
Hari yang melelahkan dan panjang bagi Anthony dan Nanas, semua tugas-tugas mereka sudah selesai.
Di dalam kamar yang hening, Nanas dan Anthony berbaring di tempat tidur, menatap satu sama lain dengan kehangatan. Mereka telah melewati banyak lika-liku dalam pernikahan mereka, dan kini mereka menemukan kebahagiaan dalam pelukan satu sama lain.
Nanas tersenyum lembut dan berkata, "Dad, siapa yang akan menduga bahwa kita akan sampai ke titik ini? Kita sudah melewati begitu banyak hal bersama."
Anthony meraih tangan Nanas dengan lembut, menggenggamnya erat. "Benar, sayang. Kita melewati banyak cobaan, tapi setiap cobaan itu membawa kita lebih dekat. Aku tidak bisa lebih bersyukur."
Mereka pun mulai berbicara tentang lika-liku perjalanan mereka, mengingat masa-masa sulit yang pernah mereka hadapi. Mereka juga merenungkan perasaan yang selalu ada di antara mereka, bahkan di saat-saat sulit.
Ketika percakapan mereka berjalan, Anthony menatap perut Nanas yang kini sudah mulai membulat. Dia berbicara dengan lembut kepada anak yang ada di dalam kandungan istrinya. "Kamu tahu, Baby Pine, aku sudah sangat tidak sabar untuk bertemu denganmu. Aku tahu bahwa kita akan memberikanmu keluarga yang penuh cinta dan kebahagiaan."
Nanas tersenyum, merasa hangat mendengar kata-kata Anthony kepada anak yang ada di dalam kandungannya. "Kami akan menjaga dan mencintaimu, Baby Pine, Aku juga tidak sabar untuk melihat wajahmu."
Mereka merenungkan tentang masa depan mereka sebagai keluarga yang bahagia, siap untuk menghadapi semua tantangan yang akan datang. Kehidupan mereka mungkin telah dipenuhi dengan lika-liku, tetapi mereka telah belajar satu hal yang penting, yaitu bahwa cinta dan dukungan satu sama lain adalah fondasi yang kuat untuk kebahagiaan keluarga.
-
Satu Bulan Kemudian.
__ADS_1
Malam itu, di ruang makan yang hangat keluarga Prabu, tampak anggota keluarga tersebut menikmati makan malam.
Anthony, Nanas, Drew, Adelia, Mama Reni, dan Papa Prabu berkumpul untuk makan malam bersama. Mereka semua menikmati hidangan yang lezat, tertawa, dan berbicara tentang hal-hal biasa.
Namun, tiba-tiba, Drew tampak sangat bersemangat dan seakan-akan tidak bisa menahan kebahagiaan yang dia rasakan. Dia bangkit dari kursinya, menyebabkan semua orang menoleh padanya dengan rasa heran.
"Maaf, aku harus berbagi kabar gembira," kata Drew sambil tersenyum. "Adelia dan aku memiliki berita yang luar biasa. Adelia sekarang tengah mengandung anak pertama kami!"
Semua orang di ruangan itu terkejut, dan kemudian sorak sorai kebahagiaan pun terdengar. Mama Reni dan Papa Prabu merasa sangat senang dengan berita tersebut, sementara Nanas dan Anthony ikut merayakan kebahagiaan itu. Drew dan Adelia adalah bagian dari keluarga mereka, dan kabar tentang kehamilan Adelia merupakan berita yang sangat istimewa.
Adelia tersenyum lebar, bahagia melihat reaksi semua orang. Dia merasa begitu dicintai dan diterima dalam keluarga ini. Drew meraih tangannya dan berkata, "Kita akan menjadi orangtua, sayang. Kita akan membawa anak kecil ini ke dunia dan memberikannya keluarga yang penuh cinta."
Semua orang mengangguk dan mengucapkan selamat kepada Drew dan Adelia. Malam itu, mereka merayakan berita bahagia itu dengan perasaan hangat dan rasa syukur karena mereka semua adalah satu keluarga yang penuh kasih dan dukungan.
Di saat semua keluarganya sedang bersorak Sorai berbahagia, Nanas tersenyum sendiri, dia berjalan ke arah jendela, dia mengusap perutnya menatap langit penuh bintang di luar.
"Terimakasih atas kebahagiaan yang telah engkau berikan, dari kisah hidupku, aku belajar satu hal, bahwa mencintai Ketidaksempurnaan adalah sebuah kesempurnaan, siapa sangka, dua orang yang pernah menjalani hubungan terlarang bisa merasakan kebahagiaan dari istri mereka masing-masing.",
Nanas mengusap perutnya, dia merasakan ada sebuah tangan memeluknya dari belakang. "Dad?"
__ADS_1
Anthony menaruh kepalanya di bahu Nanas dan tersenyum pelan. "Dari kamu Daddy belajar Nanas, bahwa tidaklah manusia bisa merasakan kebahagiaan jika mereka tidak mendapatkan ujian."
Nanas tersenyum, dia menitipkan sebuah pesan untuk langit dari seorang Gadis sederhana yang sempat dikatakan anak terbuang.
"Nanas, Bang! Sini!" Drew memanggil keduanya yang membuat Nanas dan Anthony berjalan ke arah mereka.
Kisah mereka belum selesai, tapi sudah saatnya Nanas mengakhiri kisahnya untuk diceritakan, dia hanya berharap bahwa semua orang sadar, dibalik beratnya hidup, terdapat takdir yang tidak kau sangka-sangka.
-
TAMAT
-
Bonus Pict!
Anthony
__ADS_1
Nanas