
"Dasar Daddy Thon gila, katanya suka laki-laki tapi sama istri diembat juga," ujar Nanas kesal berjalan turun dari tangga setelah mandi lagi.
Wajahnya tampak kesal, sedangkan Anthony, dia masih berpakaian di dalam kamar tersenyum puas mendengarkan Nanas kesal.
"Nanas, sini Nak!" Suara Mama Reni membuat Nanas membalikkan badannya, dan ia melihat Mama Reni sedang ada di ruang tamu.
Nanas berjalan ke arah Mama Reni kemudian duduk di sampingnya. "Ada apa, Mam?"
"Ini Ayah kamu, dia ngirimin kotak kado ini, katanya ini hadiah ulang tahun kamu yang gak pernah dibuka yah?"
Nanas menatap kotak-kotak itu kemudian menganggukkan kepalanya. "Ini hadiah dari Ibu Kandung aku, aku gak pernah buka Mam, soalnya aku mau buka ini sama Mama kandungku aja nanti."
Mama Reni terdiam, tak terasa matanya berkaca-kaca dia mengelus kepala Nanas pelan. "Kenapa kok gitu?"
"Aku gak pernah lihat muka Mama aku, Mam, dua puluh tahun lebih, aku cuma sering dikirimin kado, dan aku berharap suatu hari nanti, Mama bakal jemput aku dah buka kado ini sama-sama."
"Kamu yakin?"
"Yakin, Mama sayang sama aku, kalau Mama gak sayang, gak mungkin dia ngirimin ini kan, tapi Mam, Nanas boleh nanya Ndak?"
Mama Reni menatap Nanas kemudian tersenyum. "Tanya apa sayang?"
"Kenapa yah Mama kandung Nanas ngebuang Nanas, emang Nanas salah apa, apa benar kata Adelia, kalau Nanas itu anak yang gak diinginkan, kalau kelahiran Nanas gak diinginkan, kenapa Nanas harus lahir?"
Tak terasa air mata Mama Reni jatuh, dia memeluk Nanas dan mengusap pundaknya. "Mama kamu pasti sayang banget sama kamu, Nak, ada alasan dibalik itu."
"Mama Reni, nangis?"
"Iya Nak, Mama Terharu dengan cerita kamu, suatu saat nanti Mama yakin Mama kandung kamu bakal jemput kamu," jawab Mama Reni melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Mama Reni meraih sebuah kotak perhiasan dan mengeluarkan sebuah kalung dari sana. "Mama ada hadiah dari kamu, terima yah."
Nanas melihat kalung itu, sebuah kalung berlian yang tampak mahal. "Mam, ini kan mahal banget Mam, gausah."
"Gapapa sayang, kamu kan nikah sama Anthony gak minta mahar apa-apa, ini untuk kamu, jaga baik-baik yah," ujar Mama Reni memasangkan kalung itu pada Nanas.
Nanas melirik kalung itu kemudian memeluk Mama Reni lagi. "Makasih yah Ma, aku ngerasa seperti dilahirkan lagi dan punya Ibu Kandung."
-
"Kamu tunggu disini yah, saya mau ke ATM yang di seberang sana, saya lupa gak bawa uang cash," ujar Anthony pada Nanas yang sedang duduk di bangku halaman sebuah universitas. "Jangan kemana-mana kamu, apalagi keliling-keliling gak jelas, awas yah!"
"Iya!"
"Jawab yang bener dong, kamu gak ada baik-baiknya sama suami," jawab Anthony kembali.
"Good Girl!" Anthony mengusap kepala Nanas kemudian berjalan pergi meninggalkan Nanas.
Mereka berdua memang berada di salah satu universitas terbaik di kota ini, dikarenakan Nanas akan di daftarkan kuliah oleh Anthony.
"Eh, Pelakor!"
Plak!
Sebuah tangan menarik tangan Nanas diiringi sebuah tamparan yang membuat Nanas harus memalingkan wajahnya ke samping.
"Kurang ajar yah Lo! Gak ada cowok lain apa sampai nikahi pacar orang, cewek murahan ya loh, anj*ng!"
Nanas menatap orang tersebut, dia adalah Drew, Nanas mendelik. "Maksudnya apa yah! Kamu datang-datang nampar orang!"
__ADS_1
"Harusnya Lo tanya sama diri Lo, udah bagus Lo gitu, cewek ganjen!"
"Ah? Sorry, cewek Ganjen, Sorry to say yah, saya gak pernah minta menikah sama Daddy, dia sendiri yang ingin menikahi saya."
Drew melipat kedua tangannya kemudian menatap Nanas sejenak. "Eh Lo gausah pura-pura beg-o deh, semua orang tahu cewek miskin kayak Lo sengaja pengen nikah sama orang kaya!"
"Dih! Najis gila, kamu pikir saya semurahan kamu!" ujar Nanas menatap nanar Drew.
"Maksud lo apa! Yang murahan itu Lo!"
"Dih! Ngaca bos!"
Drew yang kesal, hendak kembali menampar Nanas tapi kali Nanas menahan tangan Drew dan menendang perut Drew.
"Eh dengerin yah cowok klemer-klemer, dimana-mana tuh adanya Adam dan Hawa bukan Adam dan Yanto, kalau orang mau normal yah biarin, dan satu lagi jangan pernah main kasar sama Nyonya Anthony, atau saya gak bakal segan-segan bikin kamu menyesal! Banyakan cocot sih, pas ditendang gini ciut."
Nanas mengusap kedua tangannya kemudian berjalan meninggalkan Drew yang memegangi perutnya di tanah.
"Bentar lagi drama keguguran tuh cowok, dibayangan dia kan dia punya rahim," batin Nanas berjalan pergi.
•
•
•
TBC
__ADS_1