
"Galexsa" ucap guru itu namun Alex diam saja tak menyahut
"Galexsa" ucapnya lagi
"Hadir Bu" bales Alex, sontak semua anak kelas menatap kepadanya
Benarkah itu galexsa, dia tidak seperti dulu, mereka kira orang yang duduk di belakang itu anak baru, karena sendari tadi Alex hanya menunduk pokus kepada buku membuat murid yang tak dapat memandang wajahnya.
Biskian-bisikan kecil memenuhi ruangan itu, mereka tak percaya melihat penampilan Alex yang berbeda, ada yang menatap kagum bahkan tak berkedip.
Meskipun berbisik-bisik, suara itu masih dapat di dengar oleh Alex, bayak murid yang memuja ke tampannya, mengakui ke keran nanya, dan membicarakan perubahan nya.
"Seperti apa aku dulu" batin Alex yang mendengar orang-orang memuji menampilkannya.
"Sebegitu burukah diri kudulu, sehinga berpenampilan seperti murid teladan saja mampu membuat para murid heran dan memuji nya" pikir Alex
"Jila" Bangil Ani pada sahabatnya yang terus menatap Alex
"Jil Alex berubah Jil" lanjut tak percaya, ia menatap Alex dengan kagum, yang di bales dengan anggukan oleh jila.
Jila tak munafik membohongi dirinya sendiri, ia mengakui Alex jauh berbeda dari yang dulu, Alex kini terlihat rapih, dan Tamba menawan, tak bisa bohong dia bawa jila juga mengagumi perubahan Alex.
"Jil lu gak nyesel kan nolak dia dulu" tanya Ani serius, namun yang di tanya hanya diam tak bergeming sedikitpun.
"Zajila" panggil guru meneruskan absen nya.
"Hadir Bu"
"Baiklah hari kita memasuki bab baru, sekarang kalian baca bab 4" seru guru itu memulai pelajaran nya.
"Kalu tidak paham silahkan di tanyakan dan yang bisa menjawab ibu kasih poin" ucap guru itu, membuat para murid antusias belajar.
Tak terasa kini waktu istirahat telah tiba membuat para murid yang tengah pokus belajar meninggalkan ruang kelas itu, Meraka berbondong-bondong keluar kelas untuk menuju kantin.
"Alex" sapa Afran
"Em" bales Alex males, dia terus saja berkutik pada buku tanpa menghiraukan perkataan afran
"Kantin yuk"ajaknya yang di bales dengan gelengan kepala.
Zajila yang melihat Afran di kelasnya pun langsung menghampiri kedua orang itu.
__ADS_1
"Afran" panggil jila
"Apa Jil"
"Lu ngapain di ke sini, tumben?"
"Ini mau ngajak Alex ke kantin tapi dia gak mau" jelasnya
"Oh" ucap jila sembari melihat Alex yang tengah pokus pada buku.
"Tumben Alex belajar" batin jila
"Ada apa Jil lu panggil gue?"
"Habis pulang sekolah jangan pulang dulu ada rapat"
"Oh, udah di umumin?"
"Belum, gue males lu ajah yang bilang di grup" ucap jila yang masih menatap Alex heran.
"Tumben nih anak gak gangguin gue" batin jila yang merasa aneh dengan sikap Alex yang tak menghiraukan dirinya, biasanya Alex akan menggangu pembicaraan dirinya dengan siapapun apalagi dengan pria.
"Oky, kantin yuk" ajak Afran sembari menarik tangan jila yang berhasil membuta orang itu kaget.
Ia tak mau rumor yang sudah mereda bangkit lagi, ia tak mau membuat orang yang melihat mereka salah paham, apalagi Tia yang sangat sensitif pasti langsung marah pada mereka ketika melihat mereka ke kantin bersama.
Alex yang mendengar ucapan itupun langsung mengalihkan pandangannya menuju mereka.
Kini manik mata Alex menatap pada Zajila, tak lama pandangan merekapun saling bertemu menatap satu sama lain dalam diam
"bukankah dia orang itu" batin Alex yang melihat jila mirip dengan foto yang ada di kamarnya.
"iya dia orangnya" lanjutnya sembari membuatkan matanya menatap tak percaya. sedangkan jila yang di tatap seperti itupun langsung membalas tatapan mata itu tak kalah bolatnya.
"apa lu" ucap jila ketus ketika menyadari Alex terus menatapnya.
"Apa" bales Alek tak kalah ketus
"Ih gak jelas" ucap jila lalu pergi meninggalkan Afran yang sendari tadi melihat mereka.
"Alex" ucap beberapa orang yang masuk ke kelas itu. membuat si empu mengernyit keningnya ketika melihat empat orang melangkah ke arah dirinya.
__ADS_1
Ya, empat orang itu merupakan anggota gestarz yang sekolah di situ, mereka sengaja bersepakat mendatangi kelas bos nya untuk mencari tau rasa curiga mereka.
Mereka curiga dari cerita nikol tadi pagi, dan kecurigaan mereka bertambah ketika mengingat sikap Alex tiga mingu yang lalu.
...flashback...
Berita Alex masuk ke rumah sakit pun terdengar di seluruh kelas, yah karena Alex di sekolah an cukup terkenal dengan ketampanan murid itu meskipun juga terkenal dengan ke bandel annya
Tak lama kemudian Alex telah sadar dari komanya pin kini menjadi berita hangat setelah beberapa guru menjenguk mereka.
ya, meskipun Alex murid yang selalu ada di daftar hitam buku BK tapi tetap bagaimana pun dia merupakan murid di sekolah itu, maka guru tetap akan menjenguk murid yang sakit apalagi sakit parah sampai di bawa ke rumah sakit seperti galexsa sungguh itu membuat para guru prihatin kepada kondisinya.
Kini tiba pada saat dua hari Alex telah sadar dari komanya, para anggota geng motor gemtrez itu menjenguk nya, terlihat wajah mereka sangat bahagia ketika mengetahui bos nya sudah siuman.
"Galexsa" ucap salah satu dari mereka, yang pasti teman dekatnya dari emat orang yang satu sekolah dengan dirinya.
Alex yang mendengar namanya di panggil langsung mengalihkan pandangannya ke segerombolan orang yang menatapnya, ia memancingkan matanya menatap heran.
"Siapa kalian?" tanya Alex yang merasa aneh.
"Bos, bis jangan bercanda deh mentang mentang abis koma pura-pura pikun" ucap Ardi yang berhasil membuat Alek menyekerutkan keningnya.
"Bos gimana keadaan mu apa sudah baik" tanya orang yang dulu menjadi kepercayaan Alex
"Tentu baik kalu dia belum baik mana mungkin bangun dari tidur panjangnya itu ha ha ha" ucap Nikol menghilangkan ke canggung di antara mereka
Canggung karena perkataan Alex yang barusan, bagaimana tidak canggung sudah hampir satu tahun mereka bersama namun kenapa tiba-tiba bosnya itu bertanya seperti itu layaknya seperti orang asing saja. Pikir nya
"Emm" gumam Alex menghentikan tawa yang memenuhi ruangan
" bos ini" ucap salah gion yang di bales dengan satu tarikan ales
"ini ayam geprek kesukaan bos" ucapnya lagi memperjelas ucapannya.
"Oh"
"Bos, Aldi sudah masuk di sekolah kita sejak dua Minggu yang lalu, sepertinya dia sengaja bos untuk menghancurkan geng kita" ucap Gion
"Aldi?"
"iya, siapa lagi kalu bukan dia yang selalu bikin gara-gara" ucap nikol menimpali pembicaraan itu
__ADS_1
" Iya, karena dia sekolah kita di hebohkan dengan hubungannya dengan cewek malampir itu" ucap Al yang memang tak suka dengan zajila.