Gairah Cinta Boss Besar

Gairah Cinta Boss Besar
Eps 11 | Masa Lalu Mama Reni


__ADS_3


Flashback On



"Mas Fahri, Mas Fahri aku mohon titip bayi kita yah, dia kan anak kamu juga, Mas," ujar Reni menatap ke arah Pria di hadapannya itu.


"Tidak, aku tidak akan merawat anak itu, aku tidak mau mengambil beban, lagipula sedari awal aku juga sudah meminta untuk mengugurkan anak itu, aku sudah punya istri dan satu orang anak, tidak mungkin aku mengambil satu anak lagi," jelas Fahri yang membuat Reni menatap dalam sosok Pria dihadapannya itu. "Lagipula ini kesalahanmu, kenapa kau mencintai seorang Pria Beristri, jadi Terima saja konsekuensinya."


"Tapi Mas-"


"Sudahlah Reni, kamu juga akan menikah dengan Pria lain kan, lagipula kurasa Prabu menerima anak itu, mending kamu rawat saja dia, istriku akan melahirkan hari ini dan aku tidak punya waktu untuk berbicara banyak," jawab Fahri berjalan meninggalkan Reni yang sedang menggendong bayinya.


"Mas! Mas!" ujar Reni yang terus memanggil-manggil nama Fahri tapi tidak digubris oleh Fahri.


Reni hanya bisa menangis sembari terus menggendong bayinya, menatap langkah kaki Fahri yang seolah tidak peduli dengan dirinya, Hanya air mata yang menemani Reni, dia tidak tahu harus bagaimana sekarang.


- Flashback Off


"K-Kamu, tinggal dirumah ini Mas? Bukannya ini rumah Nasya?" tanya Mama Reni yang membuat Fahri diam sejenak.


Memang selama beberapa tahun Mama Reni mengirim hadiah untuk Nanas dia tidak pernah tahu seisi keluarga ini, bahkan dia menghindari pertemuan dengan Nasya, sahabatnya.


"Yah, Nasya kan istriku," jawab Fahri yang membuat Mama Reni terdiam.


Jadi selama ini, istri yang dimaksud oleh Mas Fahri adalah, Nasya, sahabatku? batin Mama Reni.

__ADS_1


Mama Reni diam sejenak, dia berusaha mencerna apa yang terjadi, tapi dia harus segera mengenyampingkan itu, dikarenakan ia harus mengurus Nanas dan Anthony.


"Aku ingin bicara dengan Orang Tua, Nanas, Mas," ujar Mama Reni yang membuat Fahri menatap Reni.


"Saya Orang Tua angkatnya, Ren, ada apa dengan Nanas, dia ada masalah atau apa?" jawab Fahri tampak khawatir.


"Bisa kita bicara di dalam?"


Fahri mengangguk, dia mengajak Mama Reni untuk masuk ke dalam rumahnya, dimana mereka kini sudah berada di rumah sakit.


"Jadi begini Mas, Nanas dan anakku sedang menjadi sorotan Masyarakat dikarenakan sebuah video yang memperlihatkan mereka melakukan hal yang tidak senonoh, tapi sebenarnya bukan seperti itu kejadiannya, Mas," jelas Mama Reni.


"Astagfirullah, Jadi sekarang Nanas dimana, kasian dia," jawab Fahri yang membuat Mama Reni diam. "Dia itu sudah tidak pernah melihat Ibu Kandungnya sejak kecil, dan sekarang dia harus mengalami ujian hidup seperti ini."


Mama Reni menatap Fahri. "Jadi Nanas itu anak angkat Mas?"


"Sebenarnya dia adalah anak yang dibawa Nasya, awalnya Mas tidak menyukainya tapi dikarenakan anak itu menjadi penenang dikala Nasya harus kehilangan anak kedua kami yang meninggal saat dilahirkan."


Mama Reni memang waktu itu tahu jika Nasya hamil, tapi sifat Nasya yang sangat tertutup membuat Mama Reni kesulitan mencari informasi tentang Nasya.


"Nanas adalah anak yang baik Ren, walaupun dia anak angkat saya, tapi dia selalu menyayangi saya seolah saya ayah kandungnya."


Memang kamu ayah kandungnya, Mas, batin Mama Reni.


- Flashback On


"Nasya, ini anak siapa?" tanya Fahri yang membuat Nasya, istrinya menatap ke arah suaminya.

__ADS_1


"Ini anak adopsiku Mas, dia adalah Nanas, izinkan aku untuk membesarkan dia yah, disaat aku menatap wajahnya, aku merasa bahwa dia adalah bayiku yang meninggal," jawab Nasya yang membuat Fahri terdiam.


"Kembalikan anak itu, bagaimana bisa kamu mengadopsi anak disaat kita baru kehilangan anak!"


Nasya diam, dia tidak menjawab. "Ini sudah menjadi pilihanku Mas, aku ingin menghilangkan kenanganku terhadap kita yang meninggal dengan merawat anak ini."


Fahri awalnya menolak hal ini, tapi melihat Nasya yang bersikukuh membuat Fahri hanya bisa diam, tidak menjawab apa keinginan Nasya terhadap anak itu.


Di batin Fahri hanya ada satu hal, anak kandung dia dengan Reni saja dia telantarkan bagaimana mungkin dia bisa menerima anak yang tidak jelas asal usulnya di dalam keluarganya.


"Jika itu sudah menjadi pilihan kamu, Mas tidak bisa melarang, tapi jangan salahkan Mas jika, Mas tidak bisa memberikan kasih sayang seperti Ayah sesungguhnya."


- Flashback Off


"Maaf, aku jadi menceritakan masa laluku, dan itu berkaitan dengan kamu juga, lupakan saja kamu juga sudah bahagiakan dengan keluarga baru kamu, jadi bagaimana dengan masalah Nanas sekarang?"


Mama Reni terdiam, dia tidak akan memberitahu Fahri kalau Nanas adalah anak kandungnya, dia tidak ingin Nanas terpukul sejauh ini sekarang, biarkanlah rahasia ini terkubur dengan dalam seperti Dua Puluh Dua Tahun ini.


"Nikahkan Anthony dan Nanas, masalah ini akan selesai," jawab Mama Reni yang membuat Fahri diam.


Fahri tampak menimbang, dia ragu untuk itu, tapi dikarenakan dia juga buntu dengan jalur penyelesaian ini akhirnya Fahri setuju.


"Baiklah."



__ADS_1



TBC


__ADS_2