah ini ke hukum, tapi kami sangat khawatir tentang suami kami. Tolong banget, kalau kamu tahu di mana Pak Dave menyimpan suami kami, kasih tahu aja."


Hening sejenak, wanita itu tampak menimbang-nimbang, awalnya dia tidak mau. Namun, hati nurani memenangkan debat hatinya.


Wanita itu menangis, dan air mata membasahi pipinya. "Saya tidak bisa lagi menyembunyikan kebenaran. Dave memang terlibat dalam penculikan suami kalian. Saya tahu lokasi tempat mereka disekap, tapi untuk alasannya, Saya gabisa ngasih tahu kalian."


Adelia menangkap kata-kata itu dengan cepat. "Yaudah di mana mereka sekarang?"


"HAH?" Nanas dan Adelia mendelik tidak percaya.


-


"Panas banget gila! Lo yakin disini, lokasinya?" tanya Adelia melepas helm yang dia pakai kemudian turun dari motor menyusul Nanas.


Nanas melirik jam tangannya, sudah jam sepuluh, area belakang universitas mereka ini cenderung sepi, dikarenakan ada beberapa bangunan bekas kebakaran yang sudah di alokasikan ke area baru universitas.

__ADS_1


"Di Area ini, cuma ada satu Gudang terbengkalai sih, ikut aku, Del." ujar Nanas yang membuat Adelia langsung menyusulnya.


Tak butuh waktu lama.


Nanas dan Adelia tiba di lokasi gudang yang diberitahu oleh istri Dave. Mereka mengharapkan melihat suami mereka, Anthony dan Drew, tetapi ketika pintu gudang terbuka, yang mereka temukan hanya sebuah meja kecil dengan surat tertulis di atasnya. Hati-hati, Nanas mengambil surat itu dan membacanya dengan pelan.


Surat itu berisi pesan singkat dan penuh ancaman dari Dave, sang penculik. "Selamat datang, Nanas dan Adelia. Kalian memang tidak akan menemukan suami kalian di sini. Jika kalian ingin mereka hidup, ikuti petunjuk berikutnya. Tidak ada yang bisa menghentikan saya. - Dave."


Adelia menatap surat itu dengan mata kesal, perasaan keputusasaan menghantam mereka. Mereka tahu bahwa mereka harus tetap tenang dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Dave jika ingin melihat suami mereka lagi.


"Pak Dave nyuruh kita datang ke lokasi yang dia kasih tahu kemarin, katanya ada rahasia besar yang dia bakal tunjukkin, emang hari ini hari apa, Del?"


Adelia terdiam sejenak. "Rabu.",


"Dia minta kita bawa Mama Reni dan Papa Prabu sekalian ke lokasi ini, tapi di surat ini, gaada keterangan itu," jelas Nanas.


"Atau, jangan-jangan-"


"Yah! Pak Dave ngirim pesan ini juga ke Papa Prabu!"


Nanas menaruh surat itu kembali ke meja. "Kita harus ikuti petunjuk ini, Del. Ini adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan Daddy Thon dan Drew."

__ADS_1


Adelia mengangguk, mata penuh dengan tekad. "Kita harus balik ke rumah dulu, gue takutnya Papa Prabu udah tahu semuanya."


-


__ADS_2