Gairah Cinta Boss Besar

Gairah Cinta Boss Besar
Eps 19 | Karena Kamu Istri Saya


__ADS_3

"Kamu gausah mikirin, kata-kata dari mereka yah, bodo amat lah mau mereka bilang apa," ujar Anthony berjalan kembali ke arah Nanas.


"Wajar sih Dad, kata mereka gitu, video kita yang tersebar itu manipulatif banget, padahal kita gak melakukan apapun," jawab Nanas mengeluarkan ponsel dari Tasnya. "Dad, kalau aku save nomor Mama aku, gimana?"


"Boleh-boleh aja, itu hak kamu, lagipula ini satu-satunya cara kalian tetap komunikasi kan?" jawab Anthony. "Tapi tahu gak, saya masih kesel sama ucapan dua mahasiswi itu."


Nanas mendelik, dia memasukkan kembali ponselnya ke dalam Tas kemudian menarik tangan Anthony untuk duduk di sampingnya.


"Kenapa, bukannya Daddy juga sering ngatain aku, dekil, miskin, apalah," jawab Nanas melirik Anthony.


"Yah kalau saya yang bilang gitu gapapa, kalau orang lain saya gak terima, saya sakit hati, contohnya pas Drew ngatain kamu, rasanya saya yang sakit hati."


"Lah kok?"


Anthony mendelik dan menatap Nanas tajam. "Saya sadar Nanas, ternyata kamu juga mempunyai masalah hidup yang lebih berat dari saya, entah kenapa saya kepengen banget jadi pelindung kamu, mau gimanapun kamu istri saya kan?"


Nanas mengangguk. "Tapi aneh aja, kita baru sehari menikah dan Daddy udah berubah."


"Yah! Kamu iyain aja kenapa sih, jarang-jarang saya mau jadi suami yang baik," gerutu Anthony melipat kedua tangannya.


Nanas tertawa pelan, entah kenapa sejenak beban di pundaknya hilang karena suaminya. "Daddy, lucu!"

__ADS_1


"Saya gak ngelawak yah!"


Nanas masih tertawa yang membuat Anthony langsung menarik Nanas ke pelukannya, rencananya menghibur Nanas berhasil.


Mereka berdua tertawa pelan, sampai akhirnya Nanas dan Anthony tanpa sengaja saling menatap. "Baby, bantu Daddy yah?"


"Huh?"


"Bantu Daddy, jadi pria normal seutuhnya, isi hati Daddy dengan kenangan kamu."


Nanas diam, dia menyandarkan kepalanya di bahu Anthony. "Katanya Daddy ingin menciptakan neraka."


Nanas tersenyum. "Aku gatau Daddy serius atau gak, aku juga gatau pernikahan kita bakal berjalan baik atau gak, banyak banget hambatan didepan sana, tapi harapanku, semoga kita mawadah selamanya."


"Itu adalah hal yang akan selalu saya semogakan, Baby," bisik Anthony pelan.


Tak jauh dari sana, Drew semakin kesal saja melihat kebucinan antara Nanas dan Anthony, patah hatinya semakin memuncak, Pria berusia Dua Puluh Enam Tahun itu berjalan menghentakkan kakinya pergi dari sana.


"Awas yah Lo Thon, liat aja gue bakal bikin Lo nyesel," Drew membuka ponselnya dan mulai menyebarkan sebuah link group kepada teman-teman dan kerabat Anthony.


...----------------...

__ADS_1


"Enak banget hidup Anak Buangan sialan itu, gara-gara dia udah nikah sama orang kaya jadinya gue yang harus beresin rumah!" Adelia berjalan ke arah gudang rumahnya.


Dia harus mentakeover pekerjaan Nanas semenjak Nanas sudah tidak berada dirumah ini lagi, hal itu semakin memberikan kebencian di hati Adelia kepada Nanas.


BRAK!


"AW!"


Adelia terlonjak kaget saat seekor tikus lewat didepannya, hal itu membuat Adelia menyenggol lemari tua didalam gudang tersebut, sehingga sebuah kotak terjatuh dari atas lemari itu.


"Tikus, sialan! Ih! Ini semua gara anak buangan itu, jadinya gue dijadiin pembantu sama Ayah, lihat aja yah, gue bakal ambil calon suami gue dari Lo!" keluh Adelia semakin kesal.


Adelia segera merapikan kotak yang berhamburan dibawanya sampai dia tidak sengaja menemukan sebuah surat keterangan Dokter.


"Ini kan surat keterangan kelahiran Nanas, disini pasti ada nama Ibunya Nanas," ujar Adelia membaca surat tersebut tapi sayangnya karena sudah lama surat itu sudah buram beberapa bagian termasuk pada bagian nama ibu Nanas. "Sialan, malah burem!"


Adelia juga melihat beberapa foto usang dari dalam kotak itu, dan dia mendapatkan sebuah foto seorang wanita menggendong bayi bersama dengan Ibu Adelia.


"Ini kan Mama, terus perempuan ini pasti Ibu si anak buangan itu, dan bayi ini si anak buangan, tapi kok gue kayak pernah lihat yah, tapi dimana?"


......................

__ADS_1


__ADS_2