Galexsa

Galexsa
tersenyum licik


__ADS_3

Jil lu kenapa?" ucap Ani yang sendari tadi memperhatikan temannya.


"Gue gak papa"


"Lu suka ya sama Alex" bisik-nya yang melihat sahabatnya Sendari tadi terus tersenyum memperhatikan orang di depan.


"Gue.. um...gue g.."Dering bel istirahat kini berbunyi menghentikan semua kegiatan belajar mengajar di sekolah itu, serta menghentikan percakapan kedua sahabat itu.


"Gak tau, gue gak tau, kantin yuk" jila sengaja mengalilhkan pembicaraan karena ia tidak mau sahabatnya itu menertawakan dirinya bila ia mengungkapkan isi hatinya.


"Jila.. ish lu mah kaya gitu, awas lu ya gue gak mau sahabatan Ama lu, kalu lu maen-nya rahasiakan, gue males Ama lu" Ani sengaja berucap seperti itu agar sahabatnya itu Mau menjawab pertanyaan nya tadi. Tetapi bukannya jila memberitahu jawaban malah ia tak menghiraukan ucapan sahabatnya bahkan jila terus berlaju pergi meninggalkan Ani. Tentu hal itu membuat Ani kesal sendiri pada sahabatnya


"Jila gue gak bercanda Lo" teriak Ani agar terdengar oleh sahabat itu yang sudah jauh.


"Bodo amat masih ada Galang yang mau sahabatan Ama gue" seru jila.


Kini bel pulang berdering di sekolah itu, menunjukkan waktu pulang sudah tiba, kian membuat para murid antusias untuk keluar Gerbang.


"Galang"


"Gue nginep ya di rumah lu" ucap jila yang sengaja menghindari amukan mamah tirinya.


" Ya, tapi lu harus ceritain semua masalah lu, dan kenapa lu tadi bisa telat" ucap Galang yang yakin sahabatnya ini pasti ada masanya dengan saudara tirinya, kalu tidak mana mungkin jila mau menginap di rumahnya, di tambah lagi kejadian tadi siang yang mampu membuat Galang panik sendiri dengan keadaan sahabatnya itu.


...flashback...


Ya, sekitar jam dua belas siang di mana pada saat itu merupakan jam istirahat kedua, zajila harus menyelesaikan hukumannya, hukuman yang cukup berat bagi jila karena ini merupakan pertama kali nya dia di hukum.


Ya, zajila haru menyapu semua lapangan yang ada di sekolah, mulai dari lapangan utama, lapangan voli, lapangan bulu tangkis dan tenis meja.


Cuaca yang cukup panas dan trik matahari yang kencang membuat jila bayak mengeluarkan keringat dan ia harus melepas sepatu saat menyapu agar tidak kotor kembali, lantas hal itu membuat kaki jila kepanasan dan memerah.


"Sini gue bantuin" terdengar suara pria yang berat ada di belakangnya.

__ADS_1


"Gak usah, nanti kena marah Ama Bu lintang"


"Gak papa"


Ya, itu merupakan Galang yang tidak tega melihat sahabatnya kecilnya itu kelelahan, apalagi terlihat wajah jila yang mulai pucat.


"Kalu cape istilah aja Jil, nanti gue yang menyelesaikan" namun perkataan Galang tidak di hiraukan oleh si empu Hinga tiba pada saat jila merasakan pusing, dan penglihatan mulai buram Hinga gelap.


Kini para murid yang tadinya hanya diam melihat ketosnya itu di hukum mulai panik dan berlarian mendekat ke lapangan ketika melihat zajila terjatuh tak sadarkan diri.


Begitupun dengan Galang, ia mulai khawatir dengan keadaan sahabatnya bahkan ia berteriak untuk meminta bantuan kepada murid yang ada di sana untuk memanggil PMR.


Sedangkan di sudut pintu sana ada Alex yang terdiam melihat keributan itu.


Lintasan ingatan mulai berhamburan di kepalanya saat ia melihat ketos itu di hukum.


ingatan di mana dirinya pernah berada di posisi itu bahkan lebih parah.


"*Mampus, makanya jadi siswa itu yang patuh*"


" Gue bosen tau ngeliat muka lu Mulu, lu lagi lu-lagi yang di hukum,emang kamu gak cape gitu di hukum,gue aja yang menghukum lu cape"


"Bisa gak sih lu jangan gangguin gue satu hari aja, gue capek tau"


"Alex awas kamu ya, gue bakal bales perbuatan lu"


"Ini semua gara-gara lu"


Ya, ingat di mana dirinya selalu di marahi oleh Zajila, ingatan di mana berbagai macam hukuman yang jila kasih kepada dirinya bahkan kata-kata jila yang begitu menusuk hati Alex kian tergambar jelas di pikirannya. hal itu mampu membuat Alex merasa benci kepada wanita itu.


"ckh" lirihnya ketika melihat ketos itu pingsan, Tampa sadar senyum licik terukir di wajahnya, ada rasa bahagia dan kepuasan diri saat melihat orang yang sering menghukum para murid itu merasakan apa yang pernah mereka rasakan dulu.


"baru segitu sudah pingsan" batin alex sembari menatap jila yang sedang di gotong oleh para anggota PMR.

__ADS_1


...flashback off...


"Ya, gue jelasin semuanya"


jila kini mulai menjelaskan semua yang terjadi hari ini secara detail, mulai dari membantu Bu eyem Hinga sampai kejadian ia di marahi dan di sindir oleh Bu lintang.


Sedangkan Galang hanya bisa mendengar kan semua cerita jila dan sekali-kali ia menimpali ucapan sahabatnya.


"Gue bilangin ya perbuatan mamah tiri dan saudara tiri lu ke om Dit..."


"Jangan gala gue kasih Ama papah, gue gak mau rumah tangga uang papah bangun lagi ini berakhir seperti dulu, gue gak mau melihat papah murung"


"Tapi Jil.."


"Gak papa gala sebentar lagi juga gue akan Cabut dari rumah itu"


"Maksud lu?"


"Gue bakal nikah sebentar lagi, papah menjodohkan gue dengan anak teman kerjanya, dan pada saat itu datang gue gak bakal lagi di marahin dan di hukum oleh mamah dan saudara tiri gue"


"Gue bakal bagia bersama suami gue, semua masalah yang sudah terjadi itu bakal menjadi kenangan saja" ucap jila sembari menunjuk mimik muka yang ceria. Namun di dalam hati yang terdalam ada rasa sedih yang sulit di ucapkan.


Sedangkan Galang yang mendengar ucapan sahabatnya itu hanya diam tak bisa berkata-kata. Ia terlalu terkejut dengan berita yang baru ia dengar bahkan berita itu ia dengar langsung dari orangtuanya langsung.


"Lu bercanda kan Jil" ucap Galang yang tak yakin, namun sahabatnya itu memasang wajah yang cukup serius terlihat tidak ada kebohongan di matanya.


"Kapan?"


"Kurang lebih satu bulan lagi" ucap jila sembari tersenyum.


Sedangkan di sisi lain Intan dan Gisel kini sedang bersiap-siap untuk menghajar jila. Semua rencana yang mereka buat kini sudah di siapkan namun sampai saat ini orang yang di tunggu mereka itu tidak datang-datang padahal ini sudah waktunya jam pulang sekolah.


"Kemana sih anak sialan itu"

__ADS_1


"Di jalan kali mah, sebentar lagi juga datang"


"Tapi ini sudah jam berapa? sudah lama kita nunggu anak kurang ajar itu, sampai sekarang belum datang" Intan mulai geram dengan jila yang membuatnya menunggu lama, ia kini tidak sabar untuk menghukum anak itu sampai mampus, kalu bisa anak itu sampai tunduk menangis Bombay minta ampun terhadap dirinya dan anaknya.


__ADS_2