Gairah Cinta Boss Besar

Gairah Cinta Boss Besar
Eps 20 | Pembunuhan Karakter


__ADS_3

"Kalian sudah pulang, gimana tadi Nanas udah bisa kuliah gak?" tanya Mama Reni saat Nanas dan Anthony sudah pulang ke rumah.


Nanas tersenyum sementara Anthony hanya mendelik pelan. "Dia harus Test dulu Mam, itupun kalau anak ini gak bodoh yah, tahulah Mam, bibit orang miskin isi kepalanya mana ada yang cerdas."


Mendengarkan itu membuat Nanas melirik tajam ke arah Anthony kemudian memukul tangan Anthony. "Apaansih."


"Kan emang bener," jawab Anthony berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.


Mama Reni hanya menggelengkan kepalanya kemudian mengajak Nanas untuk duduk. "Gausah dengerin si Thon yah, dia emang gitu, suka gak dikontrol tapi kalau kamu mau apa-apa, pasti bakalan di turutin kok sama dia."


"Iya Mam, aku udah tahu kok watak dari suami aku," jawab Nanas. "Kalau begitu, aku kembali ke kamar dulu yah Mam, aku mau bersih-bersih dulu, soalnya seharian di luar.*


"Iya, nanti habis mandi istirahat nanti ketemu lagi, pas makan malam," jawab Mama Reni yang membuat Nanas mengangguk.


"Mau kemana kamu?"


"Kamar," jawab Nanas menjawab pertanyaan Anthony, Anthony yang mendengarkan jawaban itu berjalan menyusul Nanas.


Nanas mengabaikan suaminya itu dan tetap berjalan menuju kamarnya, sedangkan Anthony menyusul dibelakangnya.


Sesampainya di kamar Anthony langsung mendorong tubuh Nanas ke ranjang kemudian menindihnya. "Apasih, Dad!"

__ADS_1


"Pengen."


Nanas mendelik kemudian menepuk bibir Anthony. "Astagfirullah itu mulut, sadar pengen mulu perasaan."


"Sakit!" ujar Anthony memegang mulutnya.


"Biarin!"


"Lagian saya gak bilang kalau pengennya mau apa, isi kepala kamu tuh kotor yah, saya aja belum bilang apapun," ujar Anthony meraih Nanas ke dalam pelukannya. "Saya pengen dipeluk."


"Tumben, kenapa gak minta sama Drew aja?"


"Bisa gak sih, kamu gausah bahas dia, nanti saya balik ke dia Kamu nangis kejer," jawab Anthony yang membuat Nanas tersenyum.


"Nanas, kamu gak takut kalau tiba-tiba saya kesel sama kamu, terus kamu saya bunuh, mutilasi dan buang ke jurang?"


"Gak tuh, emang kenapa?" jawab Nanas yang membuat Anthony mengalihkan pandangannya ke arah wajah Nanas.


"Pede banget kamu, saya belum cinta sama kamu yah, Gadis Miskin," bisik Anthony pelan.


"Aku yakin, Daddy gak akan ngelakuin itu, karena Daddy cinta sama aku," Nanas melebarkan senyum kepada Anthony.

__ADS_1


"Kamu tuh suka ngelawak ternyata, saya gak cinta sama kamu, Hei, kita kan ibarat Friend With Benefit," jelas Anthony yang membuat Nanas membenamkan wajahnya ke dada bidang sang suami.


"Bukan tidak, tapi belum Dad," jawab Nanas pelan.


Hening, tidak ada percakapan lagi diantara mereka, mereka masih dalam posisi dimana Nanas dipeluk Anthony dengan kedua kakinya juga memeluk pinggang Anthony sedangkan Anthony berdiri dan menaruh kepalanya di bahu Nanas.



Ting!


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Nanas yang membuat Nanas melepaskan pelukan itu dan membuka ponselnya.


Sebuah undangan Group masuk ke dalam ponsel Nanas yang membuat Nanas langsung membukanya dan mendapatkan akses akan isi Grup itu.


"Astaga, Dad!"


Nanas membulatkan mata sempurna saat melihat isi Group tersebut, dimana isinya adalah semua foto-foto mesra Anthony dan Drew.


"Orang yang kalian hormati ini, hanya menikahi seorang wanita demi menutupi orientasinya!" kira-kira beginilah bunyi caption yang dikirim si pengirim yang Nanas tebak adalah Drew.


"Minta di hajar tuh anak," Nanas geram kemudian berdiri, sedangkan Anthony mematung mencerna apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2