
Btw Part ini agak gimana gitu, aku kan gak ngerti nulis adegan malam pertama yak, kalian nikmati ajalah yah~
•
•
•
"Mulai sekarang kamu bakalan tinggal disini yah," Mama Reni tampak tersenyum kepada Anthony dan Nanas yang membuat Nanas membalas senyuman itu, Mama Reni melangkahkan kakinya ke arah Nanas dan mengusap kepala gadis itu. "Mulai sekarang kamu gak usah kerja lagi, kan sekarang sudah ada suami kamu."
Nanas terdiam yang membuat Anthony meliriknya tajam. "Tapi nyonya-"
"Panggil Mama, dan panggil saya Papa," sela Papa Prabu yang membuat Nanas diam.
"I-Iya Pa, Tapi kalau aku gak kerja aku gatau harus ngelakuin apa, aku gak bisa kalau di rumah aja," jawab Nanas yang membuat Mama Reni dan Papa Prabu saling melempar pandangan.
"Gimana kalau kamu kuliah aja, biar kamu ada kesibukan, lagipula kamu ngurus suami gak akan ribet banget, suami kamu orangnya gak manja juga, gimana Thon setuju kan kalau Nanas kuliah?"
Anthony tersenyum kemudian merangkul pinggang Nanas. "Setuju banget, Mam, biar dia bisa jadi gadis yang cukup cerdas."
"Nah, bagus kan, yaudah nanti kamu urus yah kuliahnya istri kamu, udah malam juga lebih baik kalian istirahat, besok harus kembali ke aktifitas biasa," jelas Papa Prabu yang membuat Mama Reni mengangguk.
Anthony tersenyum sinis kemudian menarik tangan Nanas menuju kamarnya yang berada di lantai dua, Mansion ini, sesampainya di kamar miliknya, Anthony langsung mengunci pintu dan menghempaskan Nanas ke ranjang.
"Hi Baby, sudah siap?"
__ADS_1
Nanas menelan ludah, dia sebenarnya malas sekali berbicara dengan Anthony sekarang, apalagi Anthony adalah orang mesum yang tidak bisa ditoleransi.
"Daddy mau apa? Katanya benci, apa mau mengambil hak seorang suami?" tanya Nanas yang membuat Anthony mengembangkan senyum.
"Saya memang benci kamu, tapi gak mungkin saya gak dapat keuntungan dari menikahi Gadis miskin kayak kamu," jawab Anthony melepaskan kemeja, dan celananya.
Nanas bisa melihat jelas bahwa ada sesuatu yang tegak tapi bukan keadilan didalam sana, Anthony menarik tangan Nanas dan memaksanya untuk berdiri.
Nanas hanya bisa diam, jikalau malam ini dia kehilangan kehormatannya setidaknya itu bersama suaminya sendiri, sementara itu Anthony mulai melepaskan pakaian Nanas sehingga mereka berdua kini sama-sama naked.
"Ini pertama kalinya saya melakukan ini dengan perempuan, Baby, kamu kan tahu mantan saya semuanya pria!"
"Ew! Dan milikmu itu sudah menjelajah ke lobang-lobang yang tidak terduga, aku merasa kasian," jawab Nanas mendorong pelan tubuh Anthony.
Anthony tidak menjawab, dia mengangkat kaki kiri Nanas dan menyandarkannya ditembok, Anthony tersenyum smirk kemudian mulai memasukkan aset miliknya.
"Ready, Baby?" ujar Anthony mulai memainkan miliknya didalam tubuh Nanas.
Setelahnya Nanas tidak mengingat apa-apa lagi, kejadian itu berlangsung cepat dan singkat, dan saat Nanas membuka mata dia kini sudah berada di ranjang dengan selimut menutupi badannya.
"Kejadian tadi malam itu, mimpi yah?"
Nanas menyibak selimut yang menutupinya dan keadaannya masih tidak memakai apa-apa. "Jadi kemarin beneran malam pertama? Sama om-om gila itu!"
Nanas seketika frustrasi, dia kira Anthony hanya bercanda, dia melirik ke kanan dan melihat segumpal tissu berwarna merah yang dia yakin adalah darah, Nanas berdiri dia berjalan menuju tasnya untuk mengambil beberapa baju dan segera mandi, karena badannya benar-benar lengket.
__ADS_1
Setelah Mandi, Nanas segera berpakaian dan keluar dari kamar, sedari bangun tadi dia tidak melihat Anthony dimana-mana, dia berjalan menuruni tangga menuju kolam renang, dan disana dia menemukan Pria dewasa yang mengambil kehormatannya.
"Om Thon!" Nanas berjalan ke arah Anthony yang membuat Anthony menghentikan workoutnya.
"Why? Tunggu, apa? Om, call me Daddy, bee!" jawab Anthony yang membuang wajah kesal.
Tubuh Anthony sedang penuh keringat sekarang, dia berjalan ke arah Nanas dan langsung membenamkan wajah Nanas di dadanya yang membuat Nanas kesulitan bernapas.
"Ah! Bau banget! Aku kan udah mandi, Dad!" protes Nanas saat Anthony melepaskan pelukan itu.
"Biarin aja, biar kamu mati sekalian, dengar-dengar kamu gak bisa berenang, gimana kalau saya dorong kamu ke kolam renang itu," Anthony melirik kolam renang yang ada di samping mereka.
"Jangan aneh-aneh yah!" Nanas memundurkan langkah kakinya yang membuat Anthony tersenyum sinis.
Tapi disaat Anthony dan Nanas sibuk dengan aksi mereka, entah darimana datangnya, seorang Pria dengan gesture feminim berlari ke arah mereka dan langsung memeluk Anthony.
"Sayang, maafin aku, aku gamau kita putus."
"Hah!" Nanas hanya bisa menaikkan alis heran dengan aksi dihadapannya.
•
•
•
__ADS_1
TBC