
"Aku yakin, orang yang ngelakuin ini ada niat jahat, Del," Nanas menatap Adelia yang membuat Adelia terhentak dari Flashbacknya.
"Kok kesannya lo kayak mau nolongin Drew banget sih, its oke ada Anthony disana tapi kan gue sama Drew udah jahat sama lo," jawab Adelia.
"Aku tahu kok, kalau kamu gamau bantuin aku gapapa, aku bisa sendiri," Nanas membalikkan badan kemudian berjalan ke arah pintu, ia melangkah kali keluar tapi sebelum menutup pintu ia menatap Adelia sekali lagi. "Tapi walaupun kalian jahat, SEENGGAKNYA kalian masih punya hati, kan?"
Deg.
Nanas berjalan menuju kamarnya, dia meraih sebuah kunci motor dan jaket berwarna oranye miliknya beserta helm, ini adalah motor yang dia pake mengantar Anthony yang overdosis dulu, sebenarnya dia sudah dilarang mengendarainya tapi Nanas tetap menyimpannya sebagai kenangan.
Setelah semua selesai, Nanas berjalan keluar rumah menuju garasi, ia mengeluarkan motornya dan mulai menyalakan mesin motornya, tapi di saat dia hendak naik, tiba-tiba saja Adelia datang dan naik duluan.
"Biar gue yang bonceng, lo lagi hamil, ntar lo kenapa-kenapa yang dimarahin sama Ayah Fahri gue lagi," ujar Adelia yang kini memakai helm dan jaket coklat.
Nanas tersenyum, dia naik di boncengan Adelia, motor itu kemudian berjalan meninggalkan area rumah keluar dari pagar, sebelumnya Nanas sudah meminta kepada sekuriti untuk menutup pagar karena dia dan Adelia ada urusan.
__ADS_1
"Kenapa kamu berubah pikiran?"
"Gue udah janji sama seseorang, sepengen-pengennya gue hancurin rumah tangga lo sama Anthony, gue gak bisa biarin lo terluka, yah mau bagaimanapun lo itu adik gue," jawab Adelia yang membuat Nanas tersenyum kembali. "Gausah Geer! Gue bantuin lo, Terpaksa!"
"Gapapa, seenggaknya kita bisa akur malam ini," bisik Nanas.
Setelah itu tidak ada percakapan lagi dari mereka kini bergegas menuju kantor Anthony, tidak butuh waktu lama mereka sudah tiba disana, keadaan sepi, mobil Anthony dan Drew masih terlihat di parkiran, Nanas tampak khawatir, ia dan Adelia turun dari motor kemudian beranjak masuk ke sana.
"Malam Pak, saya mau ketemu suami saya, kayaknya dia lembur malam ini," ujar Nanas yang membuat keamanan yang berjaga mengangguk.
Deg.
Deg.
Deg.
__ADS_1
Kosong!
Tidak ada siapapun, Nanas berjalan ke arah meja kantor Anthony, ada laptop terbuka yang memperlihatkan sebuah video pada layar monitornya.
"Aku pinjam suami kalian berdua, aku tidak akan menyakitinya, tapi kalian bersikeras mencari tahu silakan, tapi jika kalian ingin menunggu, hari rabu nanti, datanglah ke alamat yang aku berikan, aku akan mengguncang kalian dengan fakta, aku tidak peduli akan berapa banyak hati yang terluka."
Deg.
Nanas dan Adelia saling melempar tatapan saat video itu berhenti. "Siapa dia, maksud dia fakta apa sih?"
Nanas mengheningkan diri, dia tampak berpikir, dia mengecek ke segala area dari dalam ruangan ini, tapi tidak menemukan apa-apa. "Kak Adelia kuliah IT kan, kita bisa lacak gak riwayat source yang membuat situs video ini."
Adelia mengangguk, dia meraih laptop itu dan mengutak-atiknya sampai akhirnya mereka menemukan fakta bahwa situs yang menampilkan video tadi dibuat oleh akun bernama Daveadn17
"Dave?"
__ADS_1
-