Galexsa

Galexsa
GITAR


__ADS_3

"Oky katanya mau nyanyi.. siapa yang jadi pemusiknya.."


"Galang Bu.. Galang bisa maen gitar.." serempak siswa menunjukkan Galang.


"Galang coba maju ke depan.."


"Bu gak ada gitarnya.." ucap Galang mengelak


"Di ruang seni ada ambil dulu geh.." ucap jila memberitahu


"Emang boleh?"


"Boleh lah tapi lu minta ijin dulu ke pak Ahmad" Galang kini langsung keluar bersama rekannya menuju tempat pak Ahmad.


Tak berselang lama kini Galang telah datang dengan membawa gitar di Tangannya


"Bayak banget siapa aja yang maen"ucap Bu dini yang melihat anak muridnya membawa gitar tiga. Galang Hanya tersenyum smirk Adak maksud tersendiri di senyum itu.


"Nih an" ucap Galang pada teman sebangku nya itu. Andi menerima nya dengan bahagia karena bermain Gita merupakan hobinya.


"Terus yang satunya..?" tanya jila yang tak di anggap oleh sahabatnya.


"Eh lu.. anak mamih bisa ga" ucap Galang menantang si empu yang sendari tadi hanya terdiam berkutik dengan bukunya.


Si Alex udah jadi kutu buku nih.. eh maksudnya anak ambisius


Alex mengarahkan pandangannya menatap seorang yang ada di hadapannya yang tengah menatap dirinya sengit, senyum smirk kini tercetak di wajah alex.


"Ah gue lupa, lu kan bisanya cuma balap liar" ucap Galang sembari tersenyum remeh. Ya Galang tau si empu sering melakukan balap motor karena ia sering melihat waktu Alex tanding, dia juga yang pernah menjadi korban Butar balik jalan saat jalan itu di block buat balapan.


Tidak terima di remehkan Alex kini berdiri dan melangkahkan ke depan mengambil gitar itu yang ada pada Galang tanpa basa-basi ia kini langsung menarik kursi ke dapan papan tulis dan Dudu di sana sembari memetik gitarnya.


plak prak prak


semua siswa kini bersorak ringan sembari bertepuk tangan ketika mendengar lantunan lagu yang di nyanyikan Alex sembari bermain gitar.


Alex menyanyi kan lagu yang sangat di sukai nya akhir-akhir ini, bahkan lagu itu sekarang sedang trending.


Maafkan aku, Sayang


Harus meninggalkan kamu


Dan kumohon lupakan aku


Di dalam hidupmu


Jangan kau datang lagi

__ADS_1


Cinta telah aku kemasi


Dan ku harus beranjak pergi


Jangan kautangisi


Dan jika hati sudah tak mau


Maka jangan datangi aku lagi


Sampailah di sini kisah kita, Kasih


Aku harus pergi


Dan jika hati sudah tak cinta


Maka jangan pernah engkau memaksa


Aku telah lelah dengan semuanya


Sampai di sini saja


Semua isi kelas menikmati lagu itu Hinga datang pada reff nya. .Mereka semua kini bernyanyi bersama


Ho-wo-oh-oh


Ha-ah-ah


Dan jika hati sudah tak mau


Maka jangan datangi aku lagi


Sampailah di sini kisah kita, Kasih


Aku harus pergi


Ho-oh-oh (ku harus pergi)


Dan jika hati sudah tak cinta


Maka jangan pernah engkau memaksa


Aku telah lelah dengan semuanya


Sampai di sini saja


Semua orang bertepuk tangan, sembari bersorak ria mengakhirinya lagu itu, bahkan kebanyakan dari mereka meminta Alex mengulangi lagi.

__ADS_1


"Lagi Alex.. Lagi.."


"Lagi-lagi" ucap para murid yang ada di sana kecuali Galang, orang itu malah bermuka masam.


"Sial.. ternyata suaranya bagus juga" batin Galang yang iri pada Alex. ya Galang mengakui bahwa suara Alex sangat merdu dan permainan gitar nya yang sudah lihai, membuat ia terlihat seperti pemusik Handalan.


Namun Alex hanya diam saja di situ, dia enggan membuka mulut apa lagi bernyanyi.


Ya, ini merupakan pertama kalinya bagi Alex ketika sudah lama tak bermain Gitar, kira-kira ia terakhir kalinya bermain Gita ketika ia masih di Korea. Namun entah mengapa meskipun Alex sudah lama tak bermain gitar ia tetap bisa bahkan masih lihai dan ingat bagian-bagian nya.


"Sudah-sudah anak-anak mungkin Alex sudah cape, sekarang siapa lagi yang mau nyumbang lagu" ucap dini


Semua murid di kelas hanya saling ribut, Salang tunjuk menunjuk satu sama lain.


"Jila ih ketek lu basah" bisik Ani lantas jila mengangkat tangannya mengecek apakah benar basah.


"Oky jila silahkan maju" jila tercengang mendengar ucapan Bu Didi, iapun kemudian menatap sahabatnya nya teihat sahabatnya itu tengah tersenyum sembari memperlihatkan giginya.


"Ani.." lirih jila sembari menatap ani sebal. Ia kini mengerti bahwa sahabatnya mengerjai dirinya


"Nikmatin aja, anggap saja ini langkah awal mendapatkan hati Alex" ucap Ani lirih sembari tersenyum.


Jila hanya bisa menghela napas panjangnya, tak ada lagi cara yang dapat ia lakukan untuk menghindari panggil Bu Didi selain maju ke depan dan bernyanyi.


"Satu lagi korsi nya" ucap dini kepada murid nya


"ini Bu" ucap Galang sembari menarik kursi itu ke depan tepat di samping Alex lantas jila langsung menarik kursi nya agar dekat dengan Alex kemudian ia duduk.


Alex yang melihat jila mendekat kepadanya langsung menggeser kursinya menjauh, memberikan jarak yang cukup aman bagi jantung nya. Bukan jila namanya bila diam saja, Kini jila ikut menggeser mendekat kepada Alex.


Ya mereka kini saling geser menggeser, memberi jarak dan menghilangkan jarak. Alex yang ingin menjauh sedangkan jila ingin dekat.


Para murid yang ada di situ hanya bisa menompang dagu memperhatikan aksi itu. di antara mereka ada yang tersenyum, dan ada yang menatap sengit, ya siapa lagi bila bukan para siswi yang menggemari Alex dan Galang yang panas mihat tingkah jila seperti itu kepada Alex.


Hinga kini Alex tak bisa menggeser kurisnya lagi karena sudah mepet tembok, lantas hal itu membuat jila tersenyum lebar kini ia menggeser kursinya lagi mengisahkan jarak 5 cm dan kini ia duduk di situ.


"Ayo Mulai" ucap jila pada orang yang berada di Sampang nya itu.


"Khemn" Dehem Alex menghilangkan kegugupan. ia kini membuka mulutnya mengeluarkan kata yang sendari tadi ia pendam.


"Kenap lu deketi-deket Ama gue" ucap Alex namun hanya di dalam hati, ia terlalu sungkan menanyakan hal itu


"Bisa geser sedikit ga, Gue engap tau" ucap Alex dengan raut wajah yang sulit terbaca.


"Engap? segini aja engap, yang engap tuh kaya gini" ucap jila yang hendak beralih duduk ke pangkuan Alex.


"Zajila" ucap Alex yang menyadari tindakan calon istri nya itu.

__ADS_1


"Kenapa? toh kita akan menikah"


ucap ila yang masih setia duduk di pangkuan Alex, kini urat malu jila seperti telah hilang, dia kini tak menghiraukan orang-orang yang ada di sana yang tengah menatap dirinya yang dia pikirkan jila hanya mendekati Alex, membuat Alex mencintai nya kembali, dan menikah dengan Alex.


__ADS_2