
Mama Reni dan Papa Prabu tiba di rumah setelah perjalanan bisnis yang melelahkan. Mereka sangat rindu dengan keluarga mereka, tapi melihat kehadiran Nanas dan Adelia, sontak mereka mencari Anthony dan Drew
Saat mereka masuk ke dalam rumah, Nanas dan Adelia menyambut mereka dengan senyum hangat. "Mama sama Papa udah pulang, Nanas kira, Mama sama Papa pulangnya beberapa hari lagi." ucap Nanas sambil mencium tangan Mama Reni dan Papa Prabu.
Adelia pun mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Papa Prabu dan Mama Reni.
Dibalik kalimat untuk menenangkan itu, Nanas dan Adelia harus buru-buru memutar otak mencari jawaban sebelum mereka menyadari ketidakhadiran suami-suami mereka.
Mama Reni tersenyum. "Iya, Papa kalian urusannya cepat selesai, Anthony sama Drew mana? Masih ngantor udah jam berapa ini?"
Nanas dan Adelia saling pandang, berusaha menyembunyikan kecemasan di wajah mereka. "Mereka tadi pulang kok." jawab Nanas dengan suara gemetar. "Tapi katanya Daddy Thon sama Drew ada urusan dengan klien, Nanas sih gak paham gitu, tapi katanya buru-buru."
Papa Prabu mengerutkan kening. "Pergi untuk urusan klien? Di tengah malam seperti ini, kok gak ngabarin Papa dulu?"
Sepertinya Nanas salah jawab, buktinya dia sekarang tengah merutuk kebohongannya.
Adelia yang paham situasi Nanas, berusaha menjelaskan. "Iya, Ma, Pa. Mereka bilang ini mendadak, katanya tadi mau ngabarin Mama sama Papa tapi gatau deh kalau belum di kabarin, mungkin mereka ada di perjalanan."
__ADS_1
Mama Reni dan Papa Prabu saling bertatapan, tidak yakin dengan penjelasan itu. Mereka merasa ada yang tidak beres. "Apa kamu yakin, Nanas? Adelia?" tanya Mama Reni dengan suara hati-hati.
Nanas dan Adelia tetap berusaha meyakinkan mereka. "Kami yakin, Ma. Mereka akan kembali besok kayaknya," kata Nanas, berusaha mempertahankan senyumnya.
Papa Prabu mengangguk, meskipun hatinya masih gelisah. "Baiklah, jika begitu. Kami akan menunggu mereka kembali."
"Iya Pa, kalau begitu Papa sama Mama istirahat aja dulu, pasti capek di perjalanan," jawab Nanas.
"Iya, kalian berdua juga, terutama kamu Nanas, kamu lagi hamil soalnya, selamat tidur," Mama Reni berlalu bersama Papa Prabu.
Nanas dan Adelia mengulas senyum.
-
Di ruang keluarga yang tenang, Nanas dan Adelia duduk di sofa, cahaya remang dari lampu meja menyinari wajah mereka yang penuh perasaan cemas. Mereka berbicara dengan suara pelan, agar tidak terdengar oleh orang lain di rumah.
"Nas!" bisik Adelia, matanya penuh dengan tekad setelah melihat sesuatu di laptopnya, "Bener Nas, setelah gue cek lagi ternyata emang bener video ancaman dan dalang dibalik semua ini, dosen kita sendiri, Pak Dave."
__ADS_1
"Aku gak nyangka, ada alasan apa coba, Pak Dave?"
"Gue juga gatau, kita harus ke rumahnya lagi, besok."
Nanas mengangguk setuju, matanya penuh dengan keteguhan. "Iya Del, kita harus bertindak cepat, kita gak bisa terus menyembunyikan kebenaran dari Mama Reni dan Papa Prabu. Mereka berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi."
Adelia mendesis malas. "Kalau itu, gue juga tahu, Nanas. Tapi kita harus hati-hati. Dave kayaknya bukan orang yang main-main. Gue punya ide. Kita perlu mencari tahu lebih banyak tentang Pak Dave, apa alasannya, besok kita paksa aja siapapun yang dirumah Pak Dave buka mulut."
Nanas menimbang-nimbang saran itu dengan serius. "Benar juga, sih, aku setuju sama kamu Del."
Adelia tersenyum, mengapresiasi kerja sama mereka, setidaknya untuk kali ini. "Gue bakal cari informasi online tentang Pak Dave, dosen kita itu, riwayatnya dan segala macamnya deh, ada hal yang perlu gue perjelas."
"Apa?"
"Bukan urusan, lo! Sana lo tidur!" ujar Adelia berdiri. "Tapi kali ini gue akui, kerjasama kita bagus."
Nanas dan Adelia berjabat tangan, bersumpah untuk melakukan segalanya demi menyelamatkan suami mereka.
__ADS_1
Sori, Nas, gue udah janji sama Drew, gue gak boleh mendahului Mama Reni untuk menjelaskan kalau lo itu anak kandung Mama Reni, dan gue harus mastiin Dave, dosen kita itu kembaran lo atau bukan, kalau bener, emang sah ini, dia alasan dia jadi pelaku di balik penculikan ini, batin Adelia beranjak menuju kamarnya.
...----------------...