Gairah Cinta Boss Besar

Gairah Cinta Boss Besar
Eps 22 | Sosok Penyebar Video


__ADS_3

"Gimana, Dad?"


Anthony berjalan ke arah Nanas kemudian duduk di samping istrinya itu setelah menelepon sekretarisnya.


"Para rekan kerja terancam membatalkan rencana mereka, karena berita yang disebarkan oleh Drew," jawab Anthony menyandarkan kepalanya di bahu Nanas. "Gimana yah, kalau rekan kerja kita kehilangan kepercayaan bisa-bisa proyek besar saya, gagal semua."


"Coba aja dulu, Dad, bicara sama mereka adain konferensi pers sama mereka, mana tahu mereka akan percaya kalau dijelasin, lagipula gak semua dari rekan kerja Daddy yang percaya tentang berita yang di ucapkan Drew," Nanas mengusap kepala Anthony pelan. "Gimana kalau aku aja yang bicara sama mereka di konferensi pers."


"Emang kamu bisa?" tanya Anthony kepada istrinya itu yang membuat Nanas mengangguk pelan. "Yaudah, nanti saya minta sekretaris saya, ngatur jadwalnya."


"Tapi Baby, saya lapar," lanjut Anthony yang membuat Nanas mendelik.


Nanas meraih ponselnya kemudian melirik jam digital di layar ponselnya. "Udah jam dua belas, bukannya tadi udah makan malam."


"Mikirin masalah ini, saya jadi laper," Anthony berdiri kemudian menarik tangan Nanas untuk ikut berdiri. "Masakin saya sana, apaan aja."


Nanas menghela napas panjang kemudian terbersit ide dihatinya. "Daripada makan buatan ku, gimana kalau Daddy makan yang lain, aku juga lapar."


"Maksud kamu?"


"Masa sih Daddy gak paham," Nanas mengedipkan matanya kemudian menarik kerah baju Anthony. "Gimana kalau malam ini kita tukar posisi, kayak yang biasanya Daddy diatas aku dibawah, nah kita tukaran."

__ADS_1


"Boleh, sekarang?"


Nanas mengangguk yang membuat Anthony mendorong Nanas kemudian menindihnya.


-


"Saya gak Expect loh kalau Tukar Posisi yang kamu maksud adalah saya yang masak dan kamu yang nungguin," Anthony meraih telur dari dalam kulkas kemudian membawanya menuju counter dapur.


"Lah emang itu kan, tugas istri dikerjain suami, kerjaan suami di tugasin ke Istri, nah masak yang enak yah," jelas Nanas duduk di kursi yang ada dimeja makan. "Makanya pikirannya tuh jangan mesum terus."


Nanas berdiri kemudian berjalan ke arah Anthony yang sedang menggoreng telur di depan kompor, kemudian memeluknya dari belakang, dikarenakan tubuh Anthony yang tinggi, Nanas hanya bisa menyandarkan kepalanya di punggung Anthony.



"Lah, kan kamu sendiri yang bilang, kalau gausah kasian, lagian kalau saya pikir-pikir dia juga keterlaluan."


"Tapi dia tiba-tiba ngilang loh, gak ngelanjutin provokasi, aku tahu banget orang kayak dia gak akan puas, dia bakal ngelakuin hal yang lebih nekat, tapi ini tiba-tiba hilang," jawab Nanas pada Anthony.


"Entahlah, saya juga gamau mikirin hal itu, yang lagi saya pikirin itu siapa yah yang nyebarin video kita malam itu, akun yang nyebarin itu hilang tiba-tiba loh, setelah Trending," Anthony menatap fokus ke depan.


Nanas melepaskan pelukannya dan berdiri tepat di samping Anthony. "Iya yah, aku kira orang suruhan Daddy yang takedown video itu."

__ADS_1


"Gak, saya belum ngelakuin apa-apa, saya curiga, orang yang nyebarin video itu, dia pengen banget kita untuk menikah," ujar Anthony yang menciptakan pemikiran di kepala Nanas.


-


Drew melangkahkan kakinya di dalam rumahnya, malam itu juga ibunya dimakamkan, dan setelah dimakamkan kondisi rumah mendadak sepi terdiam.


Drew memikirkan berbagai banyak hal sampai dia lupa akan provokasi yang sedang dia lakukan, dia mendapati sebuah fakta bahwa Ayahnya ternyata masih hidup.


Drew menatap foto yang di lampirkan ibunya sebelum meninggal. "Prabu, dia Ayah, Gue?"


"Gimana bisa! Dia kan Bapaknya Anthony!" ujar Drew semakin Frustrasi jika memang benar, apakah mereka selama ini sedarah.


Drew berjalan masuk ke kamar mendiang ibunya dia menatap kamar itu, kosong, hampa dan tidak ada apapun, sampai akhirnya Drew memberanikan diri mengecek lemari dan menemukan sebuah map terbungkus rapih.


"Akta Perceraian?" gumam Drew menatap Akta perceraian tersebut.


......................


Kalian ngebayangin Drew itu gimana sih?


Kukasih bayangan yah, Drew itu Ganteng, matanya biru terang, rambutnya halus pirang, badannya tegap tinggi, senyumnya manis dan rahangnya tegas, dia punya brewok tipis dan dia tinggi.

__ADS_1


Gak bedalah sama Anthony, cuma Anthony lebih tua~


......................


__ADS_2