Galexsa

Galexsa
Ani silfiyani


__ADS_3

Jangan tanya kenapa baju Ani ada di rumah pohon itu, karena memang Ani sering ke rumah pohon..untuk menenangkan diri atau mencari suasana yang sejuk. sehingga ia sengaja menaruh beberapa pakaian yang dirinya di sana takut sewaktu-waktu ia membutuhkan itu. seperti sekarang ada sahabatnya yang membutuhkan itu.


"Yah..Ani ayolah buat ku mana?"


"gak ada" balas Ani ketus


"Yah..Ani lu gak kasihan Ama gue kedinginan kaya gini" ucap Galang merayu sahabatnya itu


"lu mau pake baju cewek..pake rok?" ucap Ani sebal karena peria itu tak cukup di bilang sekali


Galang langsung diam karna itu, sekarang terlihat Ani sedang gak mood bahkan memancarkan aura kemarahan kepadanya, namun dirinya juga gak tau apa yang menyebabkan sahabatnya ini marah


Jila kini turun dari rumah pohon dengan mengunakan sweater dan juga pasangan celana jins hitam yang terlihat pas di tubuhnya karena memang tubuh jila dan Ani cukup SMA hanya saja Ani lebih pendek dari pada jila.



"Ani..buat Galang gak ada?" ucap jila yang melihat Galang hanya terdiam sembari menunduk.


"Gak ada..gue gak punya adik cowok jadi gak ada"


"tapi lu kan punya Kaka cowok"


"Ya masa baju Kaka gue, bantu gue di interogasi..di tanya ini, itu, nanti di kira buat pacar lagi kalu minjem Ama dia" ucap Ani panjang lebar.


"ya udah..lu tinggal bilang buat pacar, kan lu cocok tuh Ama Galang" ucap jila sembari tertawa


Galang tersedak mendengar itu.... mana mungkin Ani mau dengan dirinya sedangkan dia dan Ani beda level... meskipun Ani mau dengannya tapi...ah itu tak mungkin terlebih lagi Ani selalu marah-marah dengan dirinya.


"Cocok mata lu..lebih baik gue Ama Alex udah pinter, ganteng, kaya, dan_"


"Alex punya gue ya" ucap jila menyeka ucapan sahabatnya.


"ck, Alex nya juga gak mau Ama lu,lebih baik lu Ama galang dah pasti galang mau sama lu" ucap Ani sembari menatap Galang.


"iya kan gal" Galang hanya terdiam tak menjawab pertanyaan sahabatnya itu..karena tak mungkin dia mengatakan mengakui nya, ia terlalu takut jila menjauhi dirinya dan mengakibatkan persahabatan mereka hancur.


"Tuh kan Galang diam aja berarti ia mau" ucap Ani mengungkapkan apa yang ada di benaknya.


"Gue Ama jila sahabatan jadi gak mungkin" ucap Galang mencengangkan pendapat Ani.


"Tuh..ni denger..gue Ama Galang itu sahabat, kita cuma sahabat" ucap jual memperkuat ucapan Galang.

__ADS_1


"Ya berarti gue Ama Galang juga gak mungkin dia kan sahabat gue juga" ucap Ani tak mau kalah.


"Ya udah seterah lu mau sama siapa yang penting jangan Ama Alex"


"Sama siapa ya Jil..Alex calon lu..Galang sahabat gue..ya masa Ama----"


"ya gak papa dari pada lu jomblo terus"


"tapi dia bukan tipe gue.. gue itu maunya yang kaya a__"


"aw" pekik Ani yang merasa sakit di dahinya ulah kelakuan Galang.


"Galang lu tuh ya.." ucap Ani kesal.


"makanya jangan mikirin cowok Mulu"


"bodo amat' ucap Ani lantas langsung duduk di bawah pohon rindang.


mereka kini menikmati penerapan snek yang tadi di bawa Ani bawa sembari mengobrol.


"Jil.. gue mau deh kaya lu"


"kaya gue? yang ada gue yang mau kaya lu"


"Lagian gue heran geh Ama cowok-cowok, gue kan cantik, kaya, meski gak pintar tapi gue gak baik masa gak ada yang mau"


"sejak TK gue jomblo..gue jomblo tujuh belas tahun" ucapannya Ani mencurahkan isi hatinya


"lu pikir gue gak.. gue juga jomblo tujuh belas tahun".


"Tapi lu..lu bayak yang deketin, bayak yang kasih kode..lu juga punya temen cowo buat cetingan kan.. la gue..biro biro"


"Galang ada.. bukannya lu juag sering cetingan ya Ama Galang, curhat Ama dia bahkan berduaan ke sini tanpa ngajak gue"


"lah dari mana lu tau?"


"Iya dari dia lah" ucap jila melirik menatap Galang. Ani langsung cemberut ia kesal Ama Galang karena tak mau menyimpan rahasia..pria itu telah melanggar janjinya..ia berjanji tak akan membawa siapapun ke sini..tak akan menceritakan kepada siapapun curhatan dia.. tempat ini hanya menjadi dia dan dirinya, tapi apa? mulut dia busuk tak dapat di percaya.


"iya kan Galang sahabat gue Jil.. maksud gue itu cowok lain..bukan sahabat" ucap Ani bersungut-sungut


Galang hanya terdiam mendengar pembicaraan itu.

__ADS_1


"Gal?" ucap Ani


"apa?" balas Galang sembari membalas tatapan sendu sahabatnya itu.


"Gue cantik ga" ucap ani yang merasa aneh dengan dirinya.


"Cantik" ucap Galang lirih namu masih dapat di dengar oleh Ani.


"Tapi kenapa ya gak ada yang mau Ama gue?"


"bukan gak ada yang mau ni..lu terlalu sempurna, gak ada yang berani mendekati lu, apalagi ada Kaka lu yang selalu mengantar lu ke sekolah.. membut para cowok ciut untuk mendekati lu" ucapannya namun hanya di dalam hati


"ya gak tau"


"ihss..aneh gue..kenapa gak ada yang suka Ama gue" ucap ani merengek seperti anak kecil, ia prustasi karena selama ini ia selalu sendiri, sedangkan para gadis lain yang seumuran dengannya bayak yang memiliki pacar dan selalu bermesraan di hadapannya.


hal itu membuat jiwa jomblo nya meronta-ronta ia mau..ia mau merasakan bagaimana rasanya memiliki kekasih.. setidaknya ia merasakan bagaimana rasanya di kejar-kejar dan di cintai cowok meskipun ia tak mencintai nya


"Gue nanti bilang lah Ama Kaka..siapa tau ada yang mau Ama gue" Galang dan jila hanya bisa melongo mendengar ucapan sahabatnya itu yang aneh.


"bilang apa?" tanya Galang penasaran.. sungguh ia tak mengerti jalan pikir sahabatnya itu


"bilang biar gue di Jombang in ama teman nya kan temannya cakep-cakep tuh...ya siapa tau temannya ada yang mau Ama gue kan lumayan tuh dapat kekasih yang lebih dewasa"


"Tua belum tentu dewasa" ucap Galang mencengangkan pemikiran Ani


Ani kini bangkit dari duduk ia berencana pulang ke rumah terlebih dahulu untuk mengambil baju kakanya untuk Galang yang terlihat kedinginan.


"gue ke rumah dulu nya"


"mau apa?" tanya jila


"ngambil sesuatu" ucap Ani beranjak pergi dari tempat itu. tak berselang lama karena jarak rumah dan danau itu lumayan dekat kini Ani telah sampai dengan menyangking papar beg langkahnya terhenti ketika melihat jila dan Galang begitu dekat. dengan posisi jila bersandar di bahu sahabatnya.





fisual Ani....

__ADS_1


Ani silfiyani umur 17 anak dari keluarga kilometer hidupnya selalu di bilang sempurna oleh orang-orang yang mengenalnya.


__ADS_2