
Sekitar pukul 4 sore, setelah pulang sekolah kini Alex dan jila pergi ke curug. Konon kata nya tempat itu bila di datangi sepasang kekasih yang tengah bertengkar, atau ada masalah maka hubungan mereka akan segera berakhir,namun bila di datangi sepasang kekasih yang baik-baik saja maka hubungan mereka akan semangkin langgeng.
Dan ada juga yang menyatakan curug itu merupakan penghubung cinta karena bila ada seseorang yang menyatakan cinta di tempat itu maka cintanya tak akan pernah di tolak.
maka dari itulah Curug itu di namakan Curug cinta.
Alex dan jila sengaja ke tempat itu untuk melakukan pengamatan, serta mencari kebenaran atas tahanyul yang beredar di masyarakat sekitar.
"Jadi mau..membuktikan yang mana dulu" tanya jila pada Alex yang tengah terdiam sembari berpikir.
"Jila, sahabat mu?"
"ada apa dengan sahabat ku"
"Ani?"
"iya kenapa dengan Ani?" ucap jila kesal karena ucapan Alex yang aneh. Aneh karena sekarang mereka tengah membicarakan tahanyul itu tapi kenapa menuju ke sahabatnya.
"Emm, teman gue ada yang suka Ama dia..gimana kalu teman gue suruh nembak Ani di sini"
"Be*o lu ya, ogah gue..gue gak mau di tangkap polisi"
"asataga to**l banget si lu" ucap Alex sembari menonyor kening jila.
"Maksud gue, ungkapan cinta, bukan nembak pake pestol"
"ngomong tuh yang jelas anjirr.." ucap jika sembari mengelus keningnya.
"Ungkapan cinta kaya gimana?" ucap jila yang memikirkan cara mengungkapkan cinta, apakah harus pake bunga, atau di hias tempat ini agar sedikit romantis.
"ya ungkapan cinta.." ucap Alex menjeda ucapannya
"I love you" lanjutnya
"I love you to" balas jila enteng tanpa bersalah, bahkan dia sangat bahagia terlihat dari senyum yang terukir jelas di wajahnya.
"Ish... ga je" ucap Alex lalu meninggalkan jila yang tengah bahagia.
"Jadi kita udah pacaran ni ya.." teriaknya jila agar pada orang yang sudah pergi jauh
__ADS_1
Alex terus melangkah, ia tak menggubikan ucapan jila, karena itu menurutnya tidak penting, seterah jila mau mengganggap tadi apa, yang penting itu tak merugikan dirinya.
Sekarang dirinya hanya perlu memfoto tempat itu untuk di jadikan bukit.
Jila kini menceklis salah satu dari ketiga tahanyul itu.. sekarang tinggal dua lagi, tapi siapa yang akan menjadi percobaan nya mana mungkin dirinya dan Alex lagi, ia tau pasti Alex tidak mau.
Ahh.. masa bodo dengan hal itu yang penting sekarang dirinya sudah ada hubungan dengan Alex.
di tempat kain kini Ani tengah berada di sekitar Air belerang, air yang di yakini dapat menyembuhkan berbagai berbagai macam penyakit kulit. Ani bersama Andi.. melakukan pengamatan mengenai tempat itu, mencari tau asal muasal bisa ada tempat itu dan sejarah tempat itu.
"Ba....kenpa warga sekitar memberi nama tempat ini dengan sebutan itu.."
"ya, dek karena tempat ini dulunya... bila.. bala bala..bila" orang yang di wawancara Ani menjelaskan mengenai asal usul nama itu sedangkan Andi yang merekamnya untuk di jadikan bukit.
"Sejak berapa lama ya ba tempat ini ada"
"sudah lama dek...sejak mama saya masih kecil juga sudah ada tempat ini"
"oweh begitu ya ba..ya sudah makasih ya ba"
"ya sama-sama dek"
Ani dan Andi bergegas mencari orang lain untuk lebih menggali informasi dari tempat itu. mereka sudah menanyakan beberapa orang tapi di antara mereka belum ada yang tau berapa lama tempat itu ada.
"Mana?"
"Itu...di tangga...di bawah pohon" ucap Andi sembari menunjuk tempat itu.
"Oweh... kenapa ya mereka ke sini"
"melakukan pengamatan kali kaya kita" Ani mengangguk an kepalanya, mengiyakan ucapan teman di samping nya.
kini Ani dan Andi menghampiri dua orang itu yang tengah berbincang, tak begitu lama mereka sampai karena jarak keduanya cukup dekat.
"Eh, ada lu ni" ucap Galang yang melihat Ani mendekat ke arah dirinya.
"Baru sadar lu" ucap Ani ketus.
"kenapa galak banget si, lagi pms ya"
__ADS_1
"Iya, kenapa..lu mau pms juga"
galang hanya bisa menghela nafas nya, ia cu?cukup heran karena akhir-akhir ini semenjak dari danau Ani selalu bersikap ketus pada dirinya.
"Eh, balikin baju Kaka gue"
"Ha" ucap Galang yang heran.
"Balikin! apa gak salah dia, bukankah keluarganya gak pernah memakai baju bekas orang" batin Alex yang merasa heran, karena waktu dia hendak menitipkan baju itu kepada jila agar di kembalikan pada Ani, jila menolaknya..dia berakta kalu keluarga Ani gak bakal menggunakan baju yang pernah di pake orang lain.
"Ya balikin Oneng" ucap Ani kesal, masa bodo pencitraan ya buruk di mata tiga orang itu, toh mereka tak akan pernah cinta padanya. terutama Galang, orang itu gak bakal mencintai dirinya.
"Buka kah keluarga lu gak pernah make baju bekas orang ya?"
"itu beda, baju itu baju kesayangan Kaka gue, jadi sini balikin" ucap Ani berbohong.
Ya, Kaka nya itu tak akan pernah meminta baju yang pernah mereka pinjamkan, tapi ini masalah Galang yang minjam, tak bakal ia sia-sia kan untuk itu, untuk mendapat kenang-kenangan dari peria itu. Setidaknya baju yang pernah di gunakan Galang bisa ia gunakan untuk mengenang wangi dari peria itu.
"Oo, ya nanti ya.. besok, sekarang gue gak bawa baju itu"
"Andi yuk" tanpa memperdulikan ucapan Galang Ani langsung mengajak teman di sebelah itu untuk pergi, sembari mengandeng lengah pria yang dari tadi hanya terdiam tanpa penolakan.
"Eh, kalian kencan?" ucap Galang pada kedua orang yang mulai menjauh itu.
"Ya, kenapa? masalah buat lu?" ucap Ani sewot.
"Wahh....jangan lupa PJ"
setau Galang Ani dan Andi tak pernah akur..mereka selalu saja bertengkar bila di persatuan, tapi kali ini..bahkan mereka jalan berdua sembari bergandengan tangan.
"Ishh.. ga jelas"
Kini Ani dan Andi sudah berada di kafe, keduanya memutuskan untuk mengisi perut dahulu sebelum pulang.
"Ini dek pesanannya"
"iya ba makasih" balas Ani dan Andi secara serempak, membut pelayan itu tersenyum atas keduanya.
"Kalian serasi" ucao pelayan, lantas langsung beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Ani dan Andi tak mengubiskan ucapan itu, keduanya hanya menikmati makanan yang ada di depan, hingga tak terasa waktu sholat magrib kini hampir tiba.
Karena perjalanan dari tempat ini ke rumah cukup jauh mereka memutuskan untuk beristirahat sampai waktu magrib telah usai, keduanya melaksanakan shalat di sana dan akan pulang setelah nya.