Galexsa

Galexsa
demi papah


__ADS_3

" Galang kamu udah sembuh"


"Alhamdulillah saya udah lebih baik" ucap Galang sembari tersenyum


"kapan kamu akan masuk sekolah?"


"mungkin lusa" jahila haya bisa mengangguk kan kepala, dia bingung harus berkata apa lagi kepada sahabat nya itu.Galang yang melihat zajila hanya diam, lantas membuka mulutnya.


"kamu lagi apa kesini Jil?" tanya Galang karena merasa heran dengan sahabat kecilnya itu.


"jenguk lu lah, apa lagi kalu bukan" ucap jila sembari mengalihkan kan pandangan ke arah lain.


"gue tau lu bohong" ucap Galang ketika ia melihat jila mengalihkan pandangannya.


"emm, gue gak ko,gak bohong"


"terus, kalu lu menjenguk gue kenapa gak bawa makanan" ucap Galang sambil menunduk ke bawa melihat ke arah tangan jila. jila yang melihat Galang pun langsung merutuki ke bodohnya


"gue lupa"


"lupa Mulu alasan lu, sekarang lu jelasin kenapa ke sini"


"gue bilang mau jenguk lu kan, lu Bolot nya" ucap jila kesal karena ia terus di pojokan


"dah sih Jil, lu tuh jangan kaya gini, cerita Ama gue kalulu ada masalah" ucap Galang yang tau bahwa sahabat nya itu sedang ada yang di sembunyikan


"gak gue gak ada masalah"


"lu tuh anggep gue sahabat lu gak sih?,kalu lu ada masalah cerita Jil jangan di Pendem sendiri" jila hanya bisa tertunduk merutuki ke salahnya.


"gue gak papa ko" lirih jila


"seterah lu, mulai saat ini jangan angep gue sahabat lu lagi kalu lu gak mau cerita"


"gal, maaf"


"Modo amat, lu emang keras kepala" ucap Galang hendak pergi dari Rorong itu


"gue balak cerita" seru jila yang melihat Galang pergi, perkataan jila berhasil membuat langkah Galang terhenti.


"ikut gue" Galang pun melangkahkan kakinya menuju salah satu kamar di rumah sakit

__ADS_1


"cepet cerita"


"emm gu.. gue ke sini mau berobat"


"kenapa? lu sakit?" tanyanya dengan Arut panik


"gak,gue haya terluka sedikit" ucap jila sambil menaikan rok nya keatas lutut hingga memperlihatkan perban di lututnya dan ada beberapa luka di kakinya.


"pasti ulah saudara tiri lu" ucap Galang yang teihat kesal. jila hanya bisa terdiam mendengarkan jawaban Galang yang tak pernah salah akan tebakan nya.


"makanya jil lu tuh kalu di jahatin Ama gina dan mama tiri lu lu harus melawan, Jangan diem aja, jangan bisanya nangis doang, lawan kalau perlu bales perbuatan mereka"


"itu gak baik gal"


"ckh, diamana sikap lu yang dulu, dimana zajila yang dulu, yang berani, Tampa menyerah dan galak, dan pendendam,di mana itu sahabat gue yang dulu"


"gue masih di sini gal"


"ini bukan zajila sahabat gue, lu itu orang lain yang gue gak kenal, sahabat gue gak kaya lu yang lemah"


"gue cape gal"


"percuma gal,lu hajar mereka, mereka gak bakal berubah"


"kalu mereka gak berubah maka lu aja yang berubah, lu harus merubah sikap lu ke mereka jangan diam aja biladi Serang, lu harus lawan mereka, jangan bisanya nangis" seru Galang meningkatkan nada suaranya


"lu tuh lemah tau gak, lu bukan zajila sahabat gue"lanjutnya


"maaf"


"gue gak butuh permintaan maaf lu yang gue butuhkan perubahan sikap lu pada saudara dan mamah tiri lu, tunjukan sikap lu Jil, tunjukan sikap lu yang dulu, yang keras kepala,galak,pendendam dan gak mau kalah" lanjutnya


"gue tetep masih kaya dulu" ucap jila


"yah lu kaya dulu kalu Ama temen lu, tapi kalu sama keluarga lu,lu berubah seratus persen"


"kalu lu gak mau bales perbuatan mereka biar gue yang bales" ucap Galang mateng


"jangan gal, gue kasihan Ama mereka" ucap jila memohon dia tau bila Galang sahabat kecilnya itu tidak akan maen maen dengan ucapannya, bial Galang sudah bertindak mungkin semua dunia akan tau kejahatan saudara tiri dan mamah tirinya kepada dirinya,


lantas hal itu akan membuat keluarga mereka hancur,dengan penderita an yang begitu kejam yang akan mereka rasakan.

__ADS_1


"lu kasihan Ama mereka, tapi mereka gak, mereka malah benci Ama lu"


"gue gak papah kaya gini yang penting papah bahagia" ucap jila lirih sembari menaggis mengingat papahnya yang terpukul setelah berpisah dengan mamahnya, jila tak mau papahnya merasa sedih lagi seperti dulu, cukup yang dulu menjadi pertama dan terakhir kali nya papahnya terluka. meski ia menjadi korban nya.


"cihk lu selalu saja mikirin papah lu,yang belum tentu juga papah lu mikirin lu"


di tempat lain terlihat seorang peria dengan tubuh tegap dan gagah, warna kulit yang putih di lengkapi dengan hidung yang mancung dan bulu mata yang lentik. dia sedang duduk di kursi kebesarannya sembari membaca buku


"gimana keadaan dia"


"kami liat Galang sudah lumayan membaik bos" senyum kecil terukir di wajah bosy itu, alex begitu merasa lega ketika mengetahui teman nya itu sudah lebih baik, Alex takut bila Galang semangkin parah bahkan mati akibat dirinya,tentu hal itu akan membuat zajila tambah benci kepada dirinya.


"Aldi?"


"mereka, saya dengar dia akan pindah ke sekolah bos" galeksa menyekerut kan dahinya merasa heran dengan hal itu.


"kepana?"


"saya kurang tau bos, menurut saya ini ada hubungannya dengan masalah kemarin"


kemarin sore galexsa menuju markas Aldi, dengan membawa bukti atas perbuatan aladi pada raya. Alex mengancam Aldi di bawa ke hukum bila terus membuat masalah dengannya Hinga di markas Aldi terjadi lagi bangku hantam.


di lain sisi terlihat seorang peria yang tengah duduk di markasnya,dengan wajah rupawan,kulit putih dan hidung cukup Manjung dan tampan namun jauh lebih tampan Alex dari pada dirinya


"sudah ada info"


"sesuai yang bos lihat, kemungkinan Alex memiliki hubungan dengan wanita itu"


ketika itu Alex memenangkan pertandingan balap motor, disitu terdapat Aldi yang menonton dari jaih, ladi melihat seorang gadis yang cukup cantik berlari menghampiri Alex dan memeluk nya.lantas hal itu membuat Aldi curiga dengan hubungan Alex dan wanita itu.


"siapa namanya?"


"gina"


"sekolah di mana dia?"


"dia satu sekolah dengan Alex"


"menarik"


tunggu saja Alex aku akan bales semua perbuatanmu. ucapnya di dalam hati dengan senyum licik terukir di ssudut bibirnya

__ADS_1


__ADS_2